Telusuri Jalur Jelajah, Kemenhut Pasang GPS pada Gajah Sumatera di Bukit Tigapuluh

Kemenhut memasang GPS collar pada 130 gajah Sumatera untuk mengetahui jalur jelajah di Lanskap Bukit Tigapuluh, Jambi.
Perlindungan gajah dilakukan bersama masyarakat melalui pengelolaan lanskap, konservasi biodiversitas, dan skema Perhutanan Sosial.
Masyarakat sekitar dilibatkan dalam pengayaan pakan gajah seluas 2,8 hektar dengan tanaman tebu, pisang, nanas, dan rumput gajah.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) telah memasang Global Positioning System (GPS) collar kepada 130 gajah Sumatera di Pusat Informasi Konservasi Gajah (PIKG) Jambi di Desa Muara Sekalo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo.
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni mengatakan, pemasangan GPS itu untuk mengetahui jalur jelajah gajah di Lanskap Bukit Tigapuluh, Jambi.
“Kita sudah pasang GPS collar di hampir semua gajah di sini, mudah-mudahan akan ditambah empat lagi ya. Sehingga ke depan sudah mengetahui ke mana jalur jelajahnya,” ujar Raja Antoni dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/9/2026).
1. Perlindungan gajah tidak dapat dipisahkan dari keterlibatan masyarakat

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) telah memasang Global Positioning System (GPS) collar kepada 130 gajah Sumatera di Pusat Informasi Konservasi Gajah (PIKG) Jambi di Desa Muara Sekalo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo. (Dok. Kemenhut) Raja Antoni mengatakan, perlindungan gajah tidak dapat dipisahkan dari keterlibatan masyarakat dan pengelolaan lanskap secara bersama. Ia menekankan pentingnya mencari solusi yang dapat mengakomodasi kepentingan konservasi sekaligus masyarakat.
“Tentu tidak perlu dipertentangkan bahwa seolah-olah nanti kita lebih berpihak kepada gajah daripada manusia, atau sebaliknya. Toh kita tahu bahwa kita harus hidup berdampingan dengan alam,” katanya.
2. Pengelolaan Lanskap Bukit Tigapuluh mencakup konservasi biodiversitas

Menhut Raja Antoni di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 SM Padang Sugihan, Kamis (17/9/2029). (dok. Kemenhut) Pendekatan tersebut juga dikembangkan melalui Protect30 dalam pengelolaan Lanskap Bukit Tigapuluh yang mencakup konservasi biodiversitas dan forest-positive action. Tujuan kegiatan mencakup ekosistem lanskap, kelestarian komoditas, kestabilan sosial, serta pelibatan sektor swasta.
Raja Antoni juga membuka peluang pemanfaatan skema Perhutanan Sosial sebagai salah satu pilihan untuk memberikan kepastian hukum kepada masyarakat dengan tetap mendorong pengelolaan kawasan yang produktif dan berkelanjutan.
“Jadi pembangunan terus bisa berjalan, tapi lingkungan hidup terjaga dan yang secara bersamaan juga hak masyarakat, hak masyarakat itu juga kita bisa akomodir dengan baik,” kata Raja Antoni.
3. Pengayaan pakan gajah

Seekor bayi gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) betina lahir dari induk bernama Ria di kamp Elephants Flying Squad Taman Nasional Tesso Nilo, Riau pada Rabu (10/6/2026). (Dok. Polda Riau) Selain itu, Kemenhut juga melibatkan masyarakat yakni dengan pengayaan pakan gajah yang ditanam langsung oleh masyarakat sekitar.
“Program restorasi berbasis masyarakat di PIKG dilakukan melalui pengayaan pakan dengan luasan 2,8 hektar. Dengan jenis tanaman pakan tebu, pisang, nanas dan rumput gajah,” ujarnya.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















