Comscore Tracker

Rekam Jejak Tjahjo Kumolo yang Sempat Rasakan Tiga Kursi Menteri

Tjahjo sudah memulai karier politik di tahun 1980an

Jakarta, IDN Times - Presiden RI Joko "Jokowi" Widodo mengumumkan nama-nama Menteri yang tergabung dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024 di halaman Istana Merdeka, Jakarta Pusat pada Rabu pagi (23/10). Dari 38 nama, tidak semuanya adalah wajah-wajah baru. 

Ada pula beberapa wajah lama yang sudah dikenal luas oleh publik. Salah satunya adalah politikus PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo. 

Tjahjo kini diberi tanggung jawab menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi atau Menpan RB. Padahal, sebelumnya Tjahjo sudah dipercaya menjadi Menteri Dalam Negeri. Sementara, di saat bersamaan ia juga harus menjadi Plt Menkum HAM. 

Maka, hari ini ia mengaku riweuh. Betapa tidak, ia harus menghadiri tiga upacara serah terima jabatan dalam waktu satu hari. Pada siang hari, ia harus menyerahkan jabatan Menteri Dalam Negeri ke eks Kapolri Jenderal (Purn) Tito Karnavian. Lalu, ia bergeser ke Kemenkum HAM untuk menyerahkan jabatan ke Yasonna Laoly yang duduk sebagai Menteri Hukum dan HAM.

Terakhir, ia harus bergeser ke Kemenpan RB untuk menerima tongkat estafet dari Jenderal (Purn) Syafruddin. 

Beberapa menteri pada periode terdahulu masih nampak dijajaran kabinet periode saat ini. Terdapat pula beberapa nama yang diberikan tugas baru pada kementerian lain. Salah satunya adalah Politisi asal fraksi PDI Perjuangan sekaligus mantan Mendagri RI periode 2014-2019 Tjahjo Kumolo.

Di hadapan ASN Kemenkum HAM dan media, Tjahjo sempat berseloroh ia belum bisa memecahkan rekor yang dibuat oleh Mahfud MD yakni menjadi Menkum HAM paling singkat yakni 12 hari menjabat. 

"Saya masih mengemban posisi Plt Menkum HAM selama 23 hari," tutur Tjahjo pada siang tadi di kantor Kemenkum HAM yang didampingi istri tercinta. 

Lalu, bagaimana rekam jejak Tjahjo selama di dunia politik dan birokrasi selama ini? Berikut penelusuran IDN Times.

1. Tjahjo memulai karier di dunia politik sejak tahun 1980an

Rekam Jejak Tjahjo Kumolo yang Sempat Rasakan Tiga Kursi MenteriIDN Times/Teatrika Handiko Putri

Tjahjo lahir di Surakarta, Jawa Tengah pada 1 Desember 1957. Ia termasuk politikus senior PDI Perjuangan. 

Tjahjo memulai karier politiknya sejak muda. Usai lulus dari Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Semarang tahun 1985, dua tahun kemudian ia mulai meniti karier politik. Nyatanya pada tahun 1987, Tjahjo berhasil melenggang ke gedung parlemen Senayan dari Partai Golkar dan duduk di komisi III yang membidang isu hukum. 

Di tahun yang sama, Tjahjo juga sempat menjabat sebagai anggota panitia khusus RUU Hankam dan RUU Keprajuritan dari Fraksi Golkar. Setelah masa jabatannya berakhir, Tjahjo mencalonkan diri kembali sebagai anggota DPR dari dapil Jawa Tengah I. Ia kemudian kembali terpilih sebagai anggota DPR pada masa periode 1992-1997. 

Setahuan setelah itu, pada 1998, Tjahjo kemudian pindah ke partai politik lain yakni PDI Perjuangan.

Baca Juga: Cerita Tjahjo Kumolo yang Jalani 3 Kali Sertijab Dalam Satu Hari

2. Karier politik Tjahjo makin cemerlang dan ia menduduki kursi DPR selama enam periode

Rekam Jejak Tjahjo Kumolo yang Sempat Rasakan Tiga Kursi MenteriIDN Times/Teatrika Handiko Putri

Karier politik Tjahjo semakin cemerlang dari tahun ke tahun. Selain berhasil menduduki jabatan tinggi di partai sebagai Sekjen PDI Perjuangan, Tjahjo juga sudah enam kali duduk sebagai anggota DPR. Bahkan, ia duduk di parlemen sejak awal meniti karier di tahun 1987 lalu. 

