Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump jumpa pers terkait serangan dan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Sabtu (3/1/2026). (Youtube/The White House)
GMNI juga menilai tindakan AS sebagai bagian dari pola panjang intervensi imperialisme yang kerap menggunakan dalih demokrasi, anti-terorisme, hingga pemberantasan narkoba. Pola ini, menurut GMNI, pernah dialami Indonesia pada era Presiden Sukarno.
“Sejarah Indonesia memberi pelajaran pahit. Bung Karno yang konsisten menentang imperialisme dilemahkan melalui operasi intelijen, perang opini, dan eksploitasi konflik internal hingga runtuh pasca-1965,” kata Andreas.
Dalam konteks itu, GMNI menilai sikap pemerintah Indonesia saat ini masih normatif dan cenderung abu-abu. Seruan penghormatan terhadap hukum internasional dinilai belum cukup mencerminkan prinsip politik luar negeri bebas-aktif.
“Pemerintah harus tegas. Sebagai bangsa yang berprinsip anti-penjajahan, Indonesia wajib menggalang solidaritas global, khususnya negara-negara non-blok, untuk menentang intervensi AS di Venezuela, sebagaimana sikap Indonesia dalam membela Palestina,” ujar Andreas.