Jakarta, IDN Times - Perkembangan digitalisasi pemerintahan membawa tantangan baru dalam menjaga keamanan data dan infrastruktur digital. Di tengah pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) yang semakin luas, ancaman siber juga berkembang dan dapat berdampak langsung terhadap keberlangsungan pelayanan publik.
Karena itu, lulusan Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) dituntut memiliki kompetensi sekaligus integritas untuk memperkuat pertahanan siber Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini saat menjadi orator pada Orasi Ilmiah Wisuda Sarjana Terapan Politeknik Siber dan Sandi Negara Tahun Akademik 2026 di Kantor BSSN, Depok, Selasa (22/9/2026).
“Digitalisasi birokrasi dan pelayanan publik adalah keniscayaan. Namun, semakin banyak aktivitas masyarakat dan pemerintahan yang berpindah ke ruang digital, semakin besar pula risiko ancaman yang dihadapi. Di sinilah peran krusial lulusan BSSN untuk hadir sebagai benteng pertahanan siber yang melindungi data, infrastruktur kritis, dan kerahasiaan negara,” ujar Rini.
