Adapun biaya tersebut, lanjutnya, mencakup pembaruan radar, sistem komunikasi, persenjataan, pengadaan suku cadang, hingga pelatihan kru. Hal ini berpotensi menambah tekanan terhadap anggaran pertahanan dalam jangka menengah.
Kemhan Siapkan Anggaran Rp7,5 T untuk Modifikasi Kapal Induk Garibaldi

Kemhan memperkirakan retrofit dan pemeliharaan kapal induk Giuseppe Garibaldi mencapai Rp7,5 triliun sebelum menjadi KRI Sriwijaya dan menjalani penggantian bendera Italia ke Merah Putih.
Modifikasi mencakup fasilitas pendukung, layanan medis, AC untuk wilayah tropis, serta sarana operasional; PT PAL akan menggandeng Fincantieri dan berpotensi melibatkan Leonardo.
TNI AL menyiapkan kapal berkapasitas 14 helikopter untuk OMSP, tetapi anggota Komisi I DPR menyoroti usia 40 tahun dan potensi beban biaya pemeliharaan.
Jakarta, IDN Times - Kapal induk Giuseppe Garibaldi sudah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat, 18 September 2026. Namun, kapal tersebut tidak bisa langsung dimanfaatkan TNI Angkatan Laut (AL).
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan kapal dengan bobot 13.850 ton itu akan dicat ulang dan bendera negara asalnya akan diganti. Sebab, ketika tiba di dermaga 107, Garibaldi masih menggunakan bendera Italia. Kapal hibah itu akan diganti dengan bendera merah putih.
"Kemungkinan pada 24 bulan ini akan dilaksanakan reflagging atau pergantian bendera dari bendera Italia menjadi bendera Indonesia," ungkap Ali, pada pekan lalu.
Selain itu, kapal induk tersebut akan berganti nama menjadi KRI Sriwijaya. Semula, kapal induk helikopter itu akan dinamakan KRI Gadjah Mada.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait, mengatakan kapal induk Garibaldi akan dimodifikasi lebih dulu agar sesuai kebutuhan TNI Angkatan Laut. Proses tersebut dinamakan retrofit.
Ketika IDN Times tanyakan anggaran yang dikeluarkan untuk retrofit, Rico menyebut, dana yang dikeluarkan mencapai Rp7,5 triliun.
"Mengenai anggaran retrofit dan pemeliharaan kapal, saat ini Kemhan masih melakukan penghitungan secara komprehensif yang mengacu pada lingkup kerja yang dibutuhkan. Biaya yang diperkirakan mencapai sekitar Rp7,5 triliun," ujar Rico lewat pesan pendek, Selasa (22/9/2026).
1. Salah satu yang diperbaiki penyesuaian sistem pendingin udara

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait. (IDN Times/Santi Dewi) Lebih lanjut, Rico menjelaskan, beberapa hal yang perlu dimodifikasi di Kapal Garibaldi, mulai dari fasilitas pendukung, peningkatan kapabilitas pelayanan medis, penyesuaian sistem pengkondisian udara (AC) untuk operasional wilayah tropis hingga pemenuhan sarana prasarana pendukung operasional serta perawatannya secara berkelanjutan.
"Langkah modifikasi ini difokuskan agar kapal memiliki kesiapan teknis yang optimal, khususnya dalam mendukung Operasi Militer Selain Perang (OMSP) seperti penanggulangan bencana alam, bantuan kemanusiaan, hingga dukungan logistik dan pangkalan udara terapung untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," kata jenderal bintang satu itu.
Sementara, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan proses retrofit akan menggandeng PT PAL dengan Fincantieri. Bahkan, TNI juga tidak menutup kemungkinan turut menggandeng Leonardo.
"Juga ada dari perusahaan lain asal Italia untuk equipment-nya," kata Ali.
Ketika ditanyakan apakah kapal tersebut bisa langsung dikerahkan untuk membantu operasi pemadaman karhutla, Ali menyebut kapal hibah itu dapat langsung diterjunkan.
"Kita lihat situasi lah. Pokoknya apabila dibutuhkan, akan bisa digunakan untuk kepentingan tadi itu OMSP," imbuhnya.
2. Kapal Garibaldi sanggup menampung 14 helikopter

Kapal Giuseppe Garibaldi milik Angkatan Laut Italia yang dihibahkan ke Indonesia tiba di Jakarta. (IDN Times/Santi Dewi) Ali tak menampik kapal induk Garibaldi akan difokuskan untuk operasi militer selain perang. Apalagi di Indonesia kerap dilanda bencana alam. Itu sebabnya Garibaldi yang memiliki platform untuk mengangkut banyak helikopter sesuai dengan kebutuhan di dalam negeri.
"Jadi, kita sangat butuh kapal atau platform yang bisa membawa banyak helikopter. Karena dengan helikopter ini logistik akan bisa banyak di-drop dengan cepat dan ke seluruh area yang remote dan terpencil. Jadi, ini bisa (menampung) 14 helikopter. Kalau helikopternya berukuran lebih kecil mungkin bisa lebih banyak," tutur dia.
Meski kapal Garibaldi bekas, tetapi Ali meyakini kapal tersebut bisa digunakan TNI AL 15 tahun hingga 20 tahun mendatang.
3. Anggota Komisi I DPR sudah wanti-wanti keberadaan Kapal Garibaldi akan bebani anggaran

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin (IDN Times/Aryodamar) Rencana pemerintah untuk menerima hibah kapal induk Garibaldi sudah menuai kritik. Salah satunya anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin. Politisi dari PDI Perjuangan (PDIP) itu mengatakan, salah satu persoalan utama dari hibah ini adalah tingginya biaya pemeliharaan. Berdasarkan laporan The National Interest, Angkatan Laut Italia menghabiskan sekitar 5 juta euro (sekitar Rp101 miliar) per tahun untuk merawat kapal tersebut, dan sekitar 19 juta euro (sekitar Rp387 miliar) jika dilakukan pembongkaran.
“Angka ini tentu akan menjadi beban baru bagi anggaran pertahanan Indonesia, di luar kebutuhan biaya operasional lainnya,” ungkap Hasanuddin di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat pada Senin, 4 Mei 2026 lalu.
Selain itu, Hasanuddin juga menyoroti usia Kapal Garibaldi yang sudah tua yakni 40 tahun. Bahkan, Angkatan Laut Italia sudah tak lagi menggunakan kapal tersebut sejak 2024 lalu. Secara umum, kapal perang dirancang dengan masa pakai 30 hingga 40 tahun.
"Artinya, kapal ini sudah berada di ujung masa operasionalnya. Kalaupun dilakukan perbaikan, kemungkinan hanya dapat digunakan sekitar 10 tahun ke depan, dengan biaya modernisasi yang tidak kecil," tutur dia.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















