Presiden Brasil Tolak AS Tetapkan Geng Kriminal sebagai Teroris

- Presiden Brasil Lula da Silva menolak keputusan AS yang menetapkan geng PCC dan CV sebagai organisasi teroris, menyebut langkah itu bentuk campur tangan terhadap demokrasi Brasil.
- Lula menegaskan bahwa Brasil mampu menangani geng kriminalnya sendiri melalui hukum dan aparat keamanan nasional, serta meminta AS mengekstradisi pemimpin geng yang berada di Miami.
- Pemerintah AS resmi memasukkan PCC dan CV ke daftar organisasi teroris asing setelah dorongan dari politisi sayap kanan Brasil, dengan alasan kedua geng melakukan kekerasan di Amerika Selatan.
Jakarta, IDN Times - Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva mengecam Amerika Serikat (AS) yang menetapkan dua geng kriminal di negaranya sebagai teroris. Menurutnya, tindakan tersebut menunjukkan AS bermain dengan demokrasi di Brasil.
“Kami tidak akan menerima diperlakukan seperti anak kecil. Kami tidak akan menerima diperlukan seperti sebuah negara yang lebih kecil,” terangnya, dikutip dari France24, Sabtu (30/5/2026).
Beberapa tahun terakhir, hubungan antara AS dan Brasil merenggang. Namun, hubungannya kembali membaik setelah kunjungan Lula ke Washington pada awal Mei.
1. Lula sebut PCC dan CV bukan teroris yang dicari AS

Lula mengatakan bahwa dua geng kriminal terbesar di Brasil, Comando Vermelho (CV) dan Primeiro Comando da Capital (PCC) bukan yang dicari AS. Menurutnya, teroris yang dicari AS adalah seperti Osama bin Laden.
“Mereka adalah teroris karena merusak keluarga, merusak lingkungan masyarakat, dan merusak kota. Kami akan melawannya sendiri di rumah kita sendiri. Mereka bukan yang dicari Presiden AS, Donald Trump, tapi yang dicari adalah tokoh seperti Osama bin Laden,” ungkapnya.
Presiden sayap kiri itu memperingatkan agar AS tidak bermain-main dengan negara berdaulat dan demokrasi di Brasil. Sementara, polisi federal Brasil mengatakan PCC dan CV tidak masuk dalam kategori organisasi teroris dan masuk kriminal terorganisir.
2. Lula sebut Brasil dapat melawan organisasi kriminal sendiri

Pada saat yang sama, Lula mengakui bahwa PCC dan CV adalah teroris bagi warga yang tinggal di pinggir kota. Mereka sudah mencuri apa yang dimiliki warga dan melebarkan kekuasaannya dengan cara kekerasan.
Dilansir EFE, Lula menyebut Brasil dapat melakukannya sendiri dan melawan gang kriminal tersebut dengan hukum, media, dan aparat keamanannya sendiri. Ia pun mendesak AS untuk segera mengekstradisi pemimpin geng kriminal yang tinggal di Miami.
3. AS menetapkan PCC dan CV sebagai organisasi teroris

Pada Kamis (28/5/2026), Kementerian Luar Negeri AS resmi menetapkan PCC dan CV sebagai organisasi teroris asing. Pihaknya menyebut, kedua geng kriminal itu menjadi organisasi kriminal terbesar di Amerika Selatan dan melakukan tindakan brutal terhadap petugas keamanan dan warga sipil.
Penetapan ini dilakukan setelah kandidat presiden sayap kanan di Brasil, Flavio Bolsonaro berkunjung ke Washington. Ia mendorong AS untuk menetapkan organisasi kriminal itu sebagai organisasi teroris.
Sebelumnya, AS sudah menetapkan organisasi kriminal di sejumlah negara sebagai teroris, seperti Kartel Sinaloa, Cartel de Jalisco Nueva Generacion (CJNG), Mara Salvatrucha (MS-13), Tren de Aragua. Mereka juga masuk dalam daftar terorisme atau sanksi finansial.


















