Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Tandyo Budi Revita ketika memimpin upacara pemakaman Kapten Cpn Nurhafiz Akbar Rizky Hartio. (Dokumentasi TNI AD)
  • KSAD Jenderal Tandyo Budi Revita menunggu kotak hitam Mi-17V5 ditemukan untuk mengungkap kendala kecelakaan saat misi water bombing karhutla di Seruyan, Kalimantan Tengah.
  • Kecelakaan menewaskan Letkol Cpn Dudi Firmansyah, Kapten Cpn Nurhafiz Akbar, dan Sertu Heri Prasetyo; lima prajurit lain selamat serta dievakuasi ke RS Kuala Pembuang.
  • Penanganan karhutla tetap berlangsung dengan 636 sortie, sekitar 1,2 juta liter air ditebarkan, dan 18.989 personel TNI AD dikerahkan di Kalimantan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Helikopter Mi-17V5 milik TNI AD jatuh di laut saat mengambil air untuk misi water bombing penanganan kebakaran hutan dan lahan.
  • Who?
    Tiga prajurit TNI AD gugur, yakni Letkol Cpn Dudi Firmansyah, Kapten Cpn Nurhafiz Akbar, dan Sertu Heri Prasetyo. Lima prajurit lainnya dievakuasi selamat.
  • Where?
    Helikopter jatuh di laut saat menjalankan misi di Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Para korban selamat dibawa ke Rumah Sakit Kuala Pembuang.
  • When?
    Kecelakaan terjadi pada Rabu, 4 November 2026, pukul 11.18 WIB, setelah helikopter lepas landas dari Kuala Pambuang pukul 09.55 WIB.
  • Why?
    Penyebab kecelakaan per saat ini masih ditelusuri. KSAD Jenderal Tandyo Budi Revita menunggu penemuan kotak hitam untuk mengetahui kendala saat helikopter jatuh.
  • How?
    TNI AD dan tim gabungan mengevakuasi korban melalui jalur udara dan laut. Pencarian kotak hitam masih berlangsung, sementara operasi penanganan karhutla di Kalimantan tetap berjalan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Helikopter TNI AD jatuh di laut saat mau ambil air untuk memadamkan kebakaran hutan di Kalimantan. Tiga prajurit meninggal, termasuk pilot Dudi. Lima prajurit selamat dan dibawa ke rumah sakit. Pak Tandyo menunggu kotak hitam ditemukan agar tahu penyebabnya. TNI AD tetap memadamkan kebakaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah duka kecelakaan, penanganan karhutla di Kalimantan tetap berlangsung dengan pengerahan personel dan ratusan sortie penerbangan yang telah menebarkan air untuk membantu pemadaman. Evakuasi lima prajurit dalam keadaan selamat serta pencarian kotak hitam juga menunjukkan perhatian pada keselamatan, penanganan korban, dan penelusuran penyebab insiden.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Tandyo Budi Revita, menunggu penemuan kotak hitam Helikopter Mi-17V5 milik TNI AD yang jatuh di laut pada Rabu (4/11/2026). Insiden tersebut menewaskan tiga prajurit TNI AD, termasuk pilot utama helikopter, Letnan Kolonel Cpn Dudi Firmansyah. Hingga kini proses pencarian kotak hitam Helikopter Mi-17V5 masih dilakukan.

"(Penyebab helikopter jatuh), kami masih nunggu kotak hitam (ditemukan)," ujar Tandyo di Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Giri Tunggal, Semarang pada Kamis (5/11/2026).

Dia pun meminta publik untuk mendoakan agar kotak hitam helikopter tersebut dapat segera ditemukan.

"Karena kotak hitam yang ada di situ bisa memberikan jawaban apa kendala yang pada saat terjadi crash heli Mi-17 ini," kata dia.

Selain Letkol Cpn Dudi, ada dua prajurit lainnya yang gugur. Mereka adalah Kapten Cpn Nurhafiz Akbar dan Sertu Heri Prasetyo. Tandyo mengatakan, ketiganya sudah berada di Kalimantan selama dua bulan terakhir.

"Tiga almarhum ini sudah hampir dua bulan di sana," kata dia.

Helikopter Mi-17V5 itu jatuh di laut ketika hendak melakukan misi water bombing di Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan di Kalimantan Tengah.

1. TNI AD telah mengerahkan 636 sortie penerbangan untuk mengatasi karhutla Kalimantan

Ilustrasi pemadaman karhutla. Antara Foto/Nova Wahyudi

Tandyo mengatakan, penanganan karhutla tetap berjalan seperti biasa usai jatuhnya satu helikopter milik TNI AD. Sejauh ini, TNI AD telah mengerahkan 636 sortie penerbangan untuk mengatasi karhutla di Kalimantan. Sementara, jumlah prajurit yang dikerahkan telah mencapai 18.989 untuk penanganan karhutla di Pulau Kalimantan.

"Kemarin itu terakhir adalah 636 sortie, kalau dihitung airnya itu kurang lebih 1,2 juta liter air yang sudah ditebarkan untuk membantu kebakaran di Kalimantan. (Penanganan karhutla) tetap berjalan. Sekarang, kami mengerahkan kurang lebih, khusus angkatan darat, 18.989 personel di Kalimantan ini. Jadi, sangat besar (jumlah personel) kita. Ini bukti pemerintah menangani karhutla di sana sangat serius," ujar dia.

2. KSAD Tandyo memimpin upacara pemakaman militer salah satu kru helikopter

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Tandyo Budi Revita ketika memimpin upacara pemakaman Kapten Cpn Nurhafiz Akbar Rizky Hartio. (Dokumentasi TNI AD)

Tandyo juga memimpin upacara pemakaman militer Kapten Cpn (Anumerta) Nurhafiz Akbar Rizky yang gugur dalam kecelakaan helikopter itu. Upacara dilakukan secara militer di taman makam pahlawan.

Tandyo mengatakan, gugurnya Nurhafiz menjadi duka bagi keluarga besar TNI AD.

"Dedikasi dan keberaniannya dalam menjalankan misi kemanusiaan mencerminkan komitmen prajurit untuk hadir membantu masyarakat, termasuk dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan," kata dia.

Tandyo turut mengucapkan belasungkawa dan memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas pengabdian Nurhafiz.

"Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan," kata dia.

3. Lima prajurit TNI AD berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Tandyo Budi Revita ketika memimpin upacara pemakaman Kapten Cpn Nurhafiz Akbar Rizky Hartio. (Dokumentasi TNI AD)

Selain tiga prajurit TNI AD yang gugur, lima anggota lainnya ikut dievakuasi dalam keadaan selamat. Mereka dibawa ke Rumah Sakit Kuala Pembuang.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono, menjelaskan, Helikopter Mi 17V5 lepas landas dari Kuala Pambuang pada Rabu pukul 09.55 WIB menuju Telaga Pulang untuk melaksanakan misi pemadaman karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).

"Kecelakaan terjadi saat helikopter melakukan pengambilan air laut untuk water bombing," ujar Donny di dalam keterangan tertulis pada Rabu kemarin.

Kecelakaan itu terjadi pada pukul 11.18 WIB. Proses evakuasi dilakukan oleh TNI AD dan tim gabungan lewat jalur udara dan laut. Peristiwa tersebut merupakan kecelakaan kerja saat pelaksanaan tugas operasi pemadaman karhutla Sedangkan, penyebab kecelakaan masih ditelusuri.

Curated For You

Editorial Team

Related Article