Jakarta, IDN Times - Mantan Direktur Gas PT Pertamina, Hari Karyuliarto dan mantan VP Strategic Planning Business Development Direktorat Gas Pertamina, Yenni Andayani, dituntut 6,5 tahun dan 5,5 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi pengadaan liquefied natural gas (LNG) atau gas alam cair. Jaksa menyatakan kedua terdakwa bersalah dalam perkara ini.
"Menyatakan terdakwa I Hari Karyuliarto Yulianto dan terdakwa II Yenni Andayani telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan pertama melanggar Pasal 603 juncto Pasal 20 huruf c Juncto Pasal 126 Ayat 1 KUHP," ujar jaksa saat membacakan amar tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026).
Jaksa juga menuntut Hari dan Yenny membayar denda Rp200 juta. Denda harus dibayar dalam waktu sebulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap atau diganti 80 hari kurungan,
Ada sejumlah pertimbangan memberatkan yang dipertimbangkan jaksa, yakni para terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Lalu, perbuatan terdakwa dinilai telah merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara atau lembaga pemerintah dalam penegakan hukum.
"Hal-hal yang meringankan para terdakwa belum pernah dihukum, para terdakwa sopan di persidangan," ujar jaksa.
Kedua terdakwa didakwa merugikan negara 113 juta dolar Amerika Serikat dalam kasus korupsi pengadaan liquefied natural gas (LNG) atau gas alam cair.
Jaksa mengatakan, angka kerugian itu didasari pada laporan hasil pemeriksaan investigatif BPK RI. Jaksa mengatakan pembelian gas itu dilakukan dengan alasan stok gas dalam negeri terbatas sehingga Pertamina perlu membeli gas dari AS.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Kasus Korupsi LNG, Terdakwa Dituntut 5,5 Tahun dan 6,5 Tahun Penjara

Sidang 2 Eks Petinggi Pertamina Hari Karyuliarto dan Yenni Andayani (IDN Times/Aryodamar)
Take a Deeper Read
Curated For You
- KPK: Ajudan Gubernur Riau Jadi Perantara Peneriman Uang Korupsi13 Apr 2026, 18:18 WIB
- Ditahan KPK, Ajudan Gubernur Riau Merasa Namanya Dicatut13 Apr 2026, 16:53 WIB
Editorial Team
EditorDeti Mega Purnamasari
Related Article
5 Tanda Circle Pertemanan yang Sehat dan Dewasa31 Oct 2026, 13:40 WIB
Menstruasi Bukan Pilihan, 5 Negara Ini Bantu Akses Pembalut31 Oct 2026, 13:34 WIB
Capres AS 2028 Didesak Tolak Arsitek Kebijakan Gaza Era Biden31 Oct 2026, 13:26 WIB
Warga Surabaya yang Mau Nonton Parade Juang Bisa Parkir di Sini31 Oct 2026, 13:24 WIB
Pukul Warga saat Kerja Bakti, Kapolres Kapuas Hulu Pilih Minta Maaf31 Oct 2026, 13:14 WIB
Bos WFP Tegaskan Situasi Kelaparan di Gaza Tak Dapat Diterima31 Oct 2026, 13:11 WIB
Harga Beras di Bali Naik Jadi Rp15.531, Ini Daftar Harga Pangan Lainnya 31 Oct 2026, 13:07 WIB
Putusan MA Soal Suket Ijazah Gibran, Hasto: Tak Ada Kebohongan Abadi31 Oct 2026, 13:02 WIB
Kejati Siapkan Bukti Baru Hadapi Praperadilan Eks Pj Gubernur Bahtiar31 Oct 2026, 12:51 WIB
Petugas Taman Safari Belanda Tewas Diterkam Macan Tutul31 Oct 2026, 12:45 WIB
Trik Memakai Lipstik Matte Biar Bibir Nggak Kering dan Pecah-Pecah31 Oct 2026, 12:30 WIB
Komplotan di Pasuruan Kemas Ulang Beras SPHP, Dijual Hingga Rp12 Ribu31 Oct 2026, 12:02 WIB
Pasangan Sering Mengancam Putus saat Bertengkar? Waspadai Pola Ini31 Oct 2026, 12:01 WIB
Tangani Karhutla Papua, BMKG-BNPB Pantau Asap Putih dan Perkuat OMC31 Oct 2026, 11:52 WIB
Bank BJB Cetak Laba Rp1,1 Triliun, Kredit Digital Tumbuh 216 Persen31 Oct 2026, 11:35 WIB
KDM Minta Warga Tetap Bayar Pajak di Tengah Tekanan Fiskal31 Oct 2026, 11:33 WIB
Pemimpin Finlandia dan Norwegia Bahas Perang Ukraina dengan Putin31 Oct 2026, 11:32 WIB
Hari Baik Hindu Bali 31 Oktober 2026, Saatnya Mulai Usaha31 Oct 2026, 11:31 WIB
Bulog Semarang Masif Gelontorkan Bantuan Pangan, Stok Bertahan 4 Bulan31 Oct 2026, 11:30 WIB
Pembacok yang Lompat di Sungai Jagir Ditemukan Meninggal Dunia 31 Oct 2026, 11:29 WIB