Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kemenag: Ledakan di MAN 3 Padang Bukan Bom, tapi Petasan Milik Korban Bully
Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag), Amien Suyitno (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Kemenag menegaskan ledakan di MAN 3 Padang bukan bom, melainkan petasan milik siswa yang menjadi korban perundungan.
  • Pelaku merakit petasan setelah belajar dari video YouTube dan media sosial, lalu mendapat pendampingan sesuai aturan.
  • Pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dan masih menyelidiki motif serta kronologi kejadian tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag), Amien Suyitno, mengatakan ledakan yang terjadi di MAN 3 Padang, pada Selasa (14/7/2026), bukan berasal dari bom. Berdasarkan laporan yang diterimanya, ledakan itu berasal dari petasan.

"Begini ya, mungkin teman-teman juga sudah ngikuti. Jadi kami sudah mendapatkan laporan resmi dari Pak Kakanwil bahwa itu bukan teror bom," ujar Suyitno di Jakarta, Kamis (16/7/2026).

1. Ledakan berasal dari petasan

Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag), Amien Suyitno (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Suyitno mengatakan, ledakan itu berasal dari petasan. Petasan yang meledak itu milik salah satu siswa yang menjadi korban perundungan.

"Jadi memang ada kasus di sana problem perundungan. Jadi ada siswa yang menjadi korban perundungan dan kemudian menurut laporan saya terima, itu terjadi karena pelaku merasa menjadi orang yang termarginalkan gara-gara dirundung, dan akhirnya membuat semacam alat apa ya, semacam mercon (petasan) lah, ya," kata dia.

2. Belajar buat petasan dari YouTube

Personel Polri melakukan pengamanan di MAN 3 Padang (Foto: Istimewa)

Suyitno mengatakan, pelaku bisa merakit petasan setelah menonton video dari YouTube dan media sosial lainnya. Pelaku juga sudah diberi edukasi oleh tim pendamping sesuai aturan yang berlaku.

"Dan itu juga sebagai penanda bahwa ternyata yang selama ini selalu kita dengungkan pentingnya anti kekerasan, ini juga tidak kalah pentingnya kita mencegah anti kekerasan di dunia digital, di dunia medsos. Karena memang kasus seperti ini ternyata tidak belajar dengan cara-cara yang konvensional yang lewat offline," ucap dia.

3. Tidak ada korban jiwa

Personel Polri melakukan pengamanan di MAN 3 Padang (Foto: Istimewa)

Sebelumnya, seorang siswa di MAN 3 Padang dinarasikan nekat meledakan bom rakitan. Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, mengatakan tak ada korban dalam ledakan tersebut.

"Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada korban jiwa dan kita berharap kejadian ini tidak terjadi lagi ke depannya," ujar dia.

Menurutnya, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut soal kejadian tersebut serta motif yang melatarbelakangi kejadian tersebut. Pihaknya akan memberikan informasi terkait kelanjutan ledakan itu.

Curated For You

Editorial Team

Related Article