Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Anggota DPR Minta Kristomei Evaluasi Pengawasan Anggaran BNPB usai OTT KPK

3 min read
Anggota DPR Minta Kristomei Evaluasi Pengawasan Anggaran BNPB usai OTT KPK
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian. (Dok. DPR RI)
  • Hetifah Sjaifudian meminta Kepala BNPB Kristomei Sianturi mengevaluasi pengadaan dan pengawasan anggaran kebencanaan.

  • Pergantian kepemimpinan BNPB diharapkan tidak mengganggu penanganan karhutla di Kalimantan.

  • Kristomei akan memeriksa ulang data karhutla dan mencocokkannya dengan pemantauan SiPongi serta satelit NASA.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi VIII DPR RI, Hetifah Sjaifudian meminta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi segera mengevaluasi sistem pengadaan dan pengawasan anggaran di lembaganya. Dana kebencanaan harus dipastikan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Selain itu, Hetifah mendesak agar pergantian kepemimpinan di BNPB bisa menjadi momentum untuk memperkuat integritas organisasi. Ini menyusul adanya dugaan korupsi terhadap dana siap pakai kebencanaan yang turut menjerat sejumlah pihak di BNPB.

"Kepada Kepala BNPB yang baru, Bapak Kristomei Sianturi, agar beliau segera memperkuat integritas organisasi, mengevaluasi sistem pengadaan dan pengawasan anggaran, serta memastikan dana kebencanaan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan," kata Hetifah kepada wartawan, Kamis (15/10/2026).

  1. 1. Pergantian kepemimpinan BNPB jangan menganggu penanganan karhutla

    Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian
    Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian. (Dok. DPR RI)

    Politikus Golkar itu meminta pergantian kepemimpinan di BNPB tidak mengganggu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia pun menaruh harapan besar kepada Kristomei agar memberikan perhatian penuh terhadap Kalimantan Timur, daerah pemilihannya, serta wilayah Kalimantan lainnya yang masih berjibaku dengan kepulan asap akibat karhutla.

    Menurut dia, karhutla bukan lagi sekadar persoalan lingkungan, melainkan sudah menyangkut kesehatan masyarakat, keselamatan anak-anak, kelangsungan pendidikan, dan aktivitas ekonomi warga di daerah-daerah terdampak.

    "Saya meminta Kepala BNPB yang baru segera memastikan penanganan karhutla tidak terganggu oleh pergantian kepemimpinan," kata dia.

  2. 2. Harap Kristomei segera turun ke lapangan percepat penanganan karhutla

    Ketua Komisi X DPR RI Fraksi Golkar Hetifah Sjaifudian. (Dok. DPR RI)
    Ketua Komisi X DPR RI Fraksi Golkar Hetifah Sjaifudian. (Dok. DPR RI)

    Hetifah menekankan pentingnya memperkuat bantuan pemerintah pusat ke daerah, baik melalui tambahan personel, peralatan, operasi udara seperti water bombing dan modifikasi cuaca sesuai kebutuhan, maupun dukungan anggaran yang cepat dan tepat sasaran.

    Perhatian khusus juga harus diberikan kepada masyarakat yang terdampak asap, terutama anak-anak, lansia, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya. Ketersediaan masker, layanan kesehatan, pemantauan kualitas udara, serta langkah perlindungan bagi anak-anak sekolah harus menjadi bagian dari penanganan darurat.

    Hetifah juga berharap Kristomei segera turun langsung ke daerah-daerah terdampak, mendengarkan kebutuhan pemerintah daerah, petugas lapangan, dan masyarakat.

    "Jangan sampai daerah harus berjuang sendiri menghadapi bencana yang berlangsung lama dan skalanya sudah membutuhkan dukungan nasional," kata dia.

  3. 3. Kepala BNPB bakal cek ulang data karhutla

    Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kristomei Sianturi
    Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kristomei Sianturi (IDN Times/Trio Hamdani)

    Kepala BNPB) Kristomei Sianturi menyatakan akan memeriksa ulang data luas karhutla yang sebelumnya dilaporkan hanya sisa 639,23 hektare dalam rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto.

    "Pasti dong. Kan tadi saya bilang saya konsolidasi internal dulu, saya cek dulu data fakta yang ada saat ini," katanya usai dilantik sebagai Kepala BNPB di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026).

    Kristomei mengatakan, pemeriksaan dilakukan dengan mencocokkan data dari Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi) dan hasil pemantauan satelit NASA. BNPB juga akan memeriksa dampak kebakaran berdasarkan data yang tersedia. Namun, Kristomei menegaskan keselamatan warga menjadi prioritas dalam penanganan bencana. Dia menekankan penanganan karhutla dilakukan untuk mencegah jatuhnya korban jiwa.

    "Berapa sih luasan yang sebenarnya itu. Kan itu bisa dihitung gitu lho. Dan dampaknya apa gitu lho," ujar dia.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More