Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mendagri: 2 Provinsi Sumatra Masuk Fase Pemulihan 6 Bulan Pascabanjir
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian saat menyampaikan pengarahan pada acara Apel Komandan Satuan TNI Tahun 2026 di Universitas Pertahanan, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (29/4/2026)(dok. Kemendagri)
  • Dua provinsi di Sumatra, yaitu Sumatra Utara dan Sumatra Barat, kini memasuki fase pemulihan enam bulan pascabanjir, sementara Aceh masih dalam tahap transisi menuju pemulihan penuh.
  • Pemerintah pusat telah menyalurkan tambahan transfer Rp10,6 triliun untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi di tiga provinsi terdampak, dengan pengawasan ketat agar dana digunakan tepat sasaran.
  • Mendagri Tito Karnavian menyiapkan rencana induk pemulihan Sumatra dalam bentuk Perpres dengan target pelaksanaan hingga 2028 dan kebutuhan dana mencapai Rp100,2–Rp130 triliun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Februari 2026

Pemerintah pusat mulai menyalurkan tambahan transfer ke daerah untuk pemulihan pascabanjir di Sumatra.

Maret 2026

Penyaluran tahap kedua dana transfer dilakukan sebagai bagian dari total Rp10,6 triliun bantuan pemulihan.

April 2026

Tahap terakhir penyaluran dana transfer diselesaikan, menandai tuntasnya distribusi anggaran pemulihan ke daerah.

12 Mei 2026

Mendagri Tito Karnavian menyampaikan bahwa enam bulan pascabanjir, dua provinsi di Sumatra memasuki fase pemulihan dan masa transisi hampir selesai. Ia juga menjelaskan rencana induk pemulihan tiga tahun hingga 2028 yang akan dituangkan dalam Perpres.

hingga 2028

Rencana induk pemulihan Sumatra ditargetkan berlangsung selama tiga tahun dengan estimasi kebutuhan dana Rp100,2–Rp130 triliun.

kini

Wilayah terdampak banjir di Sumatra berangsur pulih; layanan dasar seperti listrik, rumah sakit, dan pendidikan sebagian besar telah kembali normal meski beberapa wilayah masih dalam proses perbaikan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah pusat mengumumkan dua provinsi di Sumatra, yaitu Sumatra Utara dan Sumatra Barat, telah memasuki fase pemulihan enam bulan setelah banjir besar melanda wilayah tersebut.
  • Who?
    Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan perkembangan ini usai rapat bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, di Kantor Kementerian Dalam Negeri.
  • Where?
    Keterangan disampaikan di Jakarta, sementara wilayah terdampak mencakup Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat di Pulau Sumatra.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Selasa, 12 Mei 2026, sekitar enam bulan setelah banjir besar yang terjadi di Pulau Sumatra.
  • Why?
    Masa tanggap darurat telah berakhir dan sebagian besar layanan dasar kembali normal sehingga pemerintah mulai fokus pada tahap rehabilitasi serta rekonstruksi pascabencana.
  • How?
    Pemulihan dilakukan melalui penyaluran dana Rp10,6 triliun ke daerah, perbaikan infrastruktur dasar seperti listrik dan pendidikan, serta penyusunan rencana induk pemulihan dalam bentuk Peraturan Presiden.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Enam bulan lalu ada banjir besar di Sumatra. Sekarang orang-orang sudah mulai bangun lagi rumah dan jalan. Pak Tito bilang dua provinsi, Sumatra Utara dan Sumatra Barat, sudah hampir sembuh. Di Aceh masih sedikit diperbaiki. Listrik dan sekolah sudah jalan lagi. Pemerintah kasih uang banyak supaya semua bisa cepat pulih dan hidup normal lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Enam bulan setelah banjir besar, tanda-tanda pemulihan di Sumatra menunjukkan kemajuan nyata. Layanan dasar seperti listrik, rumah sakit, dan pendidikan mulai pulih, sementara pemerintah pusat telah menyalurkan dana Rp10,6 triliun untuk mempercepat rehabilitasi. Dengan rencana induk pemulihan yang disiapkan hingga 2028, upaya rekonstruksi berjalan terarah dan semakin terkoordinasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, mengatakan, enam bulan pascabanjir hebat menghantam Pulau Sumatra, kini pelan-pelan mulai dilakukan pembangunan kembali.

