Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kisah Kakek Cari Korban KRL, Pesan Terakhir: Pak 10 Menit Lagi Sampai
Rajihun, kakek korban kecelakaan maut commuter line dan KA Argo Bromo Anggrek, yang masih mencari-cari cucunya. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
  • Tita Septia Wardani, mahasiswi 21 tahun, terakhir mengirim pesan kepada orang tuanya sebelum kecelakaan KRL di Bekasi Timur terjadi.
  • Keluarga Tita mencari ke berbagai rumah sakit namun belum menemukan keberadaannya, hingga disarankan menuju RS Polri untuk mengecek korban tanpa identitas.
  • Barang-barang milik Tita ditemukan utuh di posko Bekasi Timur, membuat keluarga semakin cemas dan menunggu kabar dengan penuh harap.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada kereta tabrakan di Bekasi Timur. Seorang gadis namanya Tita kirim pesan ke orang tuanya, bilang sebentar lagi sampai Cibitung. Tapi lalu keretanya kecelakaan. Kakeknya, Pak Rajihun, cari Tita ke banyak rumah sakit tapi belum ketemu. Tas dan barang Tita sudah ditemukan, tapi Titanya belum ada. Semua keluarganya sedih dan masih menunggu kabar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - “Pak, 10 menit lagi saya sampai Cibitung.” Pesan singkat itu menjadi komunikasi terakhir yang dikirim Tita Septia Wardani kepada orang tuanya sebelum kecelakaan kereta Commuter Line di Bekasi Timur terjadi.

Kakek Tita, Rajihun, menceritakan cucunya yang berusia 21 tahun itu sempat memberi kabar ia hampir tiba di tujuan pada orangtuanya. Namun, beberapa saat kemudian, keluarga justru mendapat informasi kereta yang ditumpangi Tita mengalami kecelakaan.

“Sebelum kejadian, 10 menit sebelumnya dia sempat WhatsApp ke orang tuanya. Bilangnya 10 menit lagi sampai Cibitung. Tapi saat bapaknya jemput di stasiun, ternyata kereta kecelakaan,” ujar Rajihun di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).

Sejak saat itu, keluarga langsung mencari Tita ke sejumlah rumah sakit yang disebut menerima korban. Namun hingga kini, keberadaan Tita belum juga ditemukan.

“Saya sudah berusaha mencari di beberapa rumah sakit yang di-share di grup WhatsApp, ada RS Plumbon, RSUD Cibitung, Bella Bekasi Timur, RS Prima Bekasi Timur, dan sekarang di RSUD Bekasi pun tidak ada,” katanya.

Pihak rumah sakit kemudian menyarankan keluarga untuk mencari ke RS Polri, tempat rujukan korban tanpa identitas.

“Direkomendasikan ke RS Polri. Jadi semua korban tanpa identitas ada di sana. Kemungkinan ada di sana, dan selamat itu doa saya sebagai kakek,” lanjutnya.

Tita diketahui merupakan mahasiswa yang setiap hari menggunakan KRL untuk beraktivitas. Saat kejadian, ia tengah dalam perjalanan pulang dari Jakarta.

Di tengah pencarian, keluarga menemukan barang-barang milik Tita di posko Bekasi Timur. Tasnya ditemukan dalam kondisi utuh, lengkap dengan isi di dalamnya.

“Barang korban ada di posko Bekasi Timur, tasnya utuh. HP, dompet, dan payung masih lengkap. Jadi korban ini terlepas dari tas,” ungkap Rajihun.

Kondisi tersebut membuat keluarga semakin cemas. Hingga kini, mereka hanya bisa menunggu kabar dengan perasaan syok.

“Di rumah semua syok, hanya menunggu kabar dari saya,” kata Rajihun, dengan mata berkaca-kaca.

Editorial Team