Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, mengatakan strategi pertahanan Indonesia diarahkan untuk menjaga kedaulatan negara melalui pendekatan defensif aktif, dan memastikan stabilitas nasional sebagai prasyarat pembangunan.
Salah satu implementasi konkretnya, kata Menhan, pemerintah mendorong pembangunan batalyon infanteri teritorial pembangunan di setiap kabupaten.
"Pembangunan BTP (Batalyon Teritorial Pembangunan) merupakan bagian dari penguatan pertahanan daerah," ujar Sjafrie ketika memberikan sambutan di acara retreat Ketua DPRD di Akademi Militer, Magelang, seperti dikutip dari keterangan pers Lemhanas, Senin (20/4/2026).
Sjafrie mengaku mendapat perintah dari Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga seluruh kabupaten. Maka, Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto ditugaskan membangun batalyon untuk menjaga setiap kabupaten. Menurut keterangan, satu batalyon terdiri dari 700 hingga 1.000 prajurit.
Purnawirawan jenderal bintang empat itu menyebut sepanjang 2025 sudah ada 150 batalyon pembangunan yang dibangun. Bila setiap kabupaten terdapat batalyon, maka masih dibutuhkan 364 BTP di daerah lainnya.
"Kami akan terus tingkatkan (pembangunan BTP) hingga ditingkatkan untuk menjangkau seluruh wilayah kabupaten di Indonesia atau 514 batalyon," kata Sjafrie.
