Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jelang Kunjungan Xi Jinping, Korut Tegaskan Tak Akan Lepas Nuklir

Jelang Kunjungan Xi Jinping, Korut Tegaskan Tak Akan Lepas Nuklir
Adik pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un, Kim Yo Jong. (AFP/VLADIMIR SMIRNOV)
Intinya Sih
Gini Kak
Sisi Positif
  • Korea Utara menegaskan statusnya sebagai negara bersenjata nuklir tidak bisa dinegosiasikan, disampaikan Kim Yo Jong jelang kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Pyongyang.
  • Kim Yo Jong membantah klaim Amerika Serikat soal kesepakatan denuklirisasi, menegaskan kebijakan penguatan nuklir Korea Utara bersifat final dan wajib dijalankan tanpa syarat.
  • Pyongyang terus meningkatkan produksi rudal dan senjata konvensional, termasuk memperluas fasilitas nuklir serta menaikkan kapasitas produksi hingga 2,5 kali lipat dalam lima tahun mendatang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Korea Utara kembali menegaskan, statusnya sebagai negara bersenjata nuklir tidak dapat dinegosiasikan. Pernyataan itu disampaikan Kim Yo Jong, saudari pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, menjelang kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Pyongyang.

Menurut laporan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), Kim Yo Jong menegaskan negaranya tidak akan mundur dari kebijakan penguatan kemampuan nuklir dan tidak akan mentoleransi ancaman apa pun terhadap keamanan nasional Korea Utara.

Pernyataan tersebut muncul ketika perhatian internasional tertuju pada rencana pertemuan antara Xi Jinping dan Kim Jong Un. Kunjungan Xi ke Korea Utara dijadwalkan berlangsung pada Senin (8/6/2026) dan akan menjadi kunjungan pertamanya ke negara itu dalam hampir tujuh tahun terakhir.

Bagi Beijing, kunjungan tersebut dipandang sebagai upaya memperkuat hubungan dengan Pyongyang, yang merupakan satu-satunya sekutu resmi China yang terikat perjanjian pertahanan.

1. Kim Yo Jong bantah klaim AS soal denuklirisasi

Bangunan proyek nuklir.
ilustrasi proyek nuklir Korea Utara (pexels.com/Pixabay)

Dalam pernyataannya, Kim Yo Jong juga menanggapi klaim Amerika Serikat terkait hasil pertemuan Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump pada Mei lalu. Ia menyebut pernyataan Washington mengenai kesepakatan untuk mendorong denuklirisasi Korea Utara sebagai informasi yang tidak benar.

Kim mengatakan klaim AS bahwa Xi dan Trump telah menegaskan tujuan denuklirisasi dalam pertemuan mereka adalah palsu.

Ia menambahkan Korea Utara memiliki informasi yang paling akurat terkait isu tersebut.

Pernyataan itu kembali menunjukkan perbedaan pandangan yang tajam antara Pyongyang dan Washington mengenai masa depan program nuklir Korea Utara.

2. Penguatan nuklir sebagai keputusan yang tak bisa diubah

082bbd32-be06-438d-9f5d-8d7ca7e84f35.jpeg
Rudal jelajah baru Korea Utara. (KCNA)

Kim Yo Jong menegaskan, kebijakan nuklir Korea Utara akan terus diperkuat sesuai arahan Kim Jong Un.

“Kebijakan untuk terus memperkuat kemampuan penangkal perang nuklir demi pertahanan diri, sebagaimana diumumkan oleh kepala negara, adalah kesimpulan yang tidak dapat diubah dan bersifat final yang harus dilaksanakan tanpa syarat,” katanya, dikutip dari Malay Mail, Minggu (7/6/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan hanya beberapa hari setelah Korea Utara memperkenalkan fasilitas baru produksi bahan nuklir. Dalam kesempatan itu, Kim Jong Un menyerukan perluasan persenjataan nuklir negaranya secara eksponensial.

Langkah tersebut dipandang sebagai sinyal Pyongyang tidak memiliki niat untuk mengurangi program nuklirnya dalam waktu dekat.

3. Produksi rudal dan senjata nuklir terus ditingkatkan

WhatsApp Image 2025-10-13 at 14.04.27 (1).jpeg
Kemeriahan Parade Militer Korea Utara di Kim Il Sung Square. (Perhimpunan Persahabatan dan Pertukaran Kebudayaan Indonesia-RRD Korea/DR. Teguh Santosa)

Selain mengembangkan fasilitas nuklir, Korea Utara juga dilaporkan meningkatkan kapasitas produksi senjata konvensional dan rudalnya. Menurut kantor berita Yonhap yang mengutip surat kabar pemerintah Korea Utara, Rodong Sinmun, Kim Jong Un baru-baru ini mengunjungi sebuah pabrik amunisi besar.

Dalam kunjungan tersebut, ia memerintahkan peningkatan kapasitas produksi rudal secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Kim disebut menginstruksikan agar kemampuan produksi rudal Korea Utara ditingkatkan hingga 2,5 kali lipat dalam lima tahun mendatang.

Sejumlah analis menilai pengungkapan fasilitas pengayaan uranium baru dan percepatan produksi senjata itu bertujuan memperkuat posisi tawar Korea Utara menjelang pertemuan antara Xi Jinping dan Kim Jong Un.

Langkah tersebut juga dinilai menjadi dasar bagi Pyongyang untuk membenarkan percepatan pembangunan kekuatan nuklirnya di tengah ketegangan yang masih berlangsung di kawasan.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina

Related Articles

See More