Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kapal induk Prancis, Charles de Gaulle (R91) yang mengangkut tiga pesawat jet tempur Rafale tiba di Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.(ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)
Kapal induk Prancis, Charles de Gaulle (R91) yang mengangkut tiga pesawat jet tempur Rafale tiba di Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.(ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)

Intinya sih...

  • Seremoni penyerahan jet tempur Rafale menyesuaikan jadwal Prabowo

  • Pilot TNI AU sudah berlatih mengemudikan Rafale di Prancis

  • Pembelian enam jet tempur Rafale mencapai Rp15,7 triliun

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Pertahanan memastikan tiga unit jet tempur Rafale buatan Prancis sudah berada di Indonesia. Tiga unit jet tempur itu kini sudah berada di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.

"Tiga unit pesawat tempur Rafale telah berada di Indonesia dan ditempatkan di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru," ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait kepada IDN Times melalui pesan pendek pada Selasa (27/1/2026).

Jenderal bintang satu itu menambahkan jet tempur Rafale merupakan Multi Role Combat Aircraft dan bakal dioperasikan oleh Skadron Udara 12 TNI Angkatan Udara (AU). Secara administratif dan teknis, proses serah terima sudah diselesaikan.

"Tiga unit jet Rafale merupakan batch-1 dari total 42 unit Rafale yang dipesan Indonesia. Sementara, pengiriman berikutnya akan dilaksanakan secara bertahap sesuai kontrak dan kesiapan teknis," tutur dia.

1. Seremoni penyerahan jet tempur Rafale menyesuaikan jadwal Prabowo

Presiden Prabowo Subianto menghadiri jamuan santap malam pribadi bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, pada Jumat (23/1/2026). (Dok. Sekretariat Presiden)

Lebih lanjut, terkait seremoni penyerahan jet tempur Rafale bakal menyesuaikan jadwal Presiden Prabowo Subianto. Padahal, semula penyerahan tiga jet tempur itu dijadwalkan pada Kamis (29/1/2026). Agenda tersebut berubah usai Prabowo kembali dari Prancis.

"Seremoni penerimaan resmi akan dilaksanakan kemudian menyesuaikan agenda pimpinan nasional," tutur Rico.

2. Pilot TNI AU sudah berlatih mengemudikan Rafale di Prancis

Empat penerbang tempur TNI AU yang telah menyelesaikan pelatihan jet tempur Rafale di Pangkalan Udara 113 Saint-Dizier. (Dokumentasi TNI AU)

Sebelumnya, pilot TNI Angkatan Udara (AU) Empat penerbang tempur TNI AU yang telah menyelesaikan pelatihan jet tempur Rafale di Pangkalan Udara 113 Saint-Dizier. (Dokumentasi TNI AU) pada Desember 2025 lalu. Mereka merupakan tim pilot Rafale Batch-A. Pelatihan itu telah berlangsung selama empat bulan sejak Agustus 2025.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana, mengatakan selama pelatihan di Saint-Dizier, para penerbang menjalani bina terbang dan simulator dengan materi air to air siang dan malam. Empat pilot itu juga berlatih metode air to ground, low level navigation dan konversi backseater sebagai instruktur.

"Setiap penerbang juga telah melaksanakan dua kali penerbangan Solo, masing-masing satu penerbangan siang, dan satu penerbangan malam," ujar Suadnyana.

Lebih lanjut, Suadnyana mengatakan, usai menuntaskan pelatihan di Pangkalan Udara Prancis, keempat pilot itu ke Paris untuk mengikuti kursus untuk memahami AASM (Armage Air-Sol Modulaire) Hammer yang diselenggarakan Safran. AASM merupakan senjata bom munisi berorientasi presisi Prancis yang dikembangkan Safran Electronics and Defense.

3. Pembelian enam jet tempur Rafale mencapai Rp15,7 triliun

potret jet tempur Rafale B milik Angkatan Udara Prancis (commons.wikimedia.org/Alan Wilson)

Prabowo Subianto ketika masih menjabat Menteri Pertahanan sudah menyebut 42 jet tempur Rafale bakal tiba ke Tanah Air secara bertahap. Namun, ia tak menyampaikan total nilai kontrak pembelian 42 jet tempur tersebut. 

Juru bicara Menhan kala itu, Dahnil Anzar Simanjuntak sempat membocorkan nilai kontrak tahap pertama untuk enam jet tempur Rafale. Nilainya mencapai 1,1 miliar dolar Amerika Serikat atau setara Rp15,7 triliun. 

Pria yang sudah menjadi jubir Prabowo sejak di Partai Gerindra itu menyebut, usai pembayaran uang muka, proses produksi baru dilakukan. Ia menegaskan pembelian alutsista tidak sama dengan membeli kendaraan ke dealer yang setelah terjadi transaksi, barangnya langsung dikirim ke rumah. 

"Kami prediksi hingga ke tahap delivery, butuh waktu hampir 56 bulan atau hampir lima tahun," ujar Dahnil pada September 2022 lalu. 

Editorial Team