Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kasus Air Keras Andrie Yunus Belum Terungkap, Kapolri Minta Doa
Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo (IDN Times/Irfan Fathurohman)
  • Kapolri Jenderal Listyo Sigit meminta doa agar kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus segera terungkap, sambil memastikan penyelidikan masih terus berjalan.
  • Polri telah menampilkan 86 rekaman CCTV dan menelusuri berbagai sumber informasi tambahan untuk memperkuat bukti serta mengungkap pelaku secara menyeluruh.
  • Ada empat orang diduga sebagai pelaku penyerangan terhadap Andrie Yunus, namun hingga kini belum ada yang ditangkap sementara korban mengalami luka serius di beberapa bagian tubuh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit meminta doa agar kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Bidang Eksternal Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus segera terungkap.

Dia mengatakan, anggotanya hingga saat ini terus bekerja mengusut teror yang terjadi pada aktivis Andrie Yunus.

"Saya kira saat ini seluruh anggota kami sedang bekerja dan mohon doanya untuk hasilnya bisa segera didapat," kata dia kepada wartawan, Rabu (18/3/2026).

1. Ada 86 CCTV sudah ditampilkan

Penampakan tubuh Andrie Yunus usai disiram air keras (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Dia menjelaskan, Polri sampai saat ini terus bekerja. Sudah ada 86 kamera keamanan atau CCTV yang ditampilkan untuk memetakan kasus ini. Presiden Prabowo juga, kata dia, sudah memerintahkan aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus yang tengah diselidiki.

"Kemarin sudah ditampilkan 86 CCTV dan saat ini itu sedang dilakukan pendalaman, yang jelas tentunya kita tidak berhenti sampai di situ," katanya.

2. Tidak akan berhenti pada bukti yang ada saat ini

Olah tempat kejadian perkara penyiraman air keras Andrie Yunus (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Selain itu, penyidik juga menelusuri sumber informasi lain guna memperkuat konstruksi perkara. Seluruh temuan akan dikompilasi agar kasus dapat terungkap secara menyeluruh atau setidaknya menjadi terang. Polri menegaskan tidak akan berhenti pada bukti yang ada saat ini.

"Namun juga mencari sumber informasi, alat bukti lain, barang bukti lain yang kemudian semua kita satukan untuk betul-betul bisa membuat kasus ini menjadi terungkap, ataupun paling tidak menjadi terang benderang," kata dia.

3 Polisi sebut ada empat orang diduga pelaku

Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus yang jadi korban penyiraman air keras (di tengah). (IDN Times/Santi Dewi)

Diketahui, Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, disiram air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) pada Kamis, 12 Maret 2026 malam. Dalam kasus ini, ada empat orang yang diduga sebagai pelaku. Namun, polisi hingga saat ini belum menangkap empat pelaku penyerangan dengan air keras terhadap Andrie Yunus.

Imbasnya Andrie disebut alami luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata. Dia sebelumnya pernah alami beberapa kali teror dan intimidasi utamanya pasca ‘Aksi Geruduk Fairmount’ untuk aksi menolak rancangan UU TNI pada Maret 2025 lalu.

Editorial Team