"Keluarga besar Kementerian Kehutanan menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Letkol Cpn Dudi Firmansyah, Kapten Cpn Nurhafiz Akbar dan Sertu Heri Prasetyo. Kami menyampaikan penghormatan dan terima kasih atas dedikasi serta pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara," demikian unggahan Kemenhut di akun media sosialnya dan dikutip pada Kamis (5/11/2026).
Prajurit TNI Gugur dalam Misi Karhutla Bertambah Jadi 3 Orang

- Tiga prajurit TNI AD gugur saat Helikopter Mi-17V5 menjalankan misi water bombing karhutla di Perairan Desa Sungai Perlu, Seruyan, Kalimantan Tengah, pada 4 November 2026.
- Lima anggota lain selamat dan dirawat di RS Kuala Pembuang setelah helikopter mengalami kecelakaan saat mengambil air laut; penyebab insiden masih ditelusuri.
- BNPB mencatat 1.615 hektare lahan terbakar dan 864 titik api di sejumlah wilayah, sementara 47 unit alutsista udara dikerahkan untuk penanganan karhutla.
Jakarta, IDN Times - Jumlah prajurit TNI Angkatan Darat (AD) yang gugur dalam misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah bertambah menjadi tiga orang. Mereka gugur ketika Helikopter Mi-17V5 yang ditumpangi melakukan misi water bombing di Perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Rabu, 4 November 2026.
Konfirmasi bertambahnya prajurit TNI AD yang gugur disampaikan Kementerian Kehutanan. Ketiga prajurit TNI AD yang gugur yakni Letnan Kolonel Cpn Dudi Firmansyah, Kapten Cpn Nuhafiz Akbar dan Sertu Heri Prasetyo. Ketiga prajurit TNI AD itu merupakan bagian dari satgas udara di Pusat Penerangan AD.
"Pengabdian dan jasa pahlawan yang gugur bertugas akan senantiasa dikenang," kata mereka.
Sebelumnya, TNI AD membenarkan insiden jatuhnya helikopter di Kabupaten Seruyan. Namun, saat itu dilaporkan satu orang prajurit TNI AD yang gugur.
1. Lima prajurit yang luka-luka sudah dibawa ke rumah sakit

Tiga prajurit TNI Angkatan Darat (AD) yang gugur dalam misi water bombing karhutla di Kalimantan Tengah. (www.instagram.com/@skadron12_ajy) Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan selain prajurit TNI yang gugur, ada lima anggota lain yang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Mereka dibawa ke Rumah Sakit Kuala Pembuang.
Jenderal bintang satu menjelaskan Helikopter Mi 17V5 lepas landas dari Kuala Pambuang pada Rabu kemarin pukul 09.55 WIB menuju ke Telaga Pulang untuk melaksanakan misi pemadaman karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).
"Kecelakaan terjadi saat helikopter melakukan pengambilan air laut untuk water bombing," ungkap Donny di dalam keterangan tertulis pada Rabu kemarin.
Kecelakaan itu terjadi pada pukul 11.18 WIB. Proses evakuasi dilakukan oleh TNI AD dan tim gabungan lewat jalur udara dan laut. Peristiwa tersebut merupakan kecelakaan kerja saat pelaksanaan tugas operasi pemadaman karhutla Sedangkan, penyebab kecelakaan masih ditelusuri.
"TNI AD masih terus mengupayakan evakuasi serta memprioritaskan penanganan medis bagi kru yang telah berhasil diselamatkan," tutur dia.
2. BNPB ungkap masih ada 1.615 hektare lahan di enam provinsi yang terbakar

Keadaan kebakaran hutan dan lahan di Tanah Air per 3 November 2026. (Tangkapan layar YouTube BNPB) Sementara, berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Selasa, 3 November 2026 lalu, masih ada 1.615 lahan yang terbakar. Lahan tersebut tidak hanya didominasi di Pulau Kalimantan dan Sumatra saja, melainkan juga sudah menyebar hingga ke Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua Selatan.
"Ada total titik api (fire spot) ada 864. Sedangkan, luas lahan yang masih dalam penanganan ada 1,615 hektare," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan pada Rabu, 4 November 2026.
Berdasarkan data yang dimiliki oleh BNPB, luas lahan yang terbakar dan berhasil dipadamkan dalam jumlah yang signfikan berada di Papua Selatan. Jumlah area yang berhasil dipadamkan mencapai 203 hektare.
Sementara, wilayah lainnya seperti Kalimantan Tengah, area yang terbakar bertambah 664 hektare. Begitu juga dengan titik api di Kalteng, ikut bertambah menjadi 425. Area yang terbakar di Jambi naik 403 hektare.
3. Satgas gabungan kerahkan 47 unit alutsista udara

Data pengerahan alutsista udara untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan. (Tangkapan layar BNPB) Sementara, jumlah alutsista udara yang dikerahkan mencapai 47 unit. Berdasarkan data BNPB, mayoritas unit alutsista udara disiapkan untuk penanganan karhutla di enam provinsi prioritas yakni Kalimantan Tengah (11 unit), Sumatra Selatan (9 unit), Kalimantan Barat (7 unit), Kalimantan Selatan (7 unit), Jambi (4 unit), dan Riau (2 unit).
"Ada penambahan armada udara untuk Maluku Utara dan Sulawesi Tenggara masing-masing satu unit. Selain itu, ada reposisi (armada udara) dari satu posisi ke posisi yang lain. Tentu, ini kami lihat penyesuaian ketika karhutla yang terbakar maupun yang ditangani jauh lebih sedikit," ungkap Berton.
Sisa tujuh armada udara disiapkan untuk penanganan karhutla di luar dari enam provinsi prioritas. Itu sebabnya BNPB tidak menutup peluang dilakukan perpindahan armada udara yang semula disiapkan di luar dari enam provinsi prioritas.





















