Cerita Joko Keliling RS di Bekasi Cari Keponakan: Barangnya Ketemu di Stasiun

- Joko berkeliling sejumlah rumah sakit di Bekasi mencari keponakannya, Arinjani Novita Sari, yang hilang setelah kecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.
- Barang-barang milik Arinjani ditemukan di Stasiun Bekasi Timur, namun keberadaannya masih belum diketahui meski keluarga telah menyusuri berbagai rumah sakit dan stasiun sekitar.
- Kecelakaan terjadi saat KRL Cikarang arah Jakarta menabrak taksi di perlintasan tanpa palang pintu, lalu ditabrak KA Argo Bromo Anggrek, menewaskan 14 orang dan melukai 84 lainnya.
Jakarta, IDN Times - Wajah Joko tampak gelisah saat membaca daftar nama korban yang terpampang di depan bangsal perawatan IGD RSUD Kota Bekasi. Joko langsung menghubungi seseorang lewat ponsel.
Pesan yang disampaikan seolah sudah berulang kali keluar dari bibirnya, nama keponakannya, Arinjani Novita Sari, tidak ada di daftar korban kecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek yang terpampang di rumah sakit. RSUD Kota Bekasi bukan rumah sakit pertama yang disambangi Joko.
Dengan tubuh begetar, Joko sempat menceritakan kegelisahan mencari keponakannya yang menumpang KRL yang ditabrak KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.
"Semalam WA-an sama tantenya, (dia bilang) sebentar lagi sampai. Tapi usai kejadian tersebut, dia tidak bisa dihubungi sampai sekarang," kata Joko saat berbincang dengan IDN Times di RSUD Bekasi, Selasa (28/4/2026).
Rasa gelisah kian menyelimuti Joko dan keluarga. Pasalnya, barang-barang yang dibawa Arinjani saat menumpang KRL nahas itu ditemukan di Stasiun Bekasi Timur.
"Semua barangnya ditemukan di stasiun," kata Joko sambil memperlihatkan foto keponakannya itu.
Joko menyebut, seluruh keluarga sudah mencari keberadaan perempuan berusia 22 tahun itu. Sejumlah stasiun hingga rumah sakit di Bekasi sudah disambangi, tetapi hasilnya masih nihil.
"Semua RS di Bekasi sudah dikunjungi. Saya sudah ke RS Primaya, RS Hermina, Bella, Siloam, dan RS RSUD," ucapnya.
Tabrakan kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden bermula saat KRL Cikarang arah Jakarta menabrak taksi yang melintas di perlintasan tanpa palang pintu.
Akibat kejadian itu, perjalanan KRL lainnya arah Jakarta-Cikarang yang ada di Stasiun Bekasi Timur terhambat sehingga rangkaian KRL tersebut belum melaju. Nahas, rangkaian KRL itu ditabrak oleh Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Pasar Turi sehingga kecelakaan pun tak dapat dihindari.
Akibat kejadian tersebut, hingga Selasa (28/4/2026), pukul 08.45 WIB tercatat 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka.
















