Jakarta, IDN Times - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menemui dua anak korban peristiwa pembakaran di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pertemuan dilakukan untuk memastikan pemenuhan hak, perlindungan, dan pemulihan kedua korban yang mengalami luka bakar serius.
Peristiwa itu menyebabkan satu anak meninggal dunia, sementara dua lainnya masih menjalani perawatan intensif.
Dia mengatakan, Kementerian PPPA terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk mengawal pemulihan korban, mulai dari layanan kesehatan hingga pendampingan psikologis.
"Kami terus memantau perkembangan kasus ini, termasuk mendorong proses hukum yang sedang berjalan agar diselesaikan secara adil dan transparan. Saat ini, korban beserta keluarganya telah mendapatkan pendampingan intensif dari pekerja sosial (peksos) dan psikolog guna meminimalisasi dampak trauma yang dialami," kata dia dikutip Kamis (16/7/2026).
