Jakarta, IDN Times — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menyoroti cara pembelajaran matematika di Indonesia yang dinilai terlalu cepat masuk ke rumus dan hitungan kompleks sejak usia dini.
Mu'ti menilai, pendekatan seperti ini justru membuat anak kehilangan fondasi logika sehingga matematika terasa menakutkan dan berat di jenjang berikutnya. Dia juga menyinggung stigma yang berkembang di kalangan pelajar bahwa matematika identik dengan sesuatu yang ‘mati-matian.’
"Ada yang bicara, match itu identik dengan death sehingga ada yang bilang, matematika itu 'mati-matian.' Pelajarannya apa? Mati-matian," ujar Mu'ti dalam acara Kolaborasi Multipihak untuk Peningkatan Literasi dan Numerasi Nasional di Gedung Kemendikdasmen, Kamis (9/5/2026).
