Kegiatan pemberian materi di dalam kelas bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di Pusat Pendidikan Kesehatan Puskesad, Kramat Jati, Jakarta Timur. (IDN Times/Santi Dewi)
Selain itu, Donny menyebut, Kemhan telah membentuk tim investigasi untuk mengusut kematian lima calon manajer Kopdes saat mengikuti latsarmil. Tim investigasi terdiri dari Kemhan dan Kementerian Kesehatan.
"Kami sudah bentuk dan nanti akan kami tindak lanjuti untuk melihat atau mencari data-data tambahan mengapa kok ini bisa terjadi," kata Donny.
Donny menyebut peserta yang meninggal di Satdik Halim akibat adanya penularan penyakit. Novia Ramadani Sihotang semula disebut meninggal karena mengidap Tuberkulosis (TBC), tetapi belakangan Kementerian Kesehatan menyebut Novia meninggal akibat terkena infeksi paru-paru yang disebabkan virus.
"Yang kejadian di Halim terkait paru-paru, ini juga karena ada penularan di sana. Ini kami lakukan tindakan pencegahan bersama dengan Kementerian Kesehatan," tutur dia.
Meski tim investigasi belum selesai bekerja, Donny menyebut, penyebab lima calon manajer Kopdes meninggal akibat beberapa hal. Pertama, kelelahan dan kedua, perubahan pola hidup.
"Penyebab (kematiannya) memang berbeda-beda. Tapi kalau bisa kami tarik kesimpulan, pertama karena kelelahan dan kemudian, karena ada perubahan pola hidup. Dari semula kehidupan sipil lalu masuk ke kehidupan barak. Yang mana kan semua harus dilakukan penuh disiplin," katanya.
Faktor penyebab ketiga, kata Donny, karena cuaca panas terik. Ia pun mengakui ada peserta yang meninggal memiliki penyakit bawaan. Ia mengatakan riwayat penyakit itu sudah terdeteksi saat proses seleksi, namun penyakit yang diidap diklaim masih aman, sehingga peserta bisa mengikuti latsar militer.
"Yang jadi penyebab ini, beberapa dari mereka, sebetulnya juga banyak kondisi kesehatannya tidak baik-baik saja. Hanya beberapa saja karena mungkin ada kasus-kasus tertentu, disebabkan cuaca sehingga kondisi (fisik) yang sudah terbatas, akhirnya yang bersangkutan meninggal dunia," tutur dia.
Donny mengklasifikasikan dari lima peserta SPPI yang meninggal, dua disebabkan keluhan di paru-paru, dan tiga karena permasalahan di jantung. Dua peserta yang meninggal akibat keluhan di paru-paru mengikuti pelatihan di satuan pendidikan di area Halim.
"Yang lainnya (meningga) di satdik di Baturaja, Balikpapan dan Singkawang. Yang di Balikpapan dan Singkawang, meninggal karena terkait penyakit jantung," imbuhnya.