Nadiem Makarim didakwa merugikan negara Rp2,1 triliun dalam pengadaan Laptop Chromebook. (IDN Times/Aryodamar)
Google memberikan klarifikasi setelah namanya terseret dalam dugaan kasus korupsi pengadaan Chromebook yang dikaitkan dengan mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim. Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu menegaskan tidak pernah menjual perangkat Chromebook kepada pemerintah Indonesia.
Dalam pernyataan resminya, Google menyatakan perannya terbatas pada pengembangan dan pemberian lisensi sistem operasi ChromeOS serta layanan pengelolaan perangkat, bukan pengadaan atau penjualan perangkat keras. Google juga membantah tudingan adanya imbalan atau pengaruh terhadap keputusan Kementerian Pendidikan dalam penggunaan produk mereka.
Google menyebut klarifikasi ini perlu disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang di tengah proses hukum yang sedang berlangsung.
Selain itu, Google menegaskan Chromebook tidak diproduksi atau dijual langsung oleh perusahaan kepada pelanggan akhir, termasuk pemerintah. Proses pengadaan perangkat sepenuhnya dilakukan oleh produsen perangkat asli (Original Equipment Manufacturers/OEM) independen serta mitra lokal di Indonesia.
“Peran kami terbatas pada pengembangan dan pemberian lisensi sistem operasi ChromeOS serta Chrome Education Upgrade (CEU), sebelumnya dikenal sebagai Chrome Device Management,” tulis Google dalam keterangannya, dikutip Minggu (11/1/2026).
CEU disebut sebagai sistem pengelolaan dan keamanan perangkat yang memungkinkan sekolah dan kementerian mengatur penggunaan Chromebook secara terpusat, menyaring konten, hingga mengunci perangkat jika hilang. Google menyatakan sistem ini dirancang untuk melindungi aset publik dan memastikan investasi pendidikan bermanfaat dalam jangka panjang.
Google juga menyebut Chromebook telah digunakan secara luas oleh jutaan siswa dan pendidik di lebih dari 80.000 sekolah di Indonesia, termasuk di wilayah terpencil. Perangkat tersebut diklaim tetap dapat digunakan secara offline untuk membuat dokumen dan mengelola file meski tanpa koneksi internet.