Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Komnas HAM Desak Polisi Dalami Penyebab Korban Jiwa saat Demo 27 Agustus
Personel kepolisian dan TNI lakukan patroli untuk menjaga keamanan usai terjadi aksi demo 27 Agustus 2026. (Dokumentasi Puspen TNI)
  • Komnas HAM meminta Polda Metro Jaya mendalami dugaan keterlibatan salah satu ormas dalam kericuhan demonstrasi 27-28 Agustus.
  • Komnas HAM belum menyimpulkan keterlibatan ormas, sementara polisi telah memulai penyelidikan terkait meninggalnya satu orang.
  • Yusril Ihza Mahendra mengingatkan tudingan yang belum terverifikasi tidak memperkeruh situasi dan memicu kekerasan lanjutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
27-28 Agustus

Terjadi demonstrasi yang berujung kericuhan dan mengakibatkan satu orang meninggal dunia.

Kamis (27/8/2026) malam

Kericuhan terjadi setelah demonstrasi di sekitar Gedung DPR/MPR RI. Situasi kemudian meluas ke Pejompongan, Jakarta Pusat.

Senin (31/8/2026)

Saurlin P. Siagian menyampaikan permintaan Komnas HAM agar Polda Metro Jaya mendalami dugaan keterlibatan ormas. Yusril mengingatkan tudingan yang belum terverifikasi tidak memperkeruh situasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Komnas HAM meminta pendalaman dugaan keterlibatan salah satu ormas dalam kericuhan demonstrasi yang menewaskan satu orang.
  • Who?
    Komnas HAM, Polda Metro Jaya, Saurlin P. Siagian, Bambang, Faturrohman, dan Yusril Ihza Mahendra.
  • Where?
    Kericuhan terjadi di sekitar Gedung DPR/MPR RI dan meluas ke Pejompongan, Jakarta Pusat. Saurlin ditemui di Mabes Polri.
  • When?
    Demonstrasi berlangsung pada 27-28 Agustus. Kericuhan terjadi Kamis (27/8/2026) malam, sementara Saurlin dan Yusril dikutip Senin (31/8/2026).
  • Why?
    Pendalaman diminta karena ada dugaan keterlibatan salah satu ormas dalam kericuhan serta penyelidikan atas meninggalnya satu orang.
  • How?
    Polda Metro Jaya disebut telah memulai penyelidikan. Komnas HAM mendorong penyelidikan terhadap orang yang terlibat demonstrasi dan menindaklanjuti yang terkait kerusuhan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Komnas HAM meminta polisi di Polda Metro Jaya mencari tahu dugaan ormas ikut dalam kericuhan demo. Satu warga bernama Bambang meninggal setelah ditemukan tidak sadar dan dibawa ke rumah sakit. Faturrohman juga diberitakan mengalami penganiayaan. Polisi masih menyelidiki semua kejadian itu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Permintaan Komnas HAM agar Polda Metro Jaya mendalami dugaan keterlibatan ormas menunjukkan penanganan yang tidak tergesa-gesa menyimpulkan. Dorongan untuk membebaskan orang yang tidak terkait kerusuhan juga menempatkan penyelidikan pada pemeriksaan keterlibatan masing-masing. Peringatan Yusril mengenai informasi belum terverifikasi turut menekankan pentingnya menjaga situasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Komnas HAM meminta Polda Metro Jaya mendalami dugaan keterlibatan salah satu ormas dalam kericuhan demonstrasi pada 27-28 Agustus 2026, yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Komnas HAM belum menyimpulkan adanya keterlibatan ormas dalam peristiwa tersebut.

“Kita meminta Polda Metro untuk melakukan pendalaman," kata Komisioner Komnas HAM, Saurlin P. Siagian, saat ditemui di Mabes Polri, Senin (31/8/2026).

1. Komnas HAM belum pastikan keterlibatan ormas

Personel kepolisian dan TNI lakukan patroli untuk menjaga keamanan usai terjadi aksi demo 27 Agustus 2026. (Dokumentasi Puspen TNI)

Saurlin menjelaskan saat ini Polda Metro Jaya sudah melakukan penyidikan soal satu warga yang meninggal, Bambang-- seorang pedagang kaca di Pejompongan, dan penanganan demonstran. Dia meminta yang tidak terlibat dalam kerusuhan agar dibebaskan .

"Pihak Polda Metro menyampaikan sudah memulai penyelidikan terkait meninggalnya satu orang ya. Kami mendorong supaya memang dilakukan penyelidikan terkait dengan orang-orang yang terlibat dari demonstrasi. Yang memang tidak terkait kerusuhan, kita minta memang dibebaskan. Tetapi yang terkait kerusuhan, saya kira perlu ditindaklanjuti juga," kata dia.

2. Satu orang tewas usai demo 27 Agustus 2026

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melayat ke rumah warga Pejompongan yang tewas dianiaya saat kerusuhan usai demo, Jumat (28/8/2026). dok tangkapan layar video istimewa

Kericuhan terjadi setelah demonstrasi di sekitar Gedung DPR/MPR RI pada Kamis, 27 Agustus 2026 malam. Situasi kemudian meluas ke kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.

Dalam rangkaian peristiwa itu, yang menjadi perhatian adalah saat Bambang meninggal setelah ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan dievakuasi ke rumah sakit.

Sementara, Faturrohman, siswa kelas 12, diberitakan mengalami penganiayaan setelah terseret dalam situasi kericuhan. Polisi kemudian menyatakan masih menyelidiki rangkaian kejadian tersebut.

3. Yusril minta tudingan keterlibatan ormas tak perkeruh situasi

Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. (IDN Times/Trio Hamdani)

Sementara, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, mengingatkan masyarakat tak memperkeruh situasi, dengan tudingan keterlibatan organisasi kemasyarakatan dalam kekerasan pascademonstrasi 27 Agustus 2026. Dia menilai informasi yang belum terverifikasi dapat memicu persoalan baru.

“Jangan sampai peristiwa yang sedang diselidiki ini kemudian memicu kericuhan atau kekerasan lanjutan,” kata Yusril dalam keterangan dikutip Senin (31/8/2026).

Editorial Team

Related Article