Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mayoritas Jalan-Jembatan Terdampak Bencana Sumatera Selesai Diperbaiki
TNI AD membangun 35 unit jembatan Bailey di Aceh. (Dok. Dispenad)
  • Mayoritas jalan dan jembatan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat telah kembali berfungsi setelah proses rehabilitasi pascabencana hidrometeorologi.
  • Pemerintah melanjutkan tahap rekonstruksi permanen dengan melibatkan TNI, Polri, BNPB, dan Kementerian PUPR untuk memastikan infrastruktur lebih aman dan berkelanjutan.
  • Anggaran rehabilitasi sektor Bina Marga naik menjadi Rp21,90 triliun guna memperkuat ketahanan infrastruktur terhadap potensi bencana di masa depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Pemerintah terus mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana hidrometeorologi di wilayah Sumatra. Fokus utama rehabilitasi kali ini adalah mempercepat perbaikan jalan dan jembatan agar konektivitas masyarakat terdampak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat kembali normal.

Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra menyebut pemulihan akses transportasi menjadi langkah penting untuk menghidupkan kembali aktivitas sosial ekonomi warga, sekaligus menjamin distribusi logistik di wilayah terdampak tetap berjalan lancar.

1. Mayoritas jalan dan jembatan sudah kembali berfungsi

TNI AD membangun 40 unit jembatan Armco di Aceh. (Dok. Dispenad)

Berdasarkan data Satgas PRR per 18 April 2026, seluruh jalan nasional dan jembatan nasional yang terdampak di tiga provinsi kini telah kembali berfungsi. Di Aceh, sebanyak 46 ruas jalan nasional dan 23 jembatan nasional yang sebelumnya rusak sudah dapat dilalui. Untuk infrastruktur daerah, 1.521 titik jalan dari total 1.638 titik telah pulih, sementara 351 jembatan dari total 652 unit kembali berfungsi.

Di Sumatra Utara, 30 jalan nasional dan tujuh jembatan nasional yang terdampak juga telah pulih sepenuhnya. Selain itu, 607 dari 616 jalan daerah dan 343 dari 366 jembatan daerah kini sudah bisa digunakan masyarakat.

Sedangkan di Sumatra Barat, 31 ruas jalan nasional dan 13 jembatan nasional telah kembali dapat diakses. Di tingkat daerah, 149 dari 167 jalan dan 97 dari 163 jembatan juga telah beroperasi kembali.

2. Pemerintah lanjutkan pembangunan permanen

kondisi jembatan yang terputus akibat banjir di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara (bnpb.go.id)

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatra, Muhammad Tito Karnavian, mengatakan rekonstruksi infrastruktur pendukung konektivitas memang menjadi prioritas utama dalam penanganan pascabencana.

Menurut dia, tahap berikutnya bukan hanya memastikan akses kembali terbuka, tetapi juga mengubah perbaikan sementara menjadi konstruksi permanen yang lebih aman.

"Pekerjaan (memperbaiki infrastruktur) jalan terus. Saya menghargai betul upaya dari TNI/Polri yang tidak berhenti, kemudian juga BNPB semua bergerak, dan Menteri PU (Dody Hanggodo) juga luar biasa," kata Tito dalam konferensi pers usai Rapat Koordinasi Tim Pengarah Satgas PRR di Kompleks Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak mulai dari TNI, Polri, BNPB, hingga Kementerian Pekerjaan Umum yang terus bekerja memulihkan infrastruktur di wilayah terdampak.

3. Ketahanan bencana jadi fokus pembangunan barusuma

Gubernur Sumatra Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, meninjau langsung jembatan yang ambruk di Desa Tuwuna, Kecamatan Mandrehe, Kabupaten Nias Barat, Minggu (9/3/2025). (Dok Diskominfo Sumut)

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pemerintah menambah anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi, terutama pada sektor Bina Marga. Nilainya naik Rp7,61 triliun dari sebelumnya Rp14,29 triliun menjadi Rp21,90 triliun.

Tambahan anggaran itu akan digunakan untuk penanganan longsor serta rehabilitasi jalan nasional dan daerah di wilayah terdampak bencana.

Menurut Dody, pemerintah tidak sekadar memperbaiki kerusakan, tetapi juga memperkuat kualitas infrastruktur agar lebih siap menghadapi potensi bencana di masa depan.

“Kita tidak hanya memperbaiki, tapi membangun kembali dengan standar yang lebih kuat agar ke depan lebih tahan terhadap bencana,” kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Editorial Team