Jakarta, IDN Times - Kepala Bidang Litbang Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Feriansyah, mengkritisi pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, yang mewacanakan memperluas program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga ke luar negeri, Arab Saudi sebagai proyek percontohan pertama.
Feriansyah menilai, ketimbang MBG dipaksakan diberikan untuk anak-anak diaspora di luar negeri dengan anggaran yang lebih besar, lebih baik BGN fokus pada pemerataan distribusi MBG. Sebab, program ini masih banyak belum menyentuh wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Menurut Feriansyah hasil studi Center of Economic and Law Studies (Celios) menyebut, jumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk MBG semakin sedikit di kawasan 3T. Padahal di daerah ini justru banyak warga yang membutuhkan bantuan, karena miskin dan tinggal di daerah terpencil.
"Program MBG sebenarnya, banyak perkembangan pembahasan di media sosial, masyarakat itu justru (menyambut baik) MBG itu kan agak positif untuk kalangan ekonomi menengah ke bawah. Itu memang ada-ada respons yang positif. Dalam artian memang mereka membutuhkan itu. Jadi harusnya kan mereka fokus ke sana dulu," kata dia kepada IDN Times, Selasa (2/6/2026).
"Sebenarnya kan prioritas itu perbaikan dulu sarana jalur logistik ya, karena di daerah 3T yang menjadi kendala utama itu. Sebenarnya MBG akan berdampak positif terhadap gerak ekonomi itu ketika kualitas jalan, kemudian transportasi itu terhubung dan terkoneksi secara baik. Mereka itu kan agak kecewa ketika memang kendaraan BGN dipaksa masuk, dengan trail, dengan kendaraan yang tidak memumpuni," sambungnya.
Feriansyah pun tak memungkiri salah satu alasan dapur SPPG enggan beroperasi di wilayah 3T, karena tingginya biaya logistik yang harus digelontorkan. Termasuk, mahalnya harga pangan dan keterbatasan akses listrik yang membuat pendingin makanan tidak bisa dipakai dengan optimal.
"Kajian Celios ini yang menarik, SPPG itu enggan beroperasi di wilayah 3T karena biaya operasional yang jauh lebih tinggi dibanding wilayah perkotaan," ucap dia.
