Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Komunitas BISA Ajak Ratusan Relawan Bersihkan Pantai Kelan di Bali
Ratusan relawan yang terdiri dari siswa sekolah, mahasiswa, hingga pemerhati lingkungan kompak melakukan aksi bersih-bersih pantai di Pantai Kelan, Kecamatan Kuta, Badung, Jumat (24/4/2026). (Dok. Istimewa)
  • Ratusan relawan dari berbagai kalangan ikut aksi bersih-bersih Pantai Kelan yang digelar Komunitas BISA sebagai respons terhadap persoalan sampah pesisir di Bali.
  • Kegiatan ini melibatkan pelajar, mahasiswa, dan pegiat lingkungan yang dibagi dalam beberapa kelompok untuk menyisir pantai sambil belajar langsung tentang pengelolaan sampah.
  • Selain membersihkan pantai, para relawan juga melakukan brand audit sampah guna mengidentifikasi jenis dan asal kemasan untuk mendorong tanggung jawab produsen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Februari lalu

Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan tegas dalam Rakornas di Sentul agar seluruh pihak bergerak serentak membersihkan pesisir Bali.

24 April 2026

Komunitas BISA menggelar aksi bersih-bersih pantai di Pantai Kelan, Kuta, Badung. Ratusan relawan dari pelajar, mahasiswa, dan pegiat lingkungan ikut serta menyisir pantai dan melakukan brand audit sampah.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Aksi bersih-bersih pantai dan brand audit sampah dilakukan di Pantai Kelan sebagai upaya mengatasi persoalan sampah pesisir di Bali.
  • Who?
    Komunitas Bersih Itu Sederhana Aja (BISA) bersama ratusan relawan, termasuk siswa, mahasiswa, pegiat lingkungan, serta tokoh pendidikan seperti Direktur Poltekpar Bali Ida Bagus Putu Puja.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Pantai Kelan, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, mencakup area dari sisi utara dekat Bandara Ngurah Rai hingga selatan berbatasan dengan Pantai Kedonganan.
  • When?
    Aksi dilaksanakan pada Jumat pagi, 24 April 2026.
  • Why?
    Kegiatan ini digelar untuk merespons kondisi darurat sampah pesisir di Bali dan mendukung arahan pemerintah agar seluruh pihak bergerak membersihkan kawasan pantai.
  • How?
    Relawan dibagi menjadi tiga kelompok menyisir pantai dari utara ke selatan sambil mengumpulkan dan memilah sampah berdasarkan jenis untuk keperluan brand audit produsen kemasan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak orang datang ke Pantai Kelan buat bersih-bersih sampah. Ada kakak sekolah, mahasiswa, dan orang yang sayang alam. Mereka jalan dari ujung pantai sampai ujung lain sambil ambil sampah plastik dan kaleng. Komunitas BISA yang ajak semua. Sekarang pantainya jadi lebih bersih dan orang-orang senang kerja bareng.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Aksi bersih pantai yang digagas Komunitas BISA di Pantai Kelan menunjukkan semangat kolaborasi lintas generasi dalam menjaga lingkungan. Keterlibatan pelajar, mahasiswa, dan pegiat lingkungan menciptakan suasana belajar langsung yang inspiratif, sementara kegiatan brand audit menandai langkah konkret menuju tanggung jawab bersama atas sampah kemasan dan pengelolaan pesisir yang lebih sadar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ratusan relawan yang terdiri dari siswa sekolah, mahasiswa, hingga pemerhati lingkungan kompak melakukan aksi bersih-bersih pantai (beach clean-up) di Pantai Kelan, Kecamatan Kuta, Badung, Jumat (24/4/2026) pagi. Kegiatan ini diinisiasi oleh Komunitas Bersih Itu Sederhana Aja (BISA) sebagai bentuk respons terhadap persoalan sampah pesisir di Bali.

Aksi berlangsung meriah dan penuh semangat. Para relawan menyisir sepanjang Pantai Kelan, mulai dari sisi utara yang berbatasan dengan Bandara Ngurah Rai hingga ke bagian selatan yang berbatasan dengan Pantai Kedonganan.

1. Aksi bersih pantai sebagai respons darurat sampah di Bali

Ilustrasi Pantai Kelan (Dok.Pribadi/Natalia Indah)

Kegiatan ini merupakan program tambahan dari Komunitas BISA dalam merespons kondisi darurat sampah di Bali, khususnya di kawasan pesisir. Selain menghadapi tingginya timbulan sampah, pemerintah daerah juga dihadapkan pada persoalan serius terkait sampah laut.

Isu ini semakin mendapat perhatian setelah arahan tegas Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Sentul pada Februari lalu, yang meminta seluruh pihak bergerak serentak membersihkan pesisir Bali.

Founder Komunitas BISA, Dr. Soendoro Soepringgo, menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar mengikuti tren.

"Kami melakukan beach clean-up bukan karena latah, tapi ini bagian dari upaya konsisten kami untuk menangani masalah sampah pantai yang nyata di depan mata," ujarnya.

2. Libatkan pelajar, mahasiswa, hingga pegiat lingkungan

Ratusan relawan yang terdiri dari siswa sekolah, mahasiswa, hingga pemerhati lingkungan kompak melakukan aksi bersih-bersih pantai di Pantai Kelan, Kecamatan Kuta, Badung, Jumat (24/4/2026). (Dok. Istimewa)

Aksi bersih pantai ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali, siswa SMP 3 Kedonganan, siswa SMA 1 Kuta Selatan, hingga para pegiat lingkungan.

Para relawan dibagi menjadi tiga kelompok untuk menyisir zona yang telah ditentukan. Mereka bergerak secara estafet dari arah utara menuju selatan, lalu mengumpulkan sampah di titik akhir yang telah disepakati.

Direktur Poltekpar Bali, Ida Bagus Putu Puja, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi aksi ini sebagai sarana pembelajaran langsung di luar kelas.

"Ini pembelajaran yang baik. Jadi bukan hanya di pantai, tapi di rumah, di kampus, dan sekolah kita harus bisa mengelola sampah," tegasnya.

3. Tak sekadar bersih-bersih, relawan lakukan brand audit sampah

Ilustrasi pemilahan sampah (freepik.com/jcomp)

Menariknya, kegiatan ini tidak hanya fokus pada pengumpulan sampah, tetapi juga melakukan brand audit. Para relawan memilah sampah ke dalam berbagai kategori, seperti botol plastik, gelas plastik, saset, sedotan, alat makan plastik, kaleng, hingga styrofoam.

Data dari hasil audit ini nantinya akan dimanfaatkan untuk mendorong tanggung jawab produsen terhadap sampah kemasan yang mereka hasilkan.

Komunitas BISA sendiri merupakan wadah anak muda peduli lingkungan yang berbasis di Desa Kutuh, Kuta Selatan. Fokus utama mereka adalah edukasi pengelolaan sampah dari sumbernya, dengan sasaran utama generasi muda di lingkungan sekolah.

Melalui aksi ini, Komunitas BISA berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah, khususnya di wilayah pesisir, semakin meningkat.

Editorial Team