Paus Leo Angkat Suara soal Venezuela, Minta Hormati Kedaulatan dan HAM

- Paus Leo tegaskan pentingnya kedaulatan Venezuela dan kesejahteraan rakyat.
- Paus Leo serukan jalur dialog demi hindari kekacauan regional.
- Paus Leo desak penghormatan HAM dan supremasi hukum dalam masa transisi Venezuela.
Jakarta, IDN Times - Paus Leo menyerukan agar Venezuela tetap menjadi negara merdeka dan berdaulat setelah Amerika Serikat (AS) menggulingkan Presiden Nicolas Maduro melalui operasi militer yang berujung pada penangkapannya. Seruan tersebut disampaikan dalam doa Angelus di Lapangan Santo Petrus pada Minggu (4/1/2026). Paus menyatakan mengikuti perkembangan situasi di Venezuela dengan jiwa yang penuh keprihatinan.
Paus Leo, yang merupakan Paus pertama asal AS, menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hak asasi manusia dan supremasi hukum sebagaimana dijamin dalam konstitusi Venezuela. Pernyataannya menjadi tanggapan resmi pertama dari Vatikan terhadap langkah Presiden Donald Trump, yang sebelumnya menyatakan bahwa AS akan mengendalikan Venezuela setelah penangkapan Maduro.
1. Paus Leo tegaskan pentingnya kedaulatan Venezuela dan kesejahteraan rakyat

Dalam pernyataannya saat doa Angelus di Lapangan Santo Petrus, Paus Leo menegaskan bahwa Venezuela harus tetap menjadi negara berdaulat di tengah perubahan besar setelah operasi militer AS yang menggulingkan Presiden Nicolas Maduro. Ia menekankan bahwa setiap langkah politik maupun keamanan di negara tersebut tidak boleh mengorbankan kedaulatan nasional dan hak-hak dasar warga negara.
“Kita tidak boleh menunda untuk mengatasi kekerasan dan menempuh jalan keadilan dan perdamaian, sambil menjamin kedaulatan negara,” ujar Paus Leo, dilansir The Sun.
Pernyataan itu dipandang sebagai sinyal kuat bahwa Vatikan menolak setiap upaya pengelolaan Venezuela yang mengabaikan prinsip kemerdekaan dan penentuan nasib sendiri.
Paus juga menegaskan bahwa kesejahteraan rakyat Venezuela harus menjadi prioritas utama di atas kepentingan politik, ekonomi, maupun geopolitik negara lain.
“Kebaikan rakyat Venezuela yang tercinta harus mengungguli setiap pertimbangan lainnya,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa setiap solusi politik harus berorientasi pada perlindungan warga sipil dan selaras dengan hukum internasional.
2. Paus Leo serukan jalur dialog demi hindari kekacauan regional

Paus Leo menyatakan keprihatinan mendalam terhadap cara AS menggulingkan Presiden Nicolas Maduro melalui operasi militer yang berujung pada penangkapan dan pemindahannya ke pusat penahanan di New York. Maduro kini menghadapi dakwaan terkait perdagangan narkotika di pengadilan AS.
Vatikan memperingatkan bahwa tindakan itu berpotensi memicu kekerasan lanjutan dan ketidakstabilan politik di kawasan Amerika Latin. Paus Leo sebelumnya telah menyatakan penolakan terhadap opsi invasi militer. Pada Desember 2025, ia mendesak pemerintahan Trump agar menempuh jalur diplomasi dan tekanan ekonomi sebagai alternatif untuk menangani krisis di Caracas.
“Lebih baik mengeksplorasi jalan dialog, atau mungkin tekanan, termasuk tekanan ekonomi,” ujar Paus.
3. Paus Leo desak penghormatan HAM dan supremasi hukum dalam masa transisi Venezuela

Dalam seruannya, Paus Leo tidak hanya menyoroti pentingnya menjaga kedaulatan Venezuela, tetapi juga menegaskan perlunya menegakkan hak asasi manusia dan supremasi hukum sebagaimana diatur dalam konstitusi negara tersebut. Ia meminta agar seluruh pihak, baik di dalam maupun di luar negeri, menjamin penghormatan terhadap hak-hak sipil dan politik semua warga, termasuk mereka yang memiliki pandangan politik berbeda.
Paus Leo mendesak agar masa transisi politik di Venezuela diarahkan menuju jalan keadilan dan perdamaian yang menjaga kedaulatan dan konstitusi. Dalam doa Angelus, ia menyampaikan bahwa masa depan Venezuela harus dibangun melalui kolaborasi, stabilitas, dan harmoni, dengan perhatian khusus kepada kelompok masyarakat termiskin yang paling terdampak krisis ekonomi.















