Jakarta, IDN Times - Di sebuah ruangan rapat di Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang, sejumlah pejabat dari berbagai instansi duduk mengelilingi meja panjang berlapis kain biru. Di hadapan mereka, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Benacana (BNPB), Letjen TNI Kristomei Sianturi memimpin komando rapat. Ini sekaligus menjadi pekerjaan pertamanya setelah ditunjuk Presiden Prabowo Subianto untuk menahkodai BNPB.
Pergantian pucuk pimpinan BNPB terjadi di tengah maraknya bencana yang menghantui negeri ini, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan (Sumsel) dan sejumlah wilayah lain di Indonesia. Kristomei kini ditunjuk Kepala Negara menggantikan seniornya di TNI, Suharyanto.
Dalam rapat itu, Kristomei ingin mengidentifikasi dan memetakan langsung berbagai kendala serta kebutuhan penanganan karhutla di daerah yang membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat.
“Ini kunjungan perdana saya sejak saya jadi Kepala BNPB. Jadi saya baca masalah, apa sih yang sudah kita kerjakan dan apa sih yang akan perlu bantuan pusat untuk diback-up," ujar Kristomei, Palembang, Minggu (18/10/2026).
