Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menhut: Bujang Raba Contoh Masyarakat Jaga Hutan dari Karhutla
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni menyebut Lanskap Bujang Raba di Jambi sebagai contoh keberhasilan masyarakat dalam menjaga hutan dari Karhutla. (Dok. Kemenhut)
  • Bujang Raba di Jambi disebut sebagai contoh keberhasilan masyarakat menjaga hutan dari Karhutla melalui kesadaran dan kesepakatan bersama.

  • Pemberdayaan warga, perdagangan karbon, dan penegakan hukum menjadi bagian dari upaya menjaga kawasan serta mencegah aktivitas ilegal.

  • Penanganan Karhutla di Jambi membaik, dengan lima titik hotspot tercatat pada 27 September.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Senin (28/9/2026)

Menteri Kehutanan Raja Antoni menyebut Lanskap Bujang Raba di Jambi sebagai contoh keberhasilan masyarakat menjaga hutan dari Karhutla.

27 September

Hotspot di Jambi yang sebelumnya berjumlah ratusan tersisa lima titik.

kini

Penanganan Karhutla di Jambi menunjukkan perkembangan positif.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Bujang Raba di Jambi disebut sebagai contoh keberhasilan masyarakat menjaga hutan dari Karhutla.
  • Who?
    Menteri Kehutanan Raja Antoni, masyarakat Bujang Raba, pemerintah daerah, dan Manggala Agni.
  • Where?
    Lanskap Bujang Raba dan wilayah Jambi.
  • When?
    Dalam keterangan tertulis Senin (28/9/2026); per tanggal 27 September tersisa lima titik hotspot.
  • Why?
    Kesadaran dan kesepakatan masyarakat menjaga kawasan dinilai menjadi kunci hutan tetap terjaga.
  • How?
    Melalui pemberdayaan dan partisipasi masyarakat, masyarakat peduli api, kerja sama pemerintah daerah dan Manggala Agni, serta penegakan hukum.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Raja Antoni bilang orang-orang di Bujang Raba, Jambi, bersama-sama menjaga hutan supaya tidak terbakar. Mereka punya masyarakat peduli api dan ikut menjaga desa. Bujang Raba juga boleh melakukan perdagangan karbon. Pemerintah dan Manggala Agni membantu menangani Karhutla. Sekarang, pada 27 September, tinggal lima titik hotspot di Jambi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bujang Raba menunjukkan bahwa masyarakat dapat berperan langsung dalam menjaga hutan ketika kesadaran, pemberdayaan, dan partisipasi berjalan bersama. Manfaat perdagangan karbon juga diarahkan agar dapat diakses perhutanan sosial, masyarakat hukum adat, dan desa hutan. Perkembangan penanganan Karhutla di Jambi turut mencerminkan hasil kerja sama berbagai pihak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyebut Lanskap Bujang Raba di Jambi sebagai contoh keberhasilan masyarakat, dalam menjaga hutan dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurut Raja Juli, kesadaran dan kesepakatan masyarakat untuk menjaga kawasan menjadi salah satu kunci hutan tetap terjaga.

“Jadi, di tengah kelelahan kita untuk menjaga hutan dari karhutla di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, ada semacam oase di Jambi,” ujar Raja Juli dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/9/2026).

1. Partisipasi masyarakat dapat memperkuat upaya pencegahan karhutla

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) telah memasang Global Positioning System (GPS) collar kepada 130 gajah Sumatera di Pusat Informasi Konservasi Gajah (PIKG) Jambi di Desa Muara Sekalo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo. (Dok. Kemenhut)

Raja Juli mengatakan, Bujang Raba dapat menjadi contoh pemberdayaan dan partisipasi masyarakat dapat memperkuat upaya pencegahan karhutla.

Ia juga menyebut adanya rencana pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) yang berbasis di desa, dengan masyarakat peduli api sebagai bagian penting dalam menjaga hutan.

“Karena ada masyarakat peduli api di desa-desa, dan Bujang Raba adalah contohnya jika masyarakat desanya diberdayakan dan diajak berpartisipasi bersama, maka hutan akan terjaga,” katanya.

2. Bujang Raba melakukan perdagangan karbon

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) telah memasang Global Positioning System (GPS) collar kepada 130 gajah Sumatra di Pusat Informasi Konservasi Gajah (PIKG) Jambi di Desa Muara Sekalo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo. (Dok. Kemenhut)

Selain pencegahan karhutla, Bujang Raba juga menjadi kelompok perhutanan sosial pertama yang mendapatkan persetujuan untuk melakukan perdagangan karbon di sektor kehutanan.

Raja Antoni mengatakan skema tersebut diarahkan agar manfaat karbon tidak hanya dinikmati konsesi besar, tetapi juga dapat diakses perhutanan sosial, masyarakat hukum adat, dan desa hutan yang menjaga kawasan.

Menhut Raja Antoni juga menekankan pentingnya menggabungkan kesadaran masyarakat dengan penegakan hukum, untuk mencegah aktivitas ilegal. Ia menegaskan terus bekerja sama dengan pihak penegak hukum, dan meminta Direktorat Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Kehutanan kembali melakukan patroli bersama jika ditemukan pelanggaran.

“Jadi, kuncinya ada dua: kalau masyarakatnya berdaya, ada kesadaran, dan penegakan hukumnya berjalan lalu dikombinasikan, maka tidak akan ada lagi aktivitas ilegal,” ujarnya.

3. Penanganan karhutla di Jambi juga menunjukkan perkembangan positif

Menhut Raja Antoni di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 SM Padang Sugihan, Kamis (17/9/2029). (dok. Kemenhut)

Raja Juli mengatakan penanganan karhutla di Jambi juga menunjukkan perkembangan positif, berkat kerja sama pemerintah daerah dan Manggala Agni. Ia menyebut hotspot yang sebelumnya berjumlah ratusan, kini per 27 September 2026 tersisa lima titik hotspot.

“Inilah pentingnya gotong royong agar penanganan Karhutla di Jambi terus membaik,” ujar dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article