Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kala Ketua PBNU Kunjungi Dubes Iran untuk Sampaikan Solidaritas RI
Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf mengunjungi Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammed Boroujerdi di Menteng, Jakarta Pusat. (www.instagram.com/@yahyacholilstaquf)
  • Gus Yahya mengunjungi Kedutaan Iran di Jakarta untuk menyampaikan solidaritas dan doa bagi bangsa Iran setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel.
  • Ketua PBNU mendorong komunikasi intensif antara pemerintah Indonesia dan Iran guna memitigasi dampak perang serta menjaga stabilitas kawasan.
  • Dubes Iran Mohammed Boroujerdi mengapresiasi kunjungan Gus Yahya sebagai bentuk dukungan moral yang berarti bagi rakyat Iran di tengah konflik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf memanfaatkan pekan pertama usai Idul Fitri untuk berkunjung ke Kedutaan Iran di Jakarta pada Jumat (27/3/2026). Kedatangan pria yang akrab disapa Gus Yahya itu disambut langsung oleh Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammed Boroujerdi.

Dikutip dari keterangan tertulis, tujuan kunjungan Gus Yahya untuk menyampaikan dukungan solidaritas dan moral terhadap Iran usai diserang secara militer oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel.

"Gus Yahya menyampaikan bahwa hati dan pikiran Beliau adalah untuk mendoakan Bangsa Iran. Tentu Beliau ingin perang ini segera berakhir," ujar Ketua PBNU, Rumadi Ahmad seperti dikutip pada Minggu (29/3/2026).

Sebelumnya Gus Yahya ikut mengutuk keras serangan Israel dan AS terhadap Iran dalam pernyataan terbuka pada Senin (2/3/2026). Bahkan, ia mengingatkan serangan Israel dan Negeri Paman Sam itu berpotensi memicu konflik global dan membangkitkan kembali radikalisme serta ekstrimisme.

Rumadi mengatakan dampak konflik di Timur Tengah bukan hanya dirasakan oleh Iran tetapi juga negara-negara lain, termasuk Indonesia.

1. Gus Yahya dorong ada komunikasi yang lebih intensif antara RI dan Iran

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf mengunjungi Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammed Boroujerdi di Menteng, Jakarta Pusat. (www.instagram.com/@yahyacholilstaquf)

Lebih lanjut, Rumadi mengutip pernyataan Gus Yahya yang mendorong agar ada komunikasi yang lebih intensif antara Pemerintah Iran dan Pemerintah Indonesia.

"Terutama untuk memitigasi dampak-dampak yang ditimbulkan dari perang yang masih berlangsung hingga saat ini. Hal ini karena dampak dari serangan Israel-Amerika kepada Iran sudah membawa dampak (luas)," ujar Rumadi.

"Oleh karena itu, mitigasi dampak-dampak ini perlu dilakukan untuk meminimalisir akibat yang ditimbulkan dari peperangan yang terjadi saat ini," imbuhnya.

Sementara, Presiden Prabowo Subianto belum pernah terlihat secara terbuka berbincang dengan Dubes Boroujerdi. Ucapan duka atas tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei dinilai terlambat disampaikan kepada otoritas Iran.

Pernyataan duka disampaikan Prabowo lewat surat. Namun, surat berisi pernyataan duka itu disampaikan Prabowo lewat Menteri Luar Negeri Sugiono.

2. NU menjanjikan solidaritas untuk ringankan beban warga Iran

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf mengunjungi Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammed Boroujerdi di Menteng, Jakarta Pusat. (www.instagram.com/@yahyacholilstaquf)

Gus Yahya juga menegaskan perang di Timur Tengah bukan hanya membawa penderitaan, tetapi dalam jangka panjang juga menjadi ancaman bagi tatanan dunia. Kemerdekaan setiap bangsa juga terancam karena bisa menjadi sasaran serangan militer negara lain.

"Kampanye perdamaian dan setop perang akan terus menerus disuarakan NU," kata Gus Yahya.

Ia menambahkan ketertiban dunia harus segera dipulihkan. NU, kata Gus Yahya, akan menggalang solidaritas untuk membantu dan meringankan beban bangsa Iran yang menjadi korban perang.

3. Dubes Iran ucapkan kunjungan Ketua PBNU sangat berarti

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf mengunjungi Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammed Boroujerdi di Menteng, Jakarta Pusat. (www.instagram.com/@yahyacholilstaquf)

Sementara, Dubes Mohammed Boroujerdi menyampaikan ucapan terima kasih atas persahabatan yang ditunjukkan NU. Ia juga mengapresiasi dukungan moral dan solidaritas yang diberikan kepada bangsa Iran di tengah situasi konflik yang sedang berlangsung.

"Kunjungan ini sangat berarti bagi Bangsa Iran," kata Boroujerdi.

Dokumentasi pertemuan Gus Yahya dan Dubes Boroujerdi turut diunggah ke akun media sosial Kedutaan Iran di Jakarta. Namun, bila ditelusuri bagian kolom komentar, berisi dugaan niat Gus Yahya untuk mengecam serangan terhadap Iran tidak tulus. Sebab, Gus Yahya pernah berkunjung ke Tel Aviv dan bertemu Perdana Menteri Benyamin Netanyahu pada 2018 lalu.

Ia mengaku bersedia menemui Netanyahu untuk menjadi bagian dari dialog perdamaian Israel dan Palestina. Gus Yahya juga menggaris bawahi kehadirannya ketika itu tetap untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina dari penjajahan Israel.

Editorial Team