Tjahjo dipilih sebagai Sekjen pada 2010 lalu oleh sang ketua umum Megawati Soekarnoputri. Saat itu, PDI Perjuangan menggelar kongres III di Bali sembilan tahun lalu. 

3. Di periode pertama kepemimpinan Jokowi, Tjahjo dipilih jadi Mendagri

Rekam Jejak Tjahjo Kumolo yang Sempat Rasakan Tiga Kursi MenteriIDN Times/Teatrika Handiko Putri

Ketika Jokowi terpilih untuk kali pertama pada pemilu 2014, ia kemudian ditunjuk sebagai Menteri Dalam Negeri menggantikan Gamawan Fauzi. 

Menurut Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Dodi Riyatmadji, ketika Tjahjo tiba kali pertama di kementerian itu, ia tidak ingin disambut secara mewah. 

"Kami sudah berbicara dengan Pak Sekjen dan Pak Tjahjo. Beliau tidak mau ada sambutan mewah, mungkin karena ini kabinet kerja, jadinya memang harus kerja," kata Dodi ketika itu. 

Ia pun langsung mengadakan rapat dengan para pejabat eselon I untuk membicarakan apa saja yang sudah dihasilkan oleh Kemendagri dalam 10 tahun terakhir. Mereka juga membahas apa yang akan dilakukan dalam lima tahun mendatang.

4. Tjahjo Kumolo mengklaim sukses menyelenggarakan pemilu 2019

Rekam Jejak Tjahjo Kumolo yang Sempat Rasakan Tiga Kursi MenteriIDN Times/Teatrika Handiko Putri

Salah satu tugas terberat Tjahjo sebagai Mendagri yakni memastikan setiap pesta demokrasi berjalan dengan kondusif. Sudah ada dua pilkada besar, satu pileg dan satu pilpres yang ia saksikan. 

Khusus untuk pilpres yang diselenggarakan serentak dengan pileg April lalu, Tjahjo mengklaim ia berhasil memastikan situasi tetap aman selama pesta demokrasi tersebut. Walaupun, ada banyak korban meninggal karena kesehatannya yang memburuk akibat kurang istirahat dalam proses penghitungan suara. 

"Pelaksanaan pemilu serentak 2019 berjalan sukses, tertib, lancar, damai dan aman berkat peran dan partisipasi semua pihak, yaitu mulai dari pasangan capres/cawapres, partai politik, tim sukses, caleg, KPU sampai KPPS dan jajaran bawaslu sampai pengawas TPS sampai saksi-saksi di TPS, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu serta dukungan seluruh kementerian dan lembaga baik di tingkat pusat, dan daerah," tutur Tjahjo pada (28/4) lalu. 

Ia juga mengucapkan prihatin karena ada begitu banyak petugas KPPS, anggota TNI dan Polri yang jatuh sakit hingga mengalami kecelakaan. Sayangnya, hasil pemilu yang menelan banyak korban jiwa itu justru berakhir dengan bagi-bagi kekuasaan. Sebab, Jokowi malah mengajak seterunya Prabowo untuk ikut menjadi bagian dari koalisi. 

5. Tjahjo Kumolo memiliki harta Rp7,3 miliar

Rekam Jejak Tjahjo Kumolo yang Sempat Rasakan Tiga Kursi MenteriDok. Puspen Kemendagri

Berdasarkan data harta kekayaan yang dimiliki oleh Tjahjo dan dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ia tercatat memiliki harta senilai Rp7,3 miliar. Data itu dilaporkan pada tahun Desember 2018 lalu. 

Dari data itu dapat diketahui Tjahjo memiliki harta paling banyak dalam bentuk tanah dan bangunan. Ia tercatat memiliki empat tanah dan bangunan yang berada di daerah Semarang, Jakarta dan Bogor. Total harta empat tanah dan bangunan itu mencapai Rp2,8 miliar. 

Ada pula harta lain berupa kas dan setara kas yang nilainya mencapai Rp3,2 miliar. Tjahjo juga diketahui memiliki empat mobil dengan total mencapai Rp745 juta. 

Kendati memiliki harta dalam jumlah cukup besar, Tjahjo juga berutang senilai Rp305 juta, sehingga total akhir kekayaannya mencapai Rp7,3 miliar. 

Baca Juga: [BREAKING] Tjahjo Kumolo Ditunjuk Jadi Plt Menkumham Gantikan Yasonna

Topic:

  • Lazuardi Putra
  • Santi Dewi

Berita Terkini Lainnya