Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mendagri dan Luhut Ajak 43 Kepala Daerah Bahas Digitalisasi Bansos
Mendagri, Tito Karnavian bersama Ketua KPTDP, Luhut Binsar Panjaitan gelar rapat untuk memperluas penerapan digitalisasi perlindungan sosial (perlinsos) di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, pada Selasa (30/6/2026). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
  • Mendagri Tito Karnavian dan Luhut Panjaitan menggelar rapat dengan 43 kepala daerah untuk memperluas digitalisasi perlindungan sosial sebagai bagian percepatan transformasi digital pemerintahan.
  • Hasil uji coba di Banyuwangi menunjukkan digitalisasi bansos membuat penyaluran bantuan lebih tepat sasaran, efisien, dan mendorong transparansi penerima manfaat.
  • Pemerintah menargetkan peluncuran nasional program digitalisasi bansos oleh Presiden Prabowo pada Oktober 2026 setelah tahap implementasi di 43 kabupaten/kota selesai dievaluasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Bulan lalu

Uji coba digitalisasi perlindungan sosial dilakukan di Kabupaten Banyuwangi sebagai proyek percontohan awal.

30 Juni 2026

Mendagri Tito Karnavian dan Luhut Binsar Pandjaitan menggelar rapat dengan 43 kepala daerah di Kantor Kemendagri untuk membahas perluasan penerapan digitalisasi perlindungan sosial.

Juli 2026

Pemerintah menargetkan memperoleh gambaran utuh hasil piloting di 43 kabupaten/kota sebagai bahan evaluasi sebelum peluncuran nasional.

Oktober 2026

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meluncurkan program digitalisasi perlindungan sosial secara nasional.

kini

Pemerintah memperluas implementasi digitalisasi bansos ke 43 kabupaten/kota dengan dukungan delapan kementerian/lembaga yang terhubung dalam satu sistem data berbasis AI.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Rapat koordinasi digelar untuk membahas perluasan penerapan digitalisasi perlindungan sosial melalui pemanfaatan Digital Public Infrastructure sebagai bagian dari percepatan transformasi digital pemerintahan.
  • Who?
    Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dan Luhut Binsar Panjaitan memimpin rapat bersama 43 kepala daerah, dihadiri juga oleh Menkomdigi Meutya Hafid dan Menteri PANRB Rini Widyantini.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, dengan sebagian peserta hadir secara langsung dan sebagian lainnya mengikuti secara virtual.
  • When?
    Rapat dilaksanakan pada Selasa, 30 Juni 2026, sebagai bagian dari persiapan menuju peluncuran nasional program digitalisasi bansos pada Oktober 2026 mendatang.
  • Why?
    Pemerintah ingin meningkatkan ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial serta mempercepat transformasi digital layanan publik melalui sistem yang terintegrasi dan berbasis kecerdasan buatan.
  • How?
    Pemerintah memperluas uji coba dari Banyuwangi ke 43 kabupaten/kota dengan melibatkan pemerintah daerah, delapan kementerian/lembaga, serta dukungan keamanan data dari BSSN.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Tito dan Pak Luhut kumpul sama banyak kepala daerah buat ngomongin bantuan pakai cara digital. Dulu sudah dicoba di Banyuwangi dan katanya bagus, bantu orang yang benar-benar butuh. Sekarang mau dicoba di 43 daerah lagi. Nanti bulan Oktober Pak Prabowo mau resmikan program ini untuk seluruh Indonesia supaya bantuannya lebih cepat dan tepat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Rapat antara Mendagri, Luhut, dan 43 kepala daerah menunjukkan komitmen kuat pemerintah mempercepat transformasi digital perlindungan sosial. Dukungan lintas kementerian serta hasil positif uji coba di Banyuwangi—seperti penyaluran bantuan yang lebih tepat sasaran dan efisiensi penggunaan dana—menandakan langkah konkret menuju pelayanan publik yang lebih adil, transparan, dan modern.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN TimesMenteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, bersama Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sekaligus Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP), Luhut Binsar Panjaitan, menggelar rapat bersama 43 kepala daerah untuk memperluas penerapan digitalisasi perlindungan sosial (perlinsos) di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, pada Selasa (30/6/2026).

Rapat ini digelar sebagai upaya percepatan transformasi digital pemerintahan melalui pemanfaatan Digital Public Infrastructure (DPI). Pemerintah menargetkan adanya perluasan piloting digitalisasi bantuan sosial sebelum nantinya diluncurkan secara nasional oleh Presiden RI, Prabowo Subianto pada Oktober 2026.

Sebelumnya, program serupa telah diuji coba di Kabupaten Banyuwangi. Kini, pemerintah memperluas implementasinya ke 43 kabupaten/kota dengan melibatkan pemerintah daerah sebagai ujung tombak pelaksanaan.

