Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Dudung Abdurachman, kembali menegaskan kebakaran hutan dan lahan belum ditetapkan sebagai bencana nasional. Padahal, data dari Walhi menunjukkan 895.657 hektare hutan dan lahan sudah terbakar hingga Agustus 2026. Selain itu, kabut asap yang dihasilkan dari karhutla telah menyeberang hingga ke Malaysia dan Singapura.
Meski begitu, mantan Kepala Staf Presiden (KSP) itu bersikukuh karhutla masih bisa diatasi sendiri oleh negara. "Negara kita masih sanggup (mengatasi karhutla)," ungkap Dudung ketika memberikan keterangan di kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat pada Senin (19/10/2026).
Ia juga menyinggung tawaran bantuan dari Pemerintah Malaysia yang disampaikan oleh Wakil Perdana Menteri Ahmad Zahid Hamidi secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto pada September 2026 lalu. Ketika itu Zahid menawarkan bantuan berupa pesawat Bombardier CL-415MP, 52 personel dan tiga helikopter. Namun, bantuan itu hingga kini belum direspons oleh pemerintah.
"Yang saya katakan (bantuan) dari Malaysia akan memberikan bantuan. Artinya, kalau ditetapkan bencana nasional maka akan ada bantuan-bantuan dari asing ke sini," katanya.
Di sisi lain, Dudung tak mempermasalahkan jenis bantuan yang diberikan negara asing untuk membantu pemadaman karhutla. Namun, terdapat kendala teknis di lapangan.
"Nanti isu teknis di lapangan juga banyak mengalami kendala. Mulai dari distrubusi BBM hingga kurangnya SDM. Jadi, tidak serta merta (tantangannya) hanya alutsista dan personel yang memberikan bantuan," tutur dia.
"Tapi, untuk sementara, kami masih sanggup (menangani pemadaman api)," imbuhnya.
