Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Benarkah Selat Hormuz Ditutup? Ini Kata Dubes Iran untuk RI

Benarkah Selat Hormuz Ditutup? Ini Kata Dubes Iran untuk RI
Penampakan Selat Hormuz dari satelit (Jacques Descloitres, MODIS Land Rapid Response Team, NASA/GSFC, Public domain, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Media Barat melaporkan Iran menutup Selat Hormuz dan siap menembaki kapal asing, memicu kekhawatiran global soal pasokan minyak dunia.
  • Selat Hormuz adalah jalur vital ekspor minyak dunia, dan ketegangan meningkat setelah serangan AS-Israel terhadap Iran yang dibalas dengan rentetan rudal ke negara Teluk.
  • Dubes Iran untuk Indonesia membantah kabar penutupan, menegaskan selat tetap terbuka dengan protokol khusus demi keamanan di tengah situasi perang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Media Barat melaporkan Selat Hormuz yang berada di wilayah Iran ditutup. Mereka kabarnya mengutip seorang pejabat senior Garda Revolusi Iran (IRGC) terkait hal tersebut.

Tentu saja penutupan Selat Hormuz menjadi langkah bahaya. Pasalnya, hal tersebut bisa mencekik seperlima aliran minyak global dan membuat harga minyak mentah melonjak.

Media asing juga melaporkan, Iran akan menembaki kapal-kapal asing yang melintasi Selat Hormuz. Pernyataan itu disampaikan di kala memanasnya eskalasi di Timur Tengah, utamanya antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Namun, benarkah Selat Hormuz ditutup? Benarkah perang Iran Vs AS dan Israel ini bisa membuat harga minyak dunia tak terkendali? Cek faktanya di sini!

1. Penutupan Selat Hormuz jadi peringatan paling eksplisit Iran

Benarkah Selat Hormuz Ditutup? Ini Kata Dubes Iran untuk RI
potret bendera Iran (unsplash.com/Akbar Nemati)

Seorang pejabat senior Garda Revolusi Iran mengatakan pada Senin (2/3/2026), Selat Hormuz ditutup dan Iran akan menembaki kapal mana pun yang mencoba melewatinya, demikian dilaporkan media Iran.

Ini adalah peringatan paling eksplisit dari Iran sejak memberi tahu kapal-kapal bahwa mereka menutup jalur ekspor pada Sabtu, sebuah langkah yang mengancam akan mencekik seperlima aliran minyak global dan membuat harga minyak mentah melonjak tajam.

"Selat (Hormuz) ditutup. Jika ada yang mencoba melewatinya, para pahlawan Garda Revolusi dan angkatan laut reguler akan membakar kapal-kapal itu," kata Ebrahim Jabari, penasihat senior untuk panglima tertinggi Garda Revolusi, dalam pernyataan yang disiarkan oleh media pemerintah.

2. Selat Hormuz jalur ekspor minyak terpenting dunia

Benarkah Selat Hormuz Ditutup? Ini Kata Dubes Iran untuk RI
Peta Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/Goran_tek-en, free license)

Selat ini merupakan jalur ekspor minyak terpenting di dunia, yang menghubungkan produsen minyak terbesar di Teluk, seperti Arab Saudi, Iran, Irak, dan Uni Emirat Arab, dengan Teluk Oman dan Laut Arab.

Penutupan ini dipicu oleh serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari yang bertujuan untuk menggulingkan para pemimpinnya, dengan Presiden AS Donald Trump menawarkan bantuan kepada Iran untuk menggulingkan ulama yang berkuasa.

Sebagai tanggapan, Iran menembakkan beberapa rentetan rudal ke negara-negara tetangganya di Teluk yang menampung pangkalan militer AS seperti Qatar, Kuwait, dan Bahrain. Teheran juga menembakkan rudal ke Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Oman.

Dengan penutupan ini, Teheran menepati ancaman selama bertahun-tahun untuk memblokir jalur air sempit tersebut sebagai pembalasan atas setiap serangan terhadap Republik Islam Iran. Sekitar 20 persen dari konsumsi minyak harian dunia melewati Selat Hormuz, yang lebarnya sekitar 33 kilometer pada titik tersempitnya.

Pasar minyak telah fokus pada ketegangan antara Teheran dan musuh lamanya, AS dan Israel karena khawatir konflik besar akan mengganggu pasokan dan menggoyahkan kawasan tersebut. Langkah ini juga terjadi setelah pengiriman global telah mengalami gangguan yang terkait dengan serangan drone dan rudal yang dilakukan oleh militan Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran. Kelompok tersebut telah menargetkan kapal-kapal di Laut Merah dan Teluk Aden sejak perang Gaza pecah pada 2023.

3. Dubes Iran untuk RI: Selat Hormuz tak ditutup!

Benarkah Selat Hormuz Ditutup? Ini Kata Dubes Iran untuk RI
Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi melakukan konferensi terkait serangan Israel dan AS ke Iran di Jakarta, Senin (2/3/2026). (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Namun, berita penutupan Selat Hormuz dibantah oleh Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi. Dalam pernyataan kepada awak media, Boroujerdi mengatakan Selat Hormuz tetap terbuka.

“Selat Hormuz tidak ditutup, Selat Hormoz tetap terbuka, dan kami sebagai pihak yang menyelenggarakan keamanan di selat ini hanya memberlakukan protokol lalu lintas yang khusus untuk saat-saat perang,” tegas Boroujerdi, Kamis (5/3/2026).

“Pihak-pihak yang memang mematuhi protokol tersebut bisa dengan mudah melewati Selat Hormuz,” ujarnya.

Ia menuturkan, Selat Hormuz menjadi tempat Iran menyebarluaskan keamanan sejak ratusan tahun lalu.

"Dan kami sampaikan keamanan di Selat Hormuz untuk semua negara, di mana Iran juga termasuk di dalamnya, atau sama sekali tidak boleh ada negara yang memanfaatkan keamanan di sana,” katanya.

Menurut Boroujerdi, yang khawatir Selat Hormuz ditutup itu harusnya AS lantaran jauh-jauh membuat keributan ke Timur Tengah.

"Yang khawatir berkaitan dengan penutupan Selat Hormuz harus menanyakan kepada Amerika Serikat, yang datang dari jauh sekali ke kawasan Timur Tengah kemudian mengganggu keamanan di Selat Hormuz,” pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in News

See More