Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kemhan Buka Suara soal Kesepakatan Izin Terbang AS di Wilayah Udara RI
Kolonel Arm Rico Ricardo Sirait yang akan menjabat Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan. (Dokumentasi TNI AD)
  • Kementerian Pertahanan RI menegaskan dokumen izin terbang pesawat militer AS yang beredar masih berupa rancangan awal dan belum menjadi perjanjian resmi.
  • Dokumen tersebut membahas rencana pemberian akses terbang menyeluruh bagi pesawat militer AS di wilayah udara Indonesia untuk operasi, krisis, dan latihan bersama.
  • Rancangan kesepakatan itu disebut sebagai tindak lanjut dari pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump di Washington pada Februari 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Februari 2026

Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Donald Trump di Washington pada sela peresmian Board of Peace (BoP). Pertemuan ini menjadi dasar pembahasan rencana izin terbang pesawat militer AS di wilayah udara Indonesia.

13 April 2026

Kementerian Pertahanan RI melalui Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menegaskan bahwa dokumen kesepakatan izin terbang AS masih berupa rancangan awal dan belum menjadi perjanjian final. Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan resmi kepada media.

15 April 2026

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dijadwalkan menandatangani kesepakatan izin terbang dengan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth di Washington DC.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kementerian Pertahanan RI menanggapi beredarnya dokumen rancangan kesepakatan yang disebut memberikan izin terbang menyeluruh bagi pesawat militer Amerika Serikat di wilayah udara Indonesia.
  • Who?
    Kepala Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, serta Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth disebut dalam konteks pembahasan dokumen tersebut.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Jakarta, sementara pembahasan dan rencana penandatanganan disebut berlangsung di Washington DC, Amerika Serikat.
  • When?
    Pernyataan resmi disampaikan pada Senin, 13 April 2026. Penandatanganan kesepakatan dijadwalkan pada Rabu, 15 April 2026.
  • Why?
    Dokumen itu bertujuan mengatur izin terbang bagi pesawat militer AS untuk operasi kontinjensi, respons krisis, dan latihan bersama melalui sistem pemberitahuan kepada Indonesia.
  • How?
    Kemhan menjelaskan bahwa dokumen tersebut masih berupa rancangan awal yang sedang dibahas secara internal dan antarinstansi, belum menjadi perjanjian final atau dasar kebijakan resmi pemerintah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada kabar tentang izin pesawat Amerika mau terbang di langit Indonesia. Tentara Indonesia bilang memang ada kertas rencana itu, tapi masih dibahas dan belum jadi aturan sungguhan. Katanya dulu Presiden Prabowo dan Presiden Trump sempat bicara soal ini di Amerika. Sekarang semua orang masih menunggu hasil pembicaraan itu selesai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan resmi Kementerian Pertahanan menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga transparansi dan kehati-hatian dalam setiap kerja sama pertahanan. Dengan menegaskan bahwa dokumen izin terbang tersebut masih berupa rancangan awal, Kemhan memastikan setiap langkah diambil melalui pembahasan internal yang matang dan koordinasi antarinstansi, mencerminkan proses pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Pertahanan RI akhirnya buka suara mengenai dokumen kesepakatan rahasia yang menyebut Indonesia akan memberikan izin terbang secara menyeluruh bagi pesawat militer Amerika Serikat (AS). Kepala Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait membenarkan adanya dokumen tersebut. Namun, sifatnya masih merupakan rancangan awal.

"Kementerian Pertahanan Republik Indonesaia menegaskan bahwa dokumen yang beredar saat ini merupakan rancangan awal yang masih dalam tahap pembahasan internal dan antarinstansi," ujar Rico di dalam keterangan yang diterima IDN Times pada Senin (13/4/2026).

Ia menegaskan dokumen tersebut belum menjadi perjanjian final dan mengikat secara hukum. "Sehingga, belum dapat dijadikan dasar kebijakan resmi oleh Pemerintah Indonesia," kata jenderal bintang satu itu.

Sementara, ketika IDN Times menanyakan apakah finalisasi pembahasan dokumen dilakukan saat kunjungan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ke Washington DC pada pekan ini, Rico tak meresponsnya.

Sebelumnya, sebuah dokumen pertahanan rahasia Amerika Serikat (AS) menguraikan rencana akses bebas terbang bagi pesawat militer milik Negeri Paman Sam dengan lewat wilayah udara Indonesia. Dilansir dari laman The Sunday Guardian, dokumen rahasia itu merupakan tindak lanjut dari pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump di Washington pada Februari 2026 lalu. Pertemuan tersebut terjadi di sela-sela peresmian Board of Peace (BoP).

Departemen Perang AS kemudian mengirimkan sebuah dokumen berjudul 'Operasional Penerbangan Lintas Udara AS' ke Kementerian Pertahanan. Tujuan dari pengaturan itu yaitu Pemerintah Indonesia memberikan izin terbang secara menyeluruh bagi pesawat AS melalui ruang udara Indonesia untuk operasi kontijensi, respons krisis, dan kegiatan latihan bersama.

Lebih lanjut, di dalam dokumen itu juga disebut bahwa pesawat AS dapat transit langsung dengan memberikan notifikasi kepada Indonesia. Proposal tersebut menetapkan sistem berbasis pemberitahuan daripada izin per kasus. Hal ini secara signifikan mengurangi kendala prosedural pada mobilitas militer Negeri Paman Sam.

Berdasarkan dokumen rahasia itu, telah tercapai kesepakatan antara Indonesia dan AS mengenai pengaturan tersebut. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dijadwalkan akan meneken kesepakatan itu bersama dengan Menhan AS, Pete Hegseth pada Rabu (15/4/2026).

Editorial Team