Jakarta, IDN Times - Koalisi masyarakat sipil yang tergabung dalam MBG Watch melakukan aksi simbolik menyegel Gedung Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026).
Aksi tersebut dilakukan dengan menempelkan sejumlah poster di atas garis polisi yang sudah terpasang sebelumnya di Kantor BGN.
"Segel, segel, segel BGN! Segel BGN sekarang juga!" teriak massa.
Anggota MBG Watch yang juga peneliti Transparency International Indonesia (TII), Agus Sarwono, mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan masyarakat sipil terhadap pengelolaan program MBG.
"Aksi hari ini sebenarnya sebagai bentuk kekecewaan kita. Kita sudah sejak tahun lalu mengingatkan Badan Gizi Nasional untuk hati-hati dalam menjalankan program," ucapnya.
Menurut Agus, pihaknya telah mengingatkan BGN sejak tahun lalu melalui kajian risiko korupsi atau corruption risk assessment tentang pelaksanaan program tersebut. Namun, berbagai temuan dan rekomendasi yang disampaikan dinilai tidak mendapat perhatian serius.
"Kami punya kajian namanya corruption risk assessment atau kajian risiko korupsi dalam pengelolaan program Makan Bergizi Gratis," kata Agus.
Dia mengaku tidak terkejut dengan kasus hukum yang menyeret mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dan pihak-pihak lain yang terkait. Sebab, menurut dia, potensi persoalan dalam pengadaan barang dan jasa sudah teridentifikasi sejak awal.
"Tapi kemudian laporan kami sepertinya diabaikan begitu saja dan kami tidak kaget ketika Dadan dan kroni-kroninya kemudian ditangkap sama Kejaksaan. Karena sudah kami prediksi dari tahun lalu. Dalam konteks apa? Dalam konteks pengadaan barang dan jasa," ujar dia.
