Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ketua RT Sempat Terima Laporan Ada Orang Pingsan di Klinik Mordent
Klinik Mordent, lokasi tewasnya penjaga rumah Febrie Adriansyah. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Jakarta, IDN Times - Ketua RT 11 Kelurahan Pulo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Ima, ikut mendampingi polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), di Klinik Mordent, Minggu (26/7/2026). Klinik tersebut merupakan tempat ditemukannya penjaga rumah Febrie Adriansyah, Sutrimo, tak sadarkan diri pada Kamis (23/7/2026).

Meski demikian, Ima mengaku tidak mengetahui secara rinci peristiwa tersebut.

"Gak tahu, kan saya baru denger, ini baru tahu ini saya dapat informasinya pas saya mau berangkat itu, tukang ojek bilang ada orang pingsan. Ada orang pingsan di pinggir jalan, sudah dibawa ke rumah sakit," ujar Ima.

Saat mengetahui orang pingsan itu bukan merupakan warganya, Ima tidak menindaklanjuti.

"Tapi warga saya gak ada yang melapor (tindak lanjut), jadi saya gak merespons balik. Saya pikir hanya angin lalu aja lah, wong udah ada orang pingsan di pinggir jalan, orang lewat, dibawa ke rumah sakit, ya udah bener. Gak ada yang lapor berarti bukan warga saya. Jadi saya gak terus mikirin lagi. Saya pikir udah sembuh orangnya," kata dia.

Ima juga tidak mengetahui Klinik Mordent itu ada penjaganya atau tidak. Sebab, klinik tersebut sudah lama tidak beroperasi.

"Saya gak ngerti. Saya pikir ini rumah kosong, jadi saya pikir orang lewat yang pingsan. Rumah kosong jadi saya gak tahu," kata dia.

Pantauan IDN Times di lokasi, polisi terlebih dulu melakukan olah TKP di halaman klinik. Salah satu yang diperiksa adalah tempat sampah. Setelah itu, polisi masuk ke dalam klinik.

Setelah beberapa waktu di dalam klinik, polisi keluar dengan membawa bantal berwarna biru yang dibungkus plastik bening, sejumlah botol plastik. Selain itu, sepeda motor matic yang terparkir di halaman klinik juga ikut dibawa.

Usai melakukan olah TKP, polisi kemudian memasang garis di pagar klinik.

Klinik tersebut tampak sudah lama tidak beroperasi. Banyak daun kering berserakan di halaman klinik.

Sementara itu, plafon di depan pintu masuk juga ada yang sudah berjatuhan. Cat putihnya pun tak lagi bersih, sejumlah jamur menempel pada dinding. Saat ini, Polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara.

Sutrimo ditemukan tak sadarkan diri di klinik tersebut, dia kemudian dibawa menuju RS Muhammadiyah Taman Puring, tetapi nyawanya tak tertolong.

Polda Metro Jaya menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya saudara Sutrimo. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (26/7/2026).

Curated For You

Editorial Team

Related Article