Jakarta, IDN Times - Tentara Nasional Indonesia (TNI) berada di lapisan kedua pengamanan demonstrasi mahasiswa yang berlangsung hingga Jumat (12/6/2026) malam, di Bundaran Hotel Indonesia (HI).
Mahasiswa tak gentar untuk mundur dan masih bertahan untuk menyampaikan aspirasi mereka. Salah satu yang kerap diteriakan oleh mahasiswa adalah menjemput revolusi.
Pantauan IDN Times di lokasi, TNI juga ikut melakukan pengamanan selama demonstrasi hari ini. Prajurit TNI berada di lapis kedua dalam pengamanan demonstrasi. Mereka bersiaga di balik blokade polisi yang menghalau mahasiswa.
Dalam orasinya, salah seorang mahasiswa menyerukan agar pemerintah mengirimkan perwakilan yang memiliki kewenangan untuk berdialog dengan massa aksi.
"Dengarkanlah kami, datanglah dan temui kami," ujar orator di hadapan peserta aksi menggunakan alat pengeras suara.
Mahasiswa menilai, kehadiran pejabat negara diperlukan agar aspirasi yang mereka bawa dapat disampaikan secara langsung. Karena itu, mereka menegaskan akan tetap bertahan di lokasi hingga tuntutan tersebut direspons.
"Kami tidak akan bergerak, kami akan tetap berdiri di sini," kata orator.
Adapun kelompok mahasiwa yang dipastikan ikut serta dalam aksi hari ini adalah BEM UI dan 15 BEM Fakultas yang ada di UI, BEM KM IPB, BEM PNJ, BEM Universitas Pancasila, Aliansi BEM Gunadarma, FMN Pusat, FMN UI, BEM UIN, Pembebasan dan Semar UI.
“Seribu lebih mahasiswa akan turun ke Bundaran HI,” kata Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan kepada IDN Times.
BEM UI juga mengundang kepada seluruh elemen masyarakat; mahasiswa, buruh, guru, pedagang, ibu rumah tangga, serta siapapun yang merasakan bahwa negara ini sedang berjalan ke arah yang salah.
Terdapat lima tuntutan yang disuarakan dalam aksi tersebut:
1. Stop pemborosan APBN
2. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM
3. Hentikan program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih
4. Hentikan militerisme di ranah sipil
5. Menuntut Prabowo berhenti mengelak dan akui kesalahan pemerintah
