Jakarta, IDN Times - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar) menyebut kinerja dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka gagal total. Mereka lalu menyoroti persoalan lingkungan, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dinilai berdampak terhadap jutaan warga.
Kritik itu disampaikan melalui pembacaan Maklumat Nasional di Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa (20/10/2026). Maklumat tersebut dibacakan secara bergantian oleh sejumlah mahasiswa sebagai bentuk evaluasi terhadap dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Dalam bagian lingkungan, mahasiswa menyinggung kerusakan hutan, hilangnya habitat satwa, serta dampak karhutla terhadap masyarakat.
"Aku adalah bagian dari penderitaan rakyat yang menyaksikan langit mengabu, udara tak layak dihirup, dan 10 juta rakyat menanggung pilu karena hutan direnggut demi nafsu. Hampir 2 juta hektare kehidupan dilalap api, menyisakan tanah yang mati dan masa depan yang tak pasti," demikian bunyi maklumat tersebut dibacakan bergantian oleh mahasiswa.
Mereka juga mendesak pemerintah menetapkan karhutla sebagai bencana nasional, mengadili korporasi yang bertanggung jawab, memulihkan ekosistem, serta memberikan keadilan kepada masyarakat terdampak.
"Kan ku gaungkan suara sampai kalian menetapkan karhutla sebagai bencana nasional, 'kan kuserukan api amarah hingga korporasi diadili, ekosistem dipulihkan dan rakyat mendapatkan keadilan!" kata mereka.
Setelahnya mereka akan melanjutkan aksi di Tugu Tani yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 15.00 WIB. Komite Sadar membawa sejumlah isu, di antaranya persoalan ekonomi, korupsi, kebebasan berpendapat, kerusakan lingkungan, serta mahalnya biaya pendidikan dan kesehatan.
