Jakarta, IDN Times - Setelah dinanti hampir satu bulan berlayar, kapal dengan bobot nyaris 14 ribu ton itu akhirnya tiba di dermaga 107, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Jumat, 19 September 2026. Kala itu, Kapal ITS Giuseppe Garibaldi masih mengibarkan bendera Italia dan mengangkut 300 kru dari Negeri Pizza tersebut. Lima pesawat udara jenis Bonanza milik TNI Angkatan Laut (AL) terlihat mengawal kapal tersebut.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Muhammad Ali terlihat semringah, karena TNI AL akan memiliki kapal induk pertama di Indonesia. Meskipun kapal itu merupakan hibah dari Pemerintah Italia dan telah berusia 41 tahun. Angkatan Laut Italia pun sudah tak lagi menggunakan kapal tersebut sejak 2024.
Namun, Ali menyebut, kapal tersebut masih dalam kondisi baik untuk bisa dioperasikan dalam berbagai misi. "Anda bisa melihat sendiri kondisinya (kapal Garibaldi), masih sangat baik sekali. Mudah-mudahan nanti bisa bertahan digunakan oleh TNI AL 15 hingga 20 tahun mendatang," ungkap Ali di Tanjung Priok, beberapa waktu lalu.
Satu minggu setelah ketibaan kapal induk tersebut, dilakukan seremoni pergantian bendera dan penamaan kapal. Bendera Italia diturunkan dan kapal bersalin nama menjadi KRI Sriwijaya-100.
Seremoni dilakukan di atas geladak kapal yang juga diikuti Chief of Staff Italian Navy Laksamana Giuseppe Berutti Bergotto. Dari tampak luar, KRI Sriwijaya-100 terlihat lebih baru lantaran telah dilakukan pengecatan di bagian luar badan.
Ali menjelaskan pemilihan nama Sriwijaya untuk kapal induk pertama Indonesia ini bukan sekadar keputusan administratif. Ada filosofi khusus di balik penggunaan nama tersebut. Nama itu dipilih karena Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan maritim tertua dan besar dalam sejarah Nusantara.
"Jadi, tadi di dalam upacara sebenarnya dibacakan kenapa dinamakan KRI Sriwijaya. KRI Sriwijaya ini merujuk ke kerajaan maritim Indonesia yang tertua. Sriwijaya lebih tua dari Majapahit. Makanya dipilih itu," kata dia.
Menurut Ali, Sriwijaya memiliki rekam jejak sebagai kekuatan maritim yang membawa kejayaan Nusantara pada masa lalu. Karena itu, penggunaan nama tersebut diharapkan dapat menjadi simbol untuk menghidupkan kembali kejayaan maritim Indonesia.
