Jakarta, IDN Times - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, mempertanyakan wacana Presiden Prabowo Subianto yang ingin ke Teheran untuk jadi penengah konflik Iran VS Israel-Amerika Serikat (AS). Rencananya, Prabowo akan ke Teheran bersama pemimpin Pakistan.
Dalam pandangannya, seharusnya yang didatangi lebih dulu untuk diajak bicara adalah Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
"Apakah itu proporsional dilakukan pada saat ini? Karena dalam situasi seperti ini, kenapa harus Iran yang didatangi lebih dulu? Kan Iran yang diserang. Kenapa tidak datang ke Trump dan Israel?" tanya Mahfud seperti dikutip dari akun YouTube Mahfud MD Official, Jumat (13/3/2026).
Ia menambahkan, seharusnya Negeri Paman Sam dan Israel yang diminta lebih dulu untuk menghentikan serangan. Iran pun juga berhenti untuk menyerang.
"Jadi, saling berhenti saling berbalas (serangan) agar tercipta perdamaian. Itu memang tugas konstitusi kita," tutur mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.
Ia pun memahami wacana Prabowo untuk menjadi mediator banyak diremehkan oleh publik. Sebab, Prabowo dinilai tak punya nyali untuk berbicara dengan Trump dan meminta serangan ke Iran dihentikan.
"Kan kata orang-orang, bicara ke Trump saja tidak berani. Iran sendiri merasa tidak ada relevansinya. Mereka bilang 'kami yang diserang, kenapa kami yang diminta untuk berdamai?' Kan begitu kata Iran," papar Mahfud.
