Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Menteri Pigai: Pernyataan Amien Rais Tindakan Pelanggaran HAM

Menteri Pigai: Pernyataan Amien Rais Tindakan Pelanggaran HAM
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai saat hadir di Makassar, Senin (12/5/2025). IDN Times/Darsil Yahya
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Menteri HAM Natalius Pigai menilai pernyataan Amien Rais tentang Presiden Prabowo dan Seskab Teddy Indra Wijaya melampaui batas kebebasan berpendapat dan diduga sebagai pelanggaran HAM.
  • Pigai menjelaskan empat aspek pelanggaran, yaitu perlakuan tidak manusiawi, merendahkan martabat, kekerasan verbal, serta pelecehan verbal yang menyerang secara emosional dan psikologis.
  • Amien Rais menuding kedekatan pribadi Prabowo dengan Teddy dapat menggerus kepercayaan publik dan mengusulkan agar Prabowo mencopot Teddy dari jabatan Sekretaris Kabinet.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, menilai pernyataan Amien Rais terkait Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya telah melampaui batas kebebasan berpendapat.

Pigai merespons pernyataan Amien yang disampaikan melalui kanal YouTube. Menurut dia, kritik di ruang publik tetap memiliki batas, terutama ketika menyangkut martabat dan kehormatan seseorang.

“Pernyataan Pak Amien Rais tidak serta merta masuk kategori kebebasan berpendapat. Dalam konteks HAM, Pak Amien patut diduga melakukan tindakan pelanggaran hak asasi manusia,” ujar Pigai dalam keterangan tertulisnya, Minggu (3/5/2026).

1. Empat aspek dasar penilaian

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai (IDN Times/Lia Hutasoit)
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai (IDN Times/Lia Hutasoit)

Pigai memaparkan empat aspek yang menjadi dasar penilaiannya tentang hal tersebut. Pertama, inhuman treatment. Menurut dia, hal tersebut merupakan perlakuan tidak manusiawi, tindakan verbal yang sengaja menimbulkan serangan mental atau nonfisik yang hebat.

Kedua, inhuman degrading, yaitu merendahkan martabat Prabowo dan Teddy. Ketiga, verbal torture atau kekerasan verbal.

Keempat, verbal humiliation, yaitu perundungan atau pelecehan verbal yang menggunakan kata-kata untuk merendahkan, mempermalukan, mengintimidasi, atau menyakiti seseorang secara emosional dan psikologis.

“Saya minta Pak Amien jangan berlindung dibalik kebebasan berbicara karena ada batasnya,” ujar Pigai.

2. Amien sebut kepemimpinan Prabowo-Gibran bisa mangkrak

Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, saat berada di Makassar, Senin (12/5/2025). IDN Times/Darsil Yahya
Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, saat berada di Makassar, Senin (12/5/2025). IDN Times/Darsil Yahya

Di dalam video berdurasi delapan menit dan diunggah ke akun YouTube itu, Amien Rais menuding Presiden Prabowo Subianto memiliki kedekatan khusus dengan Letkol Teddy.

Kedekatan khusus tersebut, kata Amien, bukan sebatas relasi profesional dan pekerjaan, melainkan ada kedekatan personal secara khusus.

"Kalau tidak ada kejelasan penyelesaiannya, maka Prabowo bisa kehilangan political trust atau kepercayaan politik dari masyarakat. Biasanya akan disusul kehilangan legitimasi. Bisa-bisa (usia pemerintahan) bubar setengah jalan, artinya tidak sampai satu periode. Duet Prabowo-Gibran bisa mangkrak," ujar Amien Rais dalam video tersebut.

3. Amien Rais usul Prabowo copot Teddy dari posisi Seskab

Amien Rais (Yotube: Amien Rais Official)
Amien Rais (Yotube: Amien Rais Official)

Amien turut menyinggung isu pribadi Teddy dan hal itu harus dijauhi Prabowo. Dengan begitu, Prabowo bisa kembali fokus bekerja demi bangsa dan negara.

Oleh kerena itu, Amien mengusulkan Prabowo mencopot Teddy Indra Wijaya dari posisi sebagai Sekretaris Kabinet. Sebab, bila rumor itu didiamkan dan tak diambil tindakan, Amien khawatir publik tidak lagi akan mempercayai Prabowo sebagai pemimpin.

“Saya usulkan agar Pak Prabowo secara ksatria, tegas dan meyakinkan, agar Pak Prabowo melepaskan dari glendotan Teddy yang berbahaya itu. Jadi, ganti Teddy dengan sosok yang normal," ucap dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Related Articles

See More