Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Momen Prabowo Ziarah ke Makam Kakek-Nenek di Banyumas
Presiden Prabowo Subianto melakukan ziarah kubur ke makam kakek dan neneknya, R.M. Margono Djojohadikusumo dan Siti Katoemi Djojohadikusumo, di Banyumas pada Selasa (28/4/2026) (Instagram.com/@prabowo)
  • Presiden Prabowo Subianto berziarah ke makam kakek-neneknya, R.M. Margono Djojohadikusumo dan Siti Katoemi Djojohadikusumo, di Banyumas sambil mengenang jasa leluhur keluarganya.
  • Dalam kunjungan kerja di Banyumas, Prabowo meninjau TPST BLE dan mengapresiasi inovasi pengolahan sampah berbasis teknologi lokal yang dinilai efektif serta ramah lingkungan.
  • Prabowo kagum dengan inovasi pengolahan sampah menjadi genteng murah dan berencana mempertimbangkan penggunaannya dalam program bantuan perbaikan rumah pemerintah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto melakukan ziarah kubur ke makam kakek dan neneknya, R.M. Margono Djojohadikusumo dan Siti Katoemi Djojohadikusumo, di Banyumas pada Selasa (28/4/2026). Prabowo mengunggah momen ziarahnya ke akun Instagram pribadinya @prabowo.

"Ziarah ke makam Eyang Kakung, R.M. Margono Djojohadikusumo, dan Eyang Putri, R.A. Siti Katoemi Djojohadikusumo, di Desa Dawuhan, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah," tulis Prabowo, dikutip Rabu (29/4/2026).

1. RM Margono Djojohadikusumo dikenal sebagai pendiri BNI

Presiden Prabowo Subianto melakukan ziarah kubur ke makam kakek dan neneknya, R.M. Margono Djojohadikusumo dan Siti Katoemi Djojohadikusumo, di Banyumas pada Selasa (28/4/2026) (Instagram.com/@prabowo)

Prabowo menuliskan, kakeknya merupakan tokoh ekonomi nasional. RM Margono Djojohadikusumo juga dikenal sebagai pendiri Bank Negara Indonesia (BNI).

"Di tempat ini tersimpan jejak sejarah keluarga, pengabdian, dan perjuangan para leluhur Banyumas. R.M. Margono Djojohadikusumo dikenal sebagai pendiri BNI, tokoh ekonomi nasional, sekaligus kakek saya," ucap dia.

"Kompleks Makam Dawuhan juga menjadi tempat peristirahatan sejumlah tokoh dan bangsawan Banyumas, antara lain Tumenggung Yudhanegara II, Tumenggung Dipayuda, Nyai Ajeng Kemasan, serta Raden Ayu Tumenggung Kartanegara II," kata Prabowo.

2. Agenda Prabowo di Banyumas

Presiden Prabowo Subianto meninjau Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (28/4/2026) (Youtube.com/Sekretariat Presiden)

Pada kunjungan kerjanya di Banyumas, Presiden Prabowo meninjau Tempat Pemprosesa Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE). Prabowo mengaku terkesan saat melihat tempat pengolahan sampah tersebut.

"Saya sangat terkesan dan saya terima kasih, Pak Bupati dan Kepala Dinas ya, ini suatu terobosan inisiatif yang sangat baik, kita lakukan istilahnya pengolahan sampah dengan menggunakan teknologi yang tidak terlalu canggih tapi efektif sebagian besar produk lokal, dan dalam suatu rangkaian sistem dari rumah tangga sampai ke kabupaten," ujar Prabowo dalam pernyataannya yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Prabowo mengatakan, pengelolaan sampah harus dilakukan secara efektif. Dia mendorong agar wilayah Banyumas bisa zero sampah.

"Jadi ini kita dari pemerintah pusat kita akan mendorong dan saya akan turunkan bantuan langsung untuk kita kembangkan, ya perbaiki kembangkan dan bikin lebih efektif janji bupati tahun 2028 zero sampah ya," ucap dia.

3. Sampah bisa diolah mejadi genteng

Presiden Prabowo Subianto meninjau Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (28/4/2026) (Youtube.com/Sekretariat Presiden)

Prabowo juga kagum dengan pengelolaan sampah mejadi genteng. Prabowo menyebut, gentengnya juga dalam kondisi baik.

"Gentengnya lumayan efektif, katanya cukup murah ya dan ini mungkin bisa masuk anggaran kita untuk bantuan perbaikan rumah, anggaran perbaikan rumah sekarang 1 rumah 20 juta jadi ini satu rumah kita perhitungkan 4-5 juta untuk gentengnya," kata dia.

Editorial Team