Jakarta, IDN Times - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Tandyo Budi Revita, menunggu penemuan kotak hitam Helikopter Mi-17V5 milik TNI AD yang jatuh di laut pada Rabu (4/11/2026). Insiden tersebut menewaskan tiga prajurit TNI AD, termasuk pilot utama helikopter, Letnan Kolonel Cpn Dudi Firmansyah. Hingga kini proses pencarian kotak hitam Helikopter Mi-17V5 masih dilakukan.
"(Penyebab helikopter jatuh), kami masih nunggu kotak hitam (ditemukan)," ujar Tandyo di Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Giri Tunggal, Semarang pada Kamis (5/11/2026).
Dia pun meminta publik untuk mendoakan agar kotak hitam helikopter tersebut dapat segera ditemukan.
"Karena kotak hitam yang ada di situ bisa memberikan jawaban apa kendala yang pada saat terjadi crash heli Mi-17 ini," kata dia.
Selain Letkol Cpn Dudi, ada dua prajurit lainnya yang gugur. Mereka adalah Kapten Cpn Nurhafiz Akbar dan Sertu Heri Prasetyo. Tandyo mengatakan, ketiganya sudah berada di Kalimantan selama dua bulan terakhir.
"Tiga almarhum ini sudah hampir dua bulan di sana," kata dia.
Helikopter Mi-17V5 itu jatuh di laut ketika hendak melakukan misi water bombing di Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan di Kalimantan Tengah.