Comscore Tracker

7 Fakta Kerusuhan Mei 2019 

Sejumlah fakta terungkap dari kerusuhan Mei, apa saja?

Jakarta, IDN Times - Kerusuhan terjadi di beberapa titik di Jakarta sejak Selasa (21/5) hingga Kamis (23/5) dini hari tadi. Kerusuhan terjadi imbas pengumuman hasil Pemilu 2019 yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa dini hari, 21 Mei 2019.

Di beberapa titik, bentrok antar massa dan aparat keamanan terjadi. Aparat juga mengamankan sejumlah tersangka dalam kerusuhan tersebut. Berikut beberapa fakta tentang Kerusuhan Mei 2019 yang dihimpun IDN Times.

Baca Juga: Mereka yang Mengais Rezeki di Tengah Kisruh Aksi 22 Mei

1. Jumlah tersangka sejauh ini 257 orang

7 Fakta Kerusuhan Mei 2019 IDN Times/Axel Jo Harianja

Polda Metro Jaya mengamankan 257 orang terkait aksi kerusuhan yang terjadi sepanjang 21-22 Mei 2019. Para tersangka melakukan aksinya di tiga titik berbeda, mulai dari Bawaslu, Petamburan, dan kawasan Sabang.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, 72 tersangka ditangkap ketika melakukan aksi di Bawaslu. Sedangkan 156 tersangka ditangkap saat melakukan aksi di Petamburan, Jakarta Pusat, dan 29 tersangka lainnya melakukan aksi di wilayah Gambir.

2. Tersangka dan massa aksi dari luar Jakarta

7 Fakta Kerusuhan Mei 2019 IDN Times/Gregorius Aryodamar P

Tersangka yang berhasil diamankan Polda Metro Jaya menurut Argo, bukan berasal dari Jakarta. Argo mengatakan, para tersangka sudah tiba di Masjid Sunda Kelapa untuk merencanakan kerusuhan dalam demonstrasi penolakan hasil Pemilu 2019.

"Para tersangka ini yang tadi disuruh itu berasal dari luar Jakarta dan kemudian dari Jabar, dia kemudian datang ke Sunda Kelapa untuk bertemu beberapa orang di sana, yang sedang kita gali," sebut Argo.

3. Kerusuhan tersebar di 3 titik

7 Fakta Kerusuhan Mei 2019 IDN Times/Gregorius Aryodamar P

Kerusuhan tersebar di tiga titik. Titik pertama berada di kawasan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jakarta Pusat. Kerusuhan massa berlangsung hingga malam hari di kawasan ini.

Kawasan lain yang juga menjadi titik kerusuhan adalah kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, tepatnya sepanjang jalan KS Tubun yang berdampak hingga flyover Slipi dan kawasan Tanah Abang, dan juga di kawasan Sabang, Jakarta Pusat.

4. Korban meninggal 6 orang

7 Fakta Kerusuhan Mei 2019 IDN Times/Helmi Shemi

Kerusuhan yang terjadi di Jakarta menelan beberapa korban. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan, ada enam korban meninggal dunia akibat kerusuhan Mei 2019.

Selain itu, ratusan orang menjadi korban luka-luka dari kerusuhan terebut. Korban dibawa ke sejumlah rumah sakit di Jakarta. Antara lain ke RS Tarakan, RS Pelni, RSCM, RS Mintoharjo, RS Budi Kemuliaan, dan RS Polri Kramat Jati.

5. Bawaslu jadi sasaran

7 Fakta Kerusuhan Mei 2019 IDN Times/Gregorius Aryodamar

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menjadi sasaran utama massa aksi, yang mengaku melakukan aksi lantaran tidak terima dengan hasil rekapitulasi penghitungan suara yang dilakukan KPU.

Berdasarkan hasil rekapitulasi, pasangan Joko "Jokowi" Widodo dan Ma'ruf Amin keluar sebagai pemenang Pilpres 2019.

Massa melakukan aksi di depan kantor Bawaslu sejak Selasa (21/5). Aksi yang dilakukan di depan Kantor Bawaslu kerap ricuh lantaran bentrok dengan aparat keamanan.

6. Massa bakar toko di kawasan Sabang

7 Fakta Kerusuhan Mei 2019 IDN Times/Ilyas Listianto Mujib

Massa aksi yang semula berada di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat awalnya berhasil didesak mundur oleh Brimob yang dibantu Marinir hingga perempatan Jalan Sabang sekitar Wahid Hasyim, Jakarta Pusat.

Massa kemudian bertindak anarkis dan membakar sebuah toko yang berada di perempatan jalan. Massa terus melawan gas air mata yang ditembakkan polisi dengan melempari batu dan molotof ke arah Brimob yang membuat barikade.

7. Banyak massa aksi masih di bawah umur

7 Fakta Kerusuhan Mei 2019 

Kerusuhan yang terjadi di depan kantor Bawaslu, kawasan Thamrin, Jakarta Pusat pada Rabu (22/5) melibatkan sejumlah anak di bawah umur. Berdasarkan pantauan IDN Times, banyak dari mereka belum mencapai usia 17 tahun.

Menurut salah satu personel dari Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Supriyadi, sejumlah pelaku yang ditangkap masih berusia di bawah umur. "Ya begtiu, kami lihat masih kecil-kecil," kata Supriyadi.

Baca Juga: Guru Silat Asal Tangerang Tewas dalam Aksi Demo Di Jakarta

Topic:

  • Sunariyah

Just For You