Veteran Militer AS Didakwa karena Bocorkan Dokumen Rahasia ke Jurnalis
- Departemen Kehakiman AS mendakwa veteran militer Courtney Williams karena membocorkan dokumen rahasia dari Fort Bragg kepada jurnalis untuk bahan buku tentang unit elite militer.
- Penyelidikan FBI menemukan komunikasi intensif antara Williams dan jurnalis Seth Harp, termasuk panggilan 10 jam dan 180 pesan teks yang berisi informasi sensitif terkait operasi Delta Force.
- Williams dijerat Undang-Undang Spionase dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup, sementara Harp membela tindakannya sebagai upaya mengungkap kebenaran di lingkungan militer.
Jakarta, IDN Times - Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) resmi mendakwa seorang veteran Angkatan Darat atas tuduhan pembocoran informasi rahasia negara pada Rabu (8/4/2026). Courtney Williams (40), perempuan asal North Carolina, diduga membocorkan data sensitif mengenai unit elite militer kepada seorang jurnalis untuk dijadikan materi sebuah buku.
Kasus ini terungkap setelah penyelidikan federal mengidentifikasi adanya transmisi informasi ilegal dari Fort Bragg kepada pihak yang tidak berwenang. Dakwaan ini menjadi sinyal ketegasan pemerintah AS dalam menindak pelanggaran keamanan nasional yang melibatkan mantan personel militer.
1. Williams memiliki akses penuh terhadap dokumen rahasia

Courtney Williams diketahui pernah bertugas sebagai teknisi dukungan operasional di Unit Militer Spesial (SMU) Fort Bragg pada rentang tahun 2010 hingga 2016. Posisi tersebut memberikannya izin keamanan tingkat tinggi. Selama bertugas, ia menangani rincian taktik dari berbagai misi sensitif dan secara hukum terikat kewajiban untuk merahasiakan seluruh informasi pertahanan negara seumur hidup.
Menanggapi pelanggaran ini, Biro Investigasi Federal (FBI) menyatakan bahwa tindakan Williams sangat membahayakan keselamatan banyak pihak.
"Courtney Williams telah bersumpah untuk menjaga rahasia negara, namun ia diduga mengkhianati janji tersebut. Ia membagikan rahasia ke media dan membahayakan negara, para tentara, serta rekan senegara kita," tegas Roman Rozhavsky, Asisten Direktur FBI, dilansir Military Times.
2. FBI menemukan komunikasi intensif hingga 10 jam antara Williams dan jurnalis Seth Harp

Hasil penyelidikan mengungkap bahwa antara tahun 2022 hingga 2025, Williams menjalin komunikasi intensif dengan jurnalis Seth Harp. Keduanya tercatat berkomunikasi melalui telepon dengan total durasi sepuluh jam serta bertukar 180 pesan teks.
Informasi rahasia yang dibocorkan tersebut kemudian menjadi bahan utama bagi buku berjudul "The Fort Bragg Cartel", yang mengklaim membongkar dugaan korupsi dan rahasia operasional di unit Delta Force.
Dalam salah satu pesan teks yang disita penyidik, Williams sempat mengutarakan kekhawatirannya sendiri.
"Selain ada beberapa fakta yang salah, saya khawatir dengan banyaknya rahasia yang terbongkar. Rasanya semua taktik dan prosedur militer bocor atas nama saya," tulis Williams.
Petugas federal juga menemukan sepuluh kumpulan dokumen digital di komputer pribadi Williams yang diduga sengaja dihimpun untuk diserahkan secara ilegal kepada pihak media.
3. Williams terancam hukuman penjara seumur hidup

Akibat tindakannya, Williams kini dijerat dengan Undang-Undang Spionase (Espionage Act) dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup. Dalam percakapan pribadi dengan keluarga yang berhasil diidentifikasi, Williams mengaku telah menyadari bahwa ia kemungkinan besar akan ditangkap dan menghadapi masa kurungan yang panjang.
Di sisi lain, jurnalis Seth Harp memberikan pembelaan terhadap sumbernya. Ia menyebut Williams sebagai sosok yang berjasa mengungkap kebenaran.
"Courtney Williams adalah orang berani yang membela kebenaran. Pemerintah mengejarnya hanya karena dia membongkar kasus pelecehan seksual dan diskriminasi di unit militer tersebut," ungkap Harp.

















