Mendagri, Tito Karnavian bersama Ketua KPTDP, Luhut Binsar Panjaitan gelar rapat untuk memperluas penerapan digitalisasi perlindungan sosial (perlinsos) di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, pada Selasa (30/6/2026). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Sementara Luhut mengatakan, pemerintah kini memasuki tahap implementasi di 43 kabupaten/kota setelah sebelumnya melakukan uji coba di Banyuwangi. Menurut dia, hasil perluasan itu akan menjadi bahan evaluasi sebelum peluncuran nasional.
"Kita sekarang piloting di 43 kabupaten/kota. Bulan lalu di Banyuwangi, jadi kita sudah tahu bentuknya. Sekarang kita masuk di 43 kabupaten/kota ini dan saya kira dalam bulan Juli akhir, kita akan dapat gambaran lebih utuh lagi. Untuk persiapan nanti, presiden akan launching secara nasional di bulan Oktober," kata dia.
Dia mengatakan, Prabowo memberi perhatian besar terhadap transformasi digital pemerintahan yang akan diperkuat dengan akal imitasi alias artificial intelligence (AI).
"Presiden sudah memberikan juga arahan bahwa ini menjadi salah satu program yang penting sekali, kalau saya bilang super penting untuk negeri kita ini, pada zaman pemerintahan Presiden Prabowo. Di mana pemerintahan ini, seperti dibilang Pak Tito tadi, berbasis eh digital, tapi lebih maju lagi di-support AI. Jadi tidak hanya digitalisasi, tapi di-support oleh AI," kata Luhut.
Luhut mengatakan, delapan kementerian maupun lembaga kini telah terhubung dalam satu sistem data yang diproses menggunakan AI dengan keamanan data nasional dijaga oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Menurut dia, apabila implementasi berjalan sesuai rencana, maka cakupan program dapat diperluas menjadi ratusan kabupaten/kota menjelang peluncuran nasional.
Adapun dalam rapat ini dihadiri kepala daerah secara langsung maupun virtual. Selain itu, tampak pula hadir Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini.