Bos KAI Sering Dipanggil Prabowo, Bahas Pembenahan Kereta Api

- Presiden Prabowo sering memanggil Dirut KAI untuk membahas peningkatan layanan dan aksesibilitas transportasi massal kereta api di seluruh Indonesia.
- Pemerintah akan memulai proyek elektrifikasi jalur kereta Jakarta-Cikampek, Jakarta-Sukabumi, dan Jakarta-Cilegon guna mendukung mobilitas serta mengurangi polusi dan urbanisasi.
- Pasca kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek, pemerintah berencana mengevaluasi operasional kereta secara menyeluruh serta membenahi 1.800 perlintasan sebidang dengan anggaran Rp4 triliun.
Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN)/Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto punya perhatian khusus terhadap transportasi massal kereta api di Indonesia.
Oleh sebab itu, Prabowo kerap kali memanggil Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Bobby Rasyidin untuk membahas pembenahan kereta api.
“Perlu saya sampaikan Bapak Presiden sangat mencintai transportasi umum kereta api ini. Karena itu rekan-rekan bisa menyaksikan, seringkali Dirut KAI dipanggil Bapak Presiden untuk berdiskusi, mengenai kita ingin menyediakan transportasi massal yang baik dan accessible bagi seluruh rakyat Indonesia,” ucap Dony di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Selasa (28/4/2026).
1. Pemerintah bakal mulai proyek elektrifikasi jalur kereta

Dony mengatakan, pemerintah akan meningkatkan elektrifikasi jalur kereta api untuk mempermudah mobilitas masyarakat.
Bulan depan, proyek elektrifikasi akan dilakukan untuk perlintasan kereta Jakarta-Cikampek. Begitu juga dengan Jakarta-Sukabumi dan Jakarta-Cilegon.
“Dengan kita lakukan elektrifikasi ini, akan hidup lota-kota baru. Mengurangi urbanisasi, mengurangi juga polusi, mengurangi juga inefficiency yang terjadi dalam moda transportasi kita,” tutur Dony.
2. Operasional kereta bakal dievaluasi secara menyeluruh

Terkait kecelakaan antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Dony mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi secara menyeluruh pada operasional kereta.
“Sekali lagi kita mohon maaf, ini akan segera kita lakukan evaluasi menyeluruh, baik itu terhadap operasional daripada kereta api kita, dan terutama sekali berkaitan dengan safety,” ucap Dony.
3. Sebanyak 1.800 perlintasan sebidang bakal dibenahi

Evaluasi itu juga mencakup perlintasan kereta api. Saat ini, pemerintah juga berkomitmen membenahi 1.800 perlintasan sebidang, dan telah mengalokasikan anggaran Rp4 triliun.
Tak hanya itu, BUMN dan KAI juga akan mengucurkan dana untuk pembenahan tersebut.
“Tapi nanti akan di-combine dengan budget Kereta Api, dan BUMN juga akan berpartisipasi,” kata Dony.















