Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tutup Pintu Negosiasi dengan AS, Dubes Iran: Tak Ada Jaminan AS Patuh

Tutup Pintu Negosiasi dengan AS, Dubes Iran: Tak Ada Jaminan AS Patuh
Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi melakukan konferensi terkait serangan Israel dan AS ke Iran di Jakarta, Senin (2/3/2026). (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
Intinya Sih
  • Dubes Iran Mohammad Boroujerdi menegaskan Iran menutup pintu negosiasi dengan Amerika Serikat, karena tidak ada lagi kepercayaan terhadap komitmen Washington setelah serangan gabungan dengan Israel.
  • Iran menyerukan dukungan dari negara-negara Islam untuk mengutuk serangan yang dianggap ilegal, serta meminta respons tegas dari komunitas internasional terhadap tindakan militer tersebut.
  • Laporan menyebut Israel dan AS melancarkan operasi besar menyerang lebih dari 2.000 target di Iran, termasuk fasilitas militer, intelijen, dan tokoh penting sejak Sabtu pagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi menegaskan, negaranya tidak membuka ruang negosiasi dengan Amerika Serikat setelah negara itu bersama Israel menyerang Iran.

Pernyataan itu disampaikan Boroujerdi dalam konferensi pers di kediamannya di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026). Ia menilai, tidak ada dasar kepercayaan bagi Iran untuk kembali duduk di meja perundingan dengan Washington.

1. Komitmen AS dipertanyakan

Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi melakukan konferensi terkait serangan Israel dan AS ke Iran di Jakarta, Senin (2/3/2026). (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi melakukan konferensi terkait serangan Israel dan AS ke Iran di Jakarta, Senin (2/3/2026). (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Menurutnya, serangan yang terjadi menjadi bukti bahwa komitmen Amerika Serikat terhadap kesepakatan patut dipertanyakan. Pasalnya, ini bukan kali pertama Negeri Paman Sam menyerang saat negosiasi tengah berlangsung.

Karenanya, Boroujerdi menegaskan, tak ada lagi yang bisa mereka percayai dari AS. “Bagi kami, tidak ada negosiasi dengan negara yang melancarkan permusuhan dengan kami yaitu Amerika Serikat,” kata Boroujerdi.

Ia menambahkan, “dikarenakan apa jaminan Amerika Serikat patuh terhadap sebuah kesepakatan?”

2. Iran minta dukungan negara Islam

Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi melakukan konferensi terkait serangan Israel dan AS ke Iran di Jakarta, Senin (2/3/2026). (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi melakukan konferensi terkait serangan Israel dan AS ke Iran di Jakarta, Senin (2/3/2026). (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Di tengah eskalasi tersebut, Iran mengharapkan dukungan dari negara-negara sahabat, khususnya negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim.

Boroujerdi menyatakan, serangan yang terjadi harus dipandang sebagai tindakan ilegal dan mendapat respons tegas dari dunia internasional.

“Kami berharap negara-negara Islam, apabila melihat serangan ini merupakan langkah yang ilegal maka harus memberikan kutukan secara keras terhadap serangan ilegal yang terjadi,” katanya.

Pernyataan itu disampaikan menyusul laporan mengenai serangan militer gabungan Israel dan Amerika Serikat yang disebut menyasar berbagai target di Iran sejak Sabtu dini hari.

3. Laporan serangan ke ribuan target

Peta wilayah Iran.
potret peta wilayah Iran (unsplash.com/mana5280)

Sebelumnya, The Wall Street Journal melaporkan, Israel dan Amerika Serikat telah menyerang lebih dari 2.000 target di seluruh Iran sejak meluncurkan operasi militer gabungan pada Sabtu (28/2/2026) pagi.

Menurut laporan tersebut, operasi melibatkan serangan udara berskala besar. Militer Israel menyatakan telah menembakkan ribuan amunisi dan melaksanakan lebih dari 700 sorti sejak awal penyerbuan.

Target yang dilaporkan mencakup tokoh militer dan politik senior, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei serta para komandan Korps Garda Revolusi Islam. Selain itu, sistem pertahanan udara, rudal balistik beserta peluncurnya, fasilitas intelijen, hingga pusat komando juga disebut menjadi sasaran.

Seorang pejabat militer Israel mengatakan kepada surat kabar tersebut, bahwa pasukan Israel dan Amerika Serikat telah bekerja sama selama berbulan-bulan untuk menyusun daftar target, dengan menghabiskan ribuan jam untuk mengumpulkan intelijen dan mempersiapkan operasi.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More