1. Perluasan digitalisasi perlinsos didukung penuh Kemendagri

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, bersama Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sekaligus Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP), Luhut Binsar Panjaitan, menggelar rapat bersama 43 kepala daerah untuk memperluas penerapan digitalisasi perlindungan sosial (perlinsos) di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, pada Selasa (30/6/2026)(IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa) t

Tito mengatakan, transformasi digital pemerintahan menjadi salah satu agenda penting pemerintah, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan penyaluran perlindungan sosial.

"Pada siang hari ini kita melaksanakan rapat dalam rangka, sebetulnya masuk percepatan untuk transformasi digitalisasi pemerintah, yang kita kenal kadang-kadang dengan istilah government technology atau e-government, electronic government, pelayanan publik yang berbasis, pemerintahan yang berbasis digital," kata dia di lokasi.

Dia mengatakan, salah satu langkah yang sedang dilakukan adalah perluasan pilot project digitalisasi perlindungan sosial yang sebelumnya telah diterapkan di Banyuwangi.

"Salah satu langkah yang dikerjakan adalah piloting untuk perlindungan sosial dan itu sudah dilaksanakan, dikerjakan, dipimpin langsung oleh ketua, yaitu Bapak Jenderal Luhut Pandjaitan, di Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi," kata dia.

Tito menegaskan, Kemendagri mendukung penuh koordinasi yang dipimpin Luhut dalam melibatkan pemerintah daerah.

"Saya selaku Mendagri mendukung beliau untuk mengkoordinasikan teman-teman pemerintah daerah dan juga semua saya kira pimpinan lembaga yang ada, yang terkait ikut rapat hari ini, mendukung langkah-langkah percepatan yang dipimpin oleh beliau," kata dia.

2. Digitalisasi bansos diklaim lebih tepat sasaran

Ilustrasi bansos. (IDN Times)

Tito juga menyampaikan hasil uji coba di Banyuwangi menunjukkan digitalisasi mampu membuat penyaluran bantuan sosial menjadi lebih tepat sasaran.

"Dari yang sudah terlaksana pilot project-nya di Banyuwangi, Ibu Bupati, Ibu Ipuk sudah menyampaikan sendiri langsung manfaat yang sangat luar biasa ya, untuk perlindungan sosial, bansos, yang lebih tepat sasaran. Sehingga ini bisa menghemat, dan juga mendatangkan rasa keadilan," kata dia.

Dia juga mencontohkan adanya penerima bantuan yang secara sukarela mengundurkan diri karena merasa kondisi ekonominya telah membaik.

"Tadi juga di video (diputar saat rapat) ada yang menerima, yang merasa dia sebetulnya sudah naik kelas sehingga dia menyarankan agar dia tidak menerima lagi, diserahkan kepada yang lain saja yang lebih memerlukan. Ini kan salah satu bentuk daripada manfaat program transformasi digital ini di bidang sosial," kata Tito.

Selain Banyuwangi, Tito menyebut Surabaya dan Provinsi Bali juga telah mulai mengembangkan sistem serupa sebagai persiapan menuju peluncuran nasional.

3. Presiden akan luncurkan program nasional pada Oktober

Mendagri, Tito Karnavian bersama Ketua KPTDP, Luhut Binsar Panjaitan gelar rapat untuk memperluas penerapan digitalisasi perlindungan sosial (perlinsos) di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, pada Selasa (30/6/2026). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Sementara Luhut mengatakan, pemerintah kini memasuki tahap implementasi di 43 kabupaten/kota setelah sebelumnya melakukan uji coba di Banyuwangi. Menurut dia, hasil perluasan itu akan menjadi bahan evaluasi sebelum peluncuran nasional.

"Kita sekarang piloting di 43 kabupaten/kota. Bulan lalu di Banyuwangi, jadi kita sudah tahu bentuknya. Sekarang kita masuk di 43 kabupaten/kota ini dan saya kira dalam bulan Juli akhir, kita akan dapat gambaran lebih utuh lagi. Untuk persiapan nanti, presiden akan launching secara nasional di bulan Oktober," kata dia.

Dia mengatakan, Prabowo memberi perhatian besar terhadap transformasi digital pemerintahan yang akan diperkuat dengan akal imitasi alias artificial intelligence (AI).

"Presiden sudah memberikan juga arahan bahwa ini menjadi salah satu program yang penting sekali, kalau saya bilang super penting untuk negeri kita ini, pada zaman pemerintahan Presiden Prabowo. Di mana pemerintahan ini, seperti dibilang Pak Tito tadi, berbasis eh digital, tapi lebih maju lagi di-support AI. Jadi tidak hanya digitalisasi, tapi di-support oleh AI," kata Luhut.

Luhut mengatakan, delapan kementerian maupun lembaga kini telah terhubung dalam satu sistem data yang diproses menggunakan AI dengan keamanan data nasional dijaga oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Menurut dia, apabila implementasi berjalan sesuai rencana, maka cakupan program dapat diperluas menjadi ratusan kabupaten/kota menjelang peluncuran nasional.

Adapun dalam rapat ini dihadiri kepala daerah secara langsung maupun virtual. Selain itu, tampak pula hadir Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini.

Editorial Team

Related Article