Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Karier Politik Amien Rais, Dukung Prabowo di Pilpres hingga Isu Teddy
Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais. (instagram.com/@amienraisofficial)
  • Amien Rais dikenal sebagai tokoh reformasi 1998, akademisi UGM, dan mantan Ketua Umum Muhammadiyah yang berperan besar dalam lahirnya era demokrasi di Indonesia.
  • Ia mendirikan Partai Amanat Nasional (PAN) pada 1998, menjadi ketua umumnya, serta berperan penting dalam pemilihan Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid.
  • Sebagai Ketua MPR 1999–2004 dan pendiri Partai Ummat, Amien kembali disorot setelah videonya soal isu Prabowo–Teddy viral dan dibantah pemerintah sebagai hoaks.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
1995–1998

Amien Rais menjabat sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah, memperkuat kiprahnya di organisasi Islam dan membangun basis pengaruh politik.

1998

Amien Rais menjadi tokoh penting dalam gerakan Reformasi 1998 yang menumbangkan Orde Baru dan mendirikan Partai Amanat Nasional (PAN).

1999

Amien Rais berperan dalam proses pemilihan Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

1999–2004

Amien Rais menjabat sebagai Ketua MPR RI. Pada masa ini dilakukan amandemen UUD 1945 termasuk penerapan pemilihan presiden langsung.

2019

Amien Rais memberikan dukungan kepada pasangan Prabowo Subianto–Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

2020

Amien Rais mendirikan Partai Ummat setelah keluar dari PAN untuk melanjutkan perjuangan politiknya.

Pemilu 2024

Partai Ummat di bawah kepemimpinan Amien Rais mendukung pasangan Anies Baswedan–Muhaimin Iskandar sebagai Capres dan Cawapres.

1 Mei 2026

Kementerian Komunikasi dan Digital membantah pernyataan Amien Rais terkait isu kedekatan Presiden Prabowo dengan Seskab Teddy Indra Wijaya, menyebut isi video Amien hoaks dan fitnah.

3 Mei 2026

Kepala Bakom Pemerintah, Muhammad Qodari, menyatakan keprihatinannya terhadap Amien Rais yang dianggap menjadi korban hoaks setelah video tuduhan tersebut beredar.

kini

Video pernyataan Amien Rais tentang isu hubungan Prabowo–Teddy telah hilang dari kanal YouTube resminya dan tidak dapat diakses lagi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Amien Rais dulu bantu ubah Indonesia jadi lebih bebas waktu reformasi. Dia bikin partai dan pernah jadi ketua MPR. Sekarang dia punya Partai Ummat dan dukung Anies dan Muhaimin di pemilu. Belakangan dia bikin video tentang Prabowo dan Teddy, tapi videonya hilang. Pemerintah bilang isi videonya bohong dan tidak benar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Amien Rais dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Ia merupakan figur sentral dalam gerakan Reformasi 1998, yang mendorong berakhirnya kekuasaan Orde Baru.

Kiprah Amien Rais tidak hanya di politik, tetapi juga di dunia akademik dan organisasi kemasyarakatan, menjadikannya salah satu intelektual berpengaruh di Indonesia.

1. Latar belakang belakang dan karier akademik

Tokoh reformasi dan politikus senior Amien Rais (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Amien Rais menempuh pendidikan tinggi di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan melanjutkan studi ke Amerika Serikat (AS). Ia meraih gelar master di University of Notre Dame serta gelar doktor di University of Chicago.

Selain itu, Amien juga pernah menempuh studi di beberapa kampus lain seperti UCLA dan George Washington University. Kariernya sebagai akademisi berkembang hingga menjadi guru besar ilmu politik di UGM dan dikenal sebagai pakar Timur Tengah.

Sejak masa muda, Amien Rais aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan keislaman. Ia juga terlibat di organisasi Islam terbesar di Tanah Air, Muhammadiyah, hingga akhirnya menjabat sebagai ketua umum PP Muhammadiyah pada 1995–1998. Aktivitas intelektual dan organisasi ini menjadi fondasi kuat bagi kiprahnya di dunia politik nasional.

2. Tokoh reformasi dan pendiri PAN

Amien Rais saat menghadiri Musywil PAN Jatim, Minggu (12/1). IDN Times/Fitria Madia

Nama Amien Rais mencuat luas saat krisis politik 1998. Ia menjadi salah satu tokoh yang vokal mengkritik pemerintahan Presiden Kedua RI, Soeharto, dan mendorong perubahan sistem politik. Perannya dalam reformasi menjadikannya simbol perlawanan terhadap otoritarianisme dan turut berkontribusi pada lahirnya era demokrasi di Indonesia.

Pada tahun yang sama, Amien Rais mendirikan Partai Amanat Nasional (PAN) dan menjadi ketua umum pertama. Partai ini kemudian menjadi salah satu kekuatan politik penting di Indonesia. Ia juga dikenal sebagai “king maker” dalam politik nasional, termasuk dalam proses pemilihan Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pada 1999.

3. Eks ketua MPR, dukungan Pilpres, hingga singgung isu kedekatan Prabowo dengan Seskab Teddy

Mantan Ketua MPR, Amien Rais. (www.instagram.com/@partaiummatofficial)

Karier politik Amien Rais mencapai puncak ketika ia menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada 1999–2004. Dalam masa jabatannya, MPR melakukan sejumlah amandemen UUD 1945, termasuk penguatan sistem demokrasi seperti pemilihan presiden secara langsung dan pembatasan masa jabatan presiden.

Dalam perjalanan politik selanjutnya, Amien Rais tetap aktif sebagai tokoh senior. Ia diketahui pernah memberikan dukungan kepada pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Selain itu, ia juga mendirikan Partai Ummat setelah keluar dari PAN pada 2020 sebagai bentuk kelanjutan perjuangan politiknya.

Sementara, pada Pemilu 2024, Partai Ummat mendukung Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. Dukungan ini disampaikan langsung oleh Amien Rais sebagai Ketua Majelis Syura Partai Ummat.

Kini, Amien Rais kembali jadi sorotan publik setelah membahas isu hubungan dekat antara Presiden Prabowo Subianto dengan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya. Video pernyataan Amien yang berdurasi sekitar 8 menit itu sempat diunggah melalui kanal YouTube Amien Rais Official. Namun, saat tulisan ini dimuat konten tersebut kini hilang dan sudah tidak bisa diakses. Adapun video itu berjudul "Jauhkan Istana dari Skandal Moral".

Namun, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) tegas membantah pernyataan Amien Rais. Komdigi menyebut narasi dalam video Amien merupakan hoaks dan fitnah. "Isi video itu hoaks, fitnah dan mengandung ujaran kebencian," ujar Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid seperti dikutip dari situs resmi Kemkomdigi, Jumat, 1 Mei 2026.

Pihak istana juga menyampaikan bantahan yang senada. Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Muhammad Qodari, prihatin terhadap pernyataan tokoh Partai Ummat, Amien Rais, yang menuduh Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, memiliki hubungan spesial.

Menurut Qodari, Amien Rais yang merupakan tokoh reformasi juga bisa mendapat informasi yang tidak benar dan kemudian menyebarkan ulang atau korban hoaks.

“Kalau saya prihatin ya, setelah melihat video Pak Amien Rais itu, prihatinnya itu adalah Pak Amien Rais sebagai tokoh, sebagai akademisi, sebagai profesor doktor, telah menjadi korban dari hoaks,” ujar Qodari dalam keterangannya, dikutip Minggu, 3 Mei 2026.

Editorial Team