Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pemerintah Targetkan Sekolah Rakyat Tampung Lebih dari 100 Ribu Siswa

Pemerintah Targetkan Sekolah Rakyat Tampung Lebih dari 100 Ribu Siswa
Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 di Tabanan, Bali. (Youtube Sekretariat Presiden)
Intinya Sih
  • Pemerintah memperluas program Sekolah Rakyat dengan target lebih dari 100 ribu siswa pada tahun ajaran 2027–2028 untuk memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu.
  • Saat ini terdapat 166 titik Sekolah Rakyat berstatus rintisan, dan pemerintah sedang membangun 93 gedung permanen di berbagai daerah sesuai arahan Presiden Prabowo.
  • Gedung permanen Sekolah Rakyat akan menampung siswa SD hingga SMA serta dilengkapi asrama, perpustakaan, laboratorium, fasilitas olahraga, dan ruang kegiatan ekstrakurikuler.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah terus memperluas program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan dan pengentasan kemiskinan. Pada tahun ajaran mendatang, jumlah peserta didik yang dilayani program ini ditargetkan meningkat signifikan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, saat ini terdapat lebih dari 15 ribu siswa yang sudah mengikuti program Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Jumlah tersebut akan bertambah pada tahun ajaran 2026/2027 dengan alokasi lebih dari 32.000 siswa baru yang akan masuk ke Sekolah Rakyat.

“Dalam tahun 2026-2027 ini, ada alokasi lebih dari 32 ribu siswa Sekolah Rakyat. Tambahan, berarti secara keseluruhan nanti 45 ribu lebih tahun ini,” kata Gus Ipul saat berpidato di hadapan Presiden Prabowo Subianto di SRMP 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6/2026).

1. Tahun depan ditargetkan lebih dari 100 ribu siswa

IMG_0324.jpeg
Presiden Prabowo Subianto tiba di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) Bali dan disambut dengan Tari Kecak. (Youtube Sekretariat Presiden)

Pemerintah menargetkan cakupan program Sekolah Rakyat meningkat lebih besar lagi pada tahun berikutnya. “Tahun depan, 2027-2028, lebih dari 100.000 siswa Sekolah Rakyat,” ujar Gus Ipul, dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden.

Target tersebut akan ditopang oleh pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat yang saat ini sedang berlangsung di berbagai daerah.

Menurut Gus Ipul, pembangunan infrastruktur menjadi faktor penting agar kapasitas penerimaan siswa dapat terus bertambah setiap tahun. Perluasan program itu juga diharapkan membuka akses pendidikan bagi lebih banyak anak dari keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia.

2. Sebanyak 93 gedung permanen sedang dibangun

Rombongan pejabat mengenakan helm proyek meninjau pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Nusa Tenggara Timur pada siang hari.
Mensos Saifullah Yusuf tinjau pembangunan gedung Sekolah Rakyat pertama di NTT. (Dok Humas Pemprov NTT)

Gus Ipul menjelaskan, 166 titik Sekolah Rakyat yang saat ini beroperasi masih berstatus sekolah rintisan. Karena itu, pemerintah mulai membangun gedung permanen sesuai arahan Presiden Prabowo.

“Sekarang sesuai arahan Bapak Presiden dibangun gedung permanen Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia. Untuk tahap ini ada 93 yang sedang sekarang berproses,” katanya.

Salah satu proyek pembangunan tersebut berada di Kabupaten Karangasem, Bali. Menurut dia, pembangunan yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum di sejumlah lokasi bahkan telah mencapai sekitar 80 persen.

3. Sekolah permanen akan dilengkapi asrama dan fasilitas modern

Sekolah Rakyat SMA 38 Lombok Timur. (IDN Times/Ruhaili)
Sekolah Rakyat SMA 38 Lombok Timur. (IDN Times/Ruhaili)

Gedung permanen Sekolah Rakyat dirancang untuk menampung siswa mulai tingkat SD, SMP hingga SMA. Selain ruang kelas, fasilitas yang dibangun mencakup asrama siswa dan guru, perpustakaan, laboratorium, sarana olahraga, hingga fasilitas kegiatan ekstrakurikuler.

“Ini kapasitasnya adalah 1.000 siswa, SD, SMP, SMA, ditambah dengan asrama guru, fasilitas-fasilitas lain termasuk perpustakaan, laboratorium, fasilitas olahraga, dan juga fasilitas ekstra kurikuler yang lain,” ujar Gus Ipul.

Dengan penambahan sekolah permanen tersebut, pemerintah berharap kapasitas layanan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dapat terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati

Related Articles

See More