Itu pun, menurut BNPB, luas area karhutla di Kalteng bila dibandingkan sebelum 28 September 2026 jauh menyusut. Sebelumnya, luas area karhutla yang masih terbakar di Kalteng mencapai 76,20 hektare.
Jepang Akhiri Bantuan Pemadaman Karhutla Usai 2 Pekan di Kalimantan

- Jepang mengakhiri misi bantuan pemadaman karhutla di Kalimantan pada 29 September 2026, setelah dua pekan mengerahkan Kapal JS Kunisaki dan tiga helikopter Chinook.
- Selama operasi sejak 16 September, helikopter Chinook menjalankan 40 operasi udara di Kalimantan Barat dan menjatuhkan lebih dari 220 ton air untuk menahan perluasan kebakaran.
- Pemerintah akan menangani karhutla secara mandiri; per 28 September, 431,53 dari 527,6 hektare lahan terbakar di enam provinsi telah dipadamkan, dengan 96,07 hektare masih terbakar.
Jakarta, IDN Times - Setelah memberikan bantuan pemadaman kebakaran hutan dan lahan selama dua pekan di Kalimantan, Jepang memutuskan menghentikan misi kemanusiaan itu. Pasukan bela diri Jepang kali terakhir bertugas pada Selasa, 29 September 2026. Selama ini, otoritas Jepang mengirimkan Kapal JS Kunisaki dan tiga Helikopter Chinook.
"Kementerian Pertahanan Jepang mengeluarkan perintah untuk mengakhiri bantuan dalam karhutla di wilayah Kalimantan," ungkap Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton Panjaitan di dalam keterangan pada Rabu (30/9/2026).
Ia menyebut, keputusan untuk mengakhiri pemberian dukungan itu diputuskan oleh Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, pada Selasa kemarin. Shinjiro mengatakan, bantuan dari militer Jepang telah membantu untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan.
1. Helikopter Chinook telah melakukan 40 kali operasi udara di Kalimantan Barat

Helikopter Chinook milik militer Jepang yang berada di Kapal JS Kunisaki saat bersandar di Pelabuhan Kijing, Mempawah, Kalimantan Barat. (Dokumentasi Kementerian Pertahanan) Lebih lanjut kata Berton, selama dua pekan berada di Indonesia, Helikopter Chinook sudah 40 kali melakukan operasi udara dengan menjatuhkan lebih dari 200 ton air.
"Total sudah ada lebih dari 220 ton air yang dijatuhkan," katanya.
Ia menambahkan BNPB mengapresiasi dukungan yang selama ini diberikan oleh Pasukan Bela Diri Jepang (SDF) dalam membantu pemadaman karhuta lahan gambut di wilayah Kalimantan. Bantuan militer itu merupakan wujud konkret kerja sama antara Kementerian Pertahanan dua negara untuk memperluas operasi pertahanan, termasuk latihan militer dan operasi kemanusiaan.
2. Helikopter Chinook sudah bertugas sejak 16 September 2026

Helikopter Chinook CH-47 yang berada di kapal JS Kunisaki milik militer Jepang. (Dokumentasi Kementerian Pertahanan) Operasi yang tergabung dalam satuan tugas udara itu sudah dimulai sejak 16 September 2026. Pengeboman air dilakukan armada Chinook di wilayah Kalimantan Barat seperti Pontianak dan Ketapang. Ini merupakan kali pertama militer Negeri Sakura melakukan operasi pemadaman karhutla dalam misi luar negeri.
Kapal pengangkut Chinook dan personel SDF berangkat dari Pelabuhan Kure di perfektur Hiroshima pada 30 Agustus 2026 dan tiba di Pelabuhan Kijing, Kalimantan Barat pada 10 September 2026.
Namun, sejak awal tiba di Kalimantan Barat, helikopter Chinook tidak bisa langsung diturunkan dalam operasi lantaran keterbatasan jarak pandang.
3. Sisa wilayah yang terbakar akan dipadamkan secara mandiri oleh pemerintah

Data mengenai lahan dan hutan yang belum berhasil dipadamkan hingga 28 September 2026. (Tangkapan layar YouTube Kemenko Polkam) Berton mengatakan ke depan pemerintah bakal melakukan pengendalian dan penanganan karhutla secara mandiri. Berdasarkan data dari BNPB total area hutan dan lahan yang masih terbakar di enam provinsi hingga Senin, 28 September 2026 masih mencapai 96,07 hektare.
Area kebakaran hutan dan lahan (karhutla) paling luas yang belum dapat dipadamkan berada di Kalimantan Tengah (Kalteng) mencapai 29,5 hektare.
Provinsi kedua yang memiliki luas hutan dan lahan yang masih terbakar api dalam jumlah tinggi, yakni Kalimantan Selatan (Kalsel) mencapai 29,03 hektare. Sebelumnya, jumlah area yang masih terbakar di Kalsel sebelum 28 September 2026 mencapai 46,77 hektare.
"Berdasarkan pemutakhiran data per 28 September 2026, total luas lahan yang terbakar di enam provinsi prioritas mencapai 527,6 hektare, di mana 431,53 hektare di antaranya telah berhasil dipadamkan. Luas lahan yang masih belum bisa dipadamkan saat ini tersisa 96,07 hektare," tutur dia.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