Dia mengatakan, masa tanggap darurat telah dilalui sehingga saat ini wilayah yang terdampak sudah berangsur-angsur memasuki tahap transisi menuju ke pemulihan.

"Untuk Sumatra Utara dan Sumatra Barat, masa transisi disebut hampir selesai. Sedangkan, Aceh diperpanjang sedikit sebelum masuk ke tahapan pemulihan penuh. Karena sekarang ini sebetulnya kita sedang masuk, sudah melewati (fase) darurat, masuk ke sekarang transisi (menuju pemulihan)," ujar Tito di dalam keterangan tertulis, Selasa (12/5/2026).

Pernyataan itu disampaikan oleh Tito usai rapat progres percepatan rehabilitas dan rekonstruksi pascabencana Sumatra bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno di Kantor Kementerian Dalam Negeri.

Tito menjelaskan sejumlah layanan dasar di daerah terdampak telah kembali berjalan normal. Contohnya, layanan rumah sakit di seluruh Kabupaten Aceh Tamiang sudah kembali normal, meskipun masih ada beberapa puskesmas pembantu di desa-desa yang dalam proses penanganan.

1. Pasokan listrik diklaim hampir sepenuhnya pulih

Mendagri Tito kunjungi korban banjir bandang di Aceh Tamiang. (Dok. Kemendagri)

Tito mengatakan, pasokan listrik hampir sepenuhnya pulih, kecuali di wilayah yang masih terisolasi akibat akses jalan yang terputus. Untuk mengatasi hal itu, pemerintah menyalurkan genset sebagai solusi sementara.

Distribusi bahan bakar minyak (BBM) melalui stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), jaringan internet, jalan nasional dan jembatan nasional juga telah kembali berfungsi.

Sementara, pemulihan di sektor pendidikan dilakukan dengan mempercepat perbaikan fasilitas pendidikan berdasarkan skala prioritas. Pemerintah, kata Tito, telah berkoordinasi dengan kontraktor dan pihak lainnya.

"Terutama yang sekolah-sekolah yang belum ideal untuk proses belajarnya (dikebut pembangunannya). Tetapi, proses belajarnya sudah 100 persen meskipun belum ideal," ujar dia.

2. Kemendagri telah salurkan tambahan transfer Rp10,6 triliun

Mendagri Tito kunjungi korban banjir bandang di Aceh Tamiang. (Dok. Kemendagri)

Tito mengatakan, anggaran yang digelontorkan pemerintah pusat untuk membantu pemulihan di tiga provinsi di Pulau Sumatra. Dia mengatakan, pemerintah pusat telah menyalurkan tambahan transfer ke daerah sebesar Rp10,6 triliun.

"Sudah ditransfer semua, tuntas sudah. Februari, Maret, April, tiga kali. Sudah tuntas. Totalnya mencapai Rp10,6 triliun," kata Tito.

Dana tersebut, kata Tito, kini berada di pemerintah daerah tingkat provinsi, kabupaten dan kota sehingga pemerintah pusat terus mengawal agar penggunaannya tepat sasaran dan cepat. Terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang mendesak.

Dia mengatakan, selain anggaran transfer daerah, dukungan finansial juga datang dari kementerian atau lembaga lain.

"Salah satunya Kementerian Pertanian yang menyiapkan anggaran untuk menangani lahan pertanian terdampak. Ada pula bantuan sosial dari Kementerian Sosial. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga terus mendukung pembangunan hunian sementara dan dana tunggu hunian," kata dia.

3. Tito siapkan rencana induk pemulihan Sumatra yang dikemas dalam bentuk Perpres

Kondisi Sekolah Rakyat Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, setelah dihantam hujan dan angin kencang pada Senin (16/2/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo)

Tito juga menjelaskan pemerintah telah menyiapkan rencana induk pemulihan bagi Sumatra pascabanjir. Rencana induk itu, kata Tito, akan diproses menjadi Peraturan Presiden (Perpres).

"Rencana itu memiliki target pelaksanaan selama tiga tahun hingga 2028 dengan tahapan kerja setiap tahun. Nah, ini kalau nanti sudah disetujui oleh Bapak Presiden maka otomatis speed-nya akan lebih kencang lagi," ujar Tito.

Sementara, estimasi dana yang dibutuhkan hingga tiga tahun mendatang untuk pemulihan tiga provinsi mencapai Rp100,2 triliun-Rp130 triliun.

Editorial Team