Jakarta, IDN Times - Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait, mengatakan, dalam pertemuan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin dengan para purnawirawan pejabat tinggi TNI pada Senin (13/4/2026), turut dibahas tentang kunjungan ke Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau Pentagon.
Dalam pertemuan itu, Sjafrie menjelaskan latar belakang penandantanganan kerja sama pertahanan dengan AS yang disebut Major Defense Cooperation Partnership (MDCP). Sjafrie juga menjelaskan proposal dari Negeri Paman Sam menyangkut akses udara penuh di wilayah Indonesia.
"Hal tersebut di-update oleh Bapak Menhan Sjafrie, khususnya terkait dengan kegiatan yang beliau lakukan terakhir dengan Secretary of War, Pete Hegseth beberapa waktu lalu," ujar Rico di kantor Kemhan, Jakarta Pusat pada Jumat (24/4/2026).
Dia mengatakan, para purnawirawan turut memberikan masukan tentang proposal AS menyangkut overflight blanket clearance. Mereka memiliki analisis dan pertimbangan baik yang akan dibahas dengan kementerian dan instansi terkait, termasuk DPR. Hingga saat ini, kata Rico, proposal tersebut masih bersifat letter of intent (LOI).
Proposal dari Amerika itu disorot luas oleh publik di Tanah Air. Sebab, bila permintaan itu dipenuhi, artinya membuka peluang Indonesia ikut terseret dalam konflik di Timur Tengah. Analisis pengamat, proposal itu disampaikan oleh AS lantaran terkait kepentingannya dalam serangan militer terhadap Iran